QRIS hingga BI-FAST Jadi Contoh Dunia, BI Bidik Era Bank Sentral Digital Berbasis AI

- 21 Februari 2026 - 09:08

Transformasi digital sistem pembayar⁸an Indonesia mendapat pengakuan global setelah Bank Indonesia memaparkan keberhasilan QRIS dan BI-FAST di forum Islamic Development Bank. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, fase berikutnya adalah membangun Integrated Digital Central Bank berbasis data dan kecerdasan artifisial (AI) untuk mempercepat kebijakan dan memperluas inklusi keuangan.


Fokus:

■ QRIS, BI-FAST, dan konektivitas lintas batas dinilai sebagai praktik terbaik oleh 56 negara anggota IsDB.
■ BI akan mengintegrasikan data analytics dan AI untuk mempercepat pengambilan kebijakan dan meningkatkan efisiensi operasional.
■ Pertumbuhan transaksi digital harus diimbangi penguatan keamanan siber dan peningkatan literasi keuangan.


Indonesia tak lagi sekadar pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Kini, arsitektur sistem pembayarannya menjadi bahan rujukan global. Di hadapan delegasi 56 negara anggota Islamic Development Bank (IsDB) di Jeddah, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memaparkan bagaimana QRIS dan BI-FAST mengubah wajah transaksi domestik—dan mengisyaratkan langkah berikutnya: integrasi kecerdasan artifisial dalam operasional bank sentral.

Dari QRIS ke BI-FAST: Fondasi yang Diakui Dunia

Dalam forum IsDB Townhall Strategic Lecture on Digital Transformation, Perry menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar urusan teknologi.

“Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang kuat, sinergi lintas sektor, inovasi yang berkelanjutan, serta kepemimpinan di seluruh tingkatan organisasi,” ujarnya, Jumat (20/2).

Sistem pembayaran Indonesia mendapat pengakuan global di forum IsDB. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap rencana integrasi AI untuk membangun bank sentral digital yang lebih responsif dan efisien.

Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) menjadi tulang punggung perubahan tersebut. Sejak diluncurkan, QRIS tumbuh pesat. Data BI menunjukkan nilai transaksi QRIS sepanjang 2025 melonjak lebih dari 150% secara tahunan, dengan jumlah pengguna menembus 50 juta dan lebih dari 30 juta merchant—mayoritas pelaku UMKM.

Sementara itu, BI-FAST yang diluncurkan pada akhir 2021 kini memproses jutaan transaksi ritel per hari dengan biaya jauh lebih murah dibanding sistem transfer sebelumnya. Infrastruktur ini mempercepat perputaran dana dan meningkatkan efisiensi likuiditas di sistem keuangan.

Tak berhenti di domestik, konektivitas pembayaran lintas batas juga diperluas melalui kerja sama QR code antarnegara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura—mendorong integrasi ekonomi kawasan.

Menuju Integrated Digital Central Bank Berbasis AI

Perry mengungkapkan fase berikutnya: membangun Integrated Digital Central Bank. Artinya, BI akan memanfaatkan data analytics dan Artificial Intelligence untuk memperkuat perumusan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

“Ke depan, Bank Indonesia terus melangkah menuju Integrated Digital Central Bank melalui pemanfaatan data dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), digitalisasi proses pengambilan keputusan, serta penguatan tata kelola dan budaya kerja digital guna menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan operasional yang semakin efisien,” tambah Perry.

Secara global, tren ini sejalan dengan langkah sejumlah bank sentral dunia. Bank for International Settlements (BIS) dalam laporan 2025 mencatat lebih dari 70% bank sentral tengah mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk pengawasan sistem keuangan dan stabilitas moneter.

Dengan volume transaksi digital Indonesia yang terus tumbuh dua digit setiap tahun, kebutuhan akan sistem analitik real-time menjadi krusial untuk menjaga stabilitas sekaligus mencegah risiko siber dan fraud.

Diplomasi Keuangan Syariah dan Proyek Strategis

Presiden IsDB, H.E. Dr. Muhammad Sulaiman Al Jasser, memberikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah global. Indonesia saat ini merupakan salah satu mitra strategis IsDB, dengan berbagai proyek prioritas di sektor kesehatan, infrastruktur, dan pembiayaan sosial.

Pengakuan ini bukan sekadar simbolik. Dengan populasi muslim terbesar di dunia dan ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai lebih dari US$130 miliar pada 2025 menurut laporan Google-Temasek-Bain, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai laboratorium transformasi keuangan syariah berbasis teknologi.

Tantangan: Inklusi dan Keamanan Siber
Meski capaian impresif, pekerjaan rumah belum selesai. Tingkat inklusi keuangan Indonesia memang telah melampaui 88%, namun literasi keuangan digital masih menjadi tantangan, terutama di wilayah terpencil.

Di sisi lain, lonjakan transaksi digital meningkatkan eksposur terhadap risiko kejahatan siber. BI bersama OJK dan industri perbankan terus memperkuat sistem keamanan, termasuk penerapan standar enkripsi dan pengawasan berbasis risiko.

Transformasi digital, pada akhirnya, bukan hanya soal kecepatan transaksi, melainkan soal membangun kepercayaan publik terhadap sistem.


Digionary:

● Artificial Intelligence (AI): Teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan sistem menganalisis data dan membuat keputusan otomatis.
● BI-FAST: Infrastruktur pembayaran ritel real-time milik Bank Indonesia dengan biaya transfer rendah.
● Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI): Cetak biru arah pengembangan sistem pembayaran nasional.
● Inklusi Keuangan: Akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
● Integrated Digital Central Bank: Konsep bank sentral terintegrasi berbasis data dan digitalisasi proses.
● Islamic Development Bank (IsDB): Lembaga keuangan multilateral yang berfokus pada pembangunan negara-negara anggota OKI.
● QRIS: Quick Response Code Indonesian Standard, standar kode QR nasional untuk pembayaran digital.

#BankIndonesia #PerryWarjiyo #QRIS #BIFAST #TransformasiDigital #SistemPembayaran #IsDB #EkonomiSyariah #DigitalBanking #ArtificialIntelligence #InklusiKeuangan #FintechIndonesia #EkonomiDigital #ASEANConnectivity #StabilitasKeuangan #KeamananSiber #UMKMGoDigital #MoneterIndonesia #KeuanganGlobal #EkonomiIndonesia

Comments are closed.