Lonjakan penipuan digital di Indonesia telah memasuki fase mengkhawatirkan, dengan kerugian mencapai Rp9 triliun dalam setahun terakhir. Di tengah semakin canggihnya modus berbasis AI dan deepfake, penguatan standar keamanan identitas digital menjadi krusial bagi keberlanjutan ekonomi digital dan stabilitas industri keuangan. Sertifikasi internasional iBeta Level 2 yang diraih Privy menandai langkah penting dalam membangun infrastruktur kepercayaan digital berstandar global di Indonesia.
Fokus:
■ Lonjakan fraud digital hingga Rp9 triliun menegaskan urgensi penguatan keamanan identitas sebagai fondasi ekonomi digital dan industri jasa keuangan.
■ Modus berbasis AI dan deepfake mendorong kebutuhan standar global liveness detection untuk melindungi proses verifikasi digital.
■ Sertifikasi iBeta Level 2 memperkuat posisi Privy sebagai infrastruktur kepercayaan digital di tengah eskalasi risiko siber.
Fraud digital di Indonesia melonjak hingga Rp9 triliun. Modus deepfake dan pemalsuan identitas kian canggih, mendorong kebutuhan standar keamanan global dalam verifikasi identitas digital.
Penipuan digital di Indonesia tak lagi sekadar kejahatan siber biasa. Ia telah berevolusi menjadi ancaman sistemik yang menggerus kepercayaan publik, mengancam stabilitas transaksi digital, dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Ketika kerugian menembus angka triliunan rupiah dan modus kejahatan semakin canggih lewat pemalsuan biometrik hingga deepfake berbasis AI, satu pertanyaan mengemuka: seberapa siap sistem keamanan digital Indonesia menghadapi eskalasi ancaman ini?
Data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan skala ancaman yang kian membesar. Dalam periode November 2024 hingga Desember 2025, tercatat 411.055 laporan penipuan digital dengan total kerugian mencapai Rp9 triliun. Angka ini menegaskan bahwa fraud digital bukan lagi insiden sporadis, melainkan fenomena struktural yang menuntut respons teknologi dan tata kelola yang jauh lebih serius.
Modus penipuan pun terus berevolusi. Tidak hanya pencurian data dan penyalahgunaan identitas, pelaku kini memanfaatkan pemalsuan biometrik, spoofing wajah, hingga manipulasi visual berbasis AI atau deepfake. Serangan-serangan ini menyasar titik paling krusial dalam ekosistem digital: proses verifikasi identitas.
Di tengah situasi tersebut, Privy—penyedia layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik—mengumumkan capaian strategis dengan meraih sertifikasi internasional iBeta Certification ISO/IEC 30107-3 Level 2 (Presentation Attack Detection) untuk fitur Liveness Detection. Sertifikasi ini menjadi pengakuan global atas kemampuan teknologi Privy dalam mendeteksi serangan pemalsuan identitas tingkat menengah hingga lanjut.
Chief Operation Officer (COO) Privy, Nitin Mathur, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar simbol kepatuhan, melainkan kebutuhan nyata dalam menghadapi lanskap ancaman digital yang semakin kompleks.
“Sertifikasi ini mencerminkan komitmen Privy dalam memenuhi standar global dan mencegah upaya penipuan digital dengan cara yang semakin beragam. Sebab bagi Privy, keamanan pengguna menjadi prioritas utama. Terlebih, setiap upaya penipuan digital termasuk melalui pemalsuan identitas dan kegagalan verifikasi, dapat berdampak langsung pada kerugian finansial,” ujar Nitin.

Ia menambahkan, verifikasi identitas kini menjadi touchpoint paling krusial dalam melindungi pengguna layanan digital, khususnya di sektor keuangan, fintech, dan layanan publik.
Teknologi Liveness Detection yang dikembangkan Privy dirancang untuk memastikan bahwa proses verifikasi hanya dilakukan oleh individu nyata (real presence), bukan hasil manipulasi foto, video, maupun deepfake. Dengan sertifikasi Level 2, sistem ini telah melalui pengujian yang jauh lebih kompleks, mencakup berbagai skenario spoofing yang menyerupai kondisi nyata di lapangan, dengan durasi dan tingkat kesulitan pengujian yang lebih tinggi dibanding Level 1.
“Dengan capaian iBeta Certification Level 2, sistem Privy telah lolos pengujian yang lebih kompleks, mencakup variasi metode pemalsuan identitas atau spoofing, dengan durasi pengujian yang lebih panjang serta skenario serangan yang menyerupai kondisi di lapangan. Ini sejalan dengan visi Privy sebagai platform Digital Trust dan Digital Identity dengan teknologi yang andal,” ungkap Nitin.
Lebih jauh, Nitin menekankan bahwa sertifikasi ini berdampak langsung pada perlindungan 71 juta pengguna individu terverifikasi yang menggunakan layanan Privy. Sepanjang operasionalnya, Privy mengklaim telah membantu mencegah lebih dari 122 juta upaya fraud digital, dengan memblokir aktivitas mencurigakan sebelum berkembang menjadi penyalahgunaan yang menimbulkan kerugian finansial.
Tak hanya mengandalkan teknologi, Privy juga memberikan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar, menjadikannya satu-satunya penyedia di Indonesia yang menawarkan perlindungan finansial apabila terjadi kerugian akibat dokumen digital yang ditandatangani menggunakan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli.
Hingga kini, Privy telah digunakan oleh lebih dari 167.000 pengguna korporasi dan memfasilitasi lebih dari 158 juta dokumen digital di berbagai sektor, termasuk UMKM. Skala adopsi ini mencerminkan semakin krusialnya infrastruktur kepercayaan digital dalam menopang ekonomi digital Indonesia yang terus tumbuh.
“Ke depannya, Privy berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas teknologi kami, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta mengembangkan solusi Digital Trust & Digital Identity berstandar global,” tutup Nitin.
Digionary:
● Biometrik: Data identitas berbasis karakteristik biologis seperti wajah atau sidik jari
● Deepfake: Teknologi AI yang memanipulasi gambar atau video sehingga tampak autentik
● Digital Trust: Kepercayaan pengguna terhadap keamanan dan keandalan layanan digital
● Identitas Digital: Representasi identitas seseorang dalam sistem elektronik
● Liveness Detection: Teknologi untuk memastikan kehadiran manusia nyata saat verifikasi
● Presentation Attack Detection: Metode mendeteksi upaya pemalsuan identitas saat verifikasi
● Spoofing: Upaya memalsukan identitas digital untuk menipu sistem
● iBeta Certification: Sertifikasi internasional untuk standar keamanan biometrik
#FraudDigital #KeamananSiber #IdentitasDigital #Deepfake #AI #EkonomiDigital #Fintech #PerbankanDigital #DigitalTrust #LivenessDetection #CyberSecurity #OJK #TeknologiKeuangan #Privy #TransformasiDigital #DataProtection #RiskManagement #TrustInfrastructure #DigitalID #IndonesiaDigital
