Investasi kecerdasan buatan (AI) diproyeksikan tetap menjadi motor pertumbuhan utama industri perbankan global pada 2026. Bank-bank besar dunia sepakat bahwa lonjakan belanja AI masih berada pada fase awal, dengan nilai investasi yang terus meningkat, manfaat ekonomi yang meluas lintas sektor, serta implikasi strategis besar terhadap energi, infrastruktur, dan layanan keuangan global.
Fokus Utama:
■ Bank global memproyeksikan investasi AI menembus ratusan miliar dolar, dengan kontribusi ekonomi yang masih berada di fase awal siklus pertumbuhan teknologi besar.
■ Tak hanya pengembang AI, sektor energi, chip, infrastruktur jaringan, dan pusat data menjadi pihak paling diuntungkan dari gelombang investasi global.
■ China, Jepang, dan Korea Selatan dinilai unggul dalam inovasi AI, sementara Hong Kong dan Singapura menarik dari sisi valuasi dan imbal hasil.
Kecerdasan buatan tak lagi sekadar janji masa depan. Bagi bank-bank besar dunia, AI kini menjadi fondasi strategi pertumbuhan baru. Memasuki 2026, investasi besar-besaran di sektor ini diperkirakan terus mengalir, meski diiringi perdebatan soal risiko, efisiensi, dan ketahanan ekonomi global.
Perbankan global sepakat bahwa kecerdasan buatan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi sepanjang 2025. Di tengah percepatan transformasi digital lintas sektor, mayoritas institusi keuangan dunia memandang momentum investasi AI akan berlanjut hingga 2026, meski dengan tingkat kehati-hatian yang berbeda-beda.
JPMorgan menjadi salah satu bank paling optimistis. Dalam proyeksinya, investasi perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat diperkirakan menembus US$500 miliar, melonjak tajam dibandingkan US$150 miliar pada 2023. Angka tersebut setara sekitar 25% dari total belanja modal pasar AS tahun ini.
Bank ini menilai kontribusi investasi AI terhadap produk domestik bruto (PDB) global masih relatif kecil, sekitar 1%, jauh di bawah siklus teknologi besar sebelumnya seperti listrik, rel kereta, atau telekomunikasi yang mencapai 2%–5%. Artinya, lonjakan investasi saat ini dinilai masih berada di tahap awal.
Pandangan serupa disampaikan BlackRock. Raksasa pengelola aset global itu menilai AI akan membentuk ulang perekonomian dan pasar keuangan pada 2026. Investasi AI di Amerika Serikat, menurut BlackRock, telah meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan rata-rata historis.
Ben Powell, Chief Investment Strategist Asia BlackRock, mengatakan di sela Abu Dhabi Finance Week bahwa gelombang belanja modal untuk infrastruktur AI belum menunjukkan tanda melambat.
“Gelombang belanja modal untuk infrastruktur AI masih terus meningkat dan belum mencapai puncaknya,” ujarnya seperti dikutip dari SadaNews.
Ia menegaskan, penerima manfaat terbesar bukan hanya pengembang model AI, melainkan juga perusahaan pendukung seperti produsen chip, penyedia energi, pemasok tembaga, dan produsen peralatan jaringan.
Barclays melihat pergeseran menarik. Momentum investasi AI diperkirakan mulai bergeser dari pengembang teknologi ke perusahaan pengguna, terutama di sektor kesehatan, pertahanan, dan keamanan siber.
Dari Inggris, HSBC menilai kekhawatiran atas rendahnya imbal hasil investasi AI terlalu dibesar-besarkan. Bank ini menegaskan bahwa inovasi—khususnya yang digerakkan AI—akan tetap menjadi mesin utama pertumbuhan laba korporasi global pada 2026. Asia dipandang sebagai kawasan dengan potensi terbesar, dengan China, Jepang, dan Korea Selatan unggul dalam pertumbuhan berbasis inovasi, sementara Hong Kong dan Singapura dinilai menarik dari sisi valuasi dan imbal hasil.
HSBC juga menyoroti efek berantai investasi AI terhadap peningkatan belanja pusat data, lonjakan kebutuhan energi, serta peluang besar di sektor energi, industri, jasa keuangan, dan utilitas.
Sementara itu, Dirk Steven, Chief Global Investment Strategist Deutsche Bank, menyebut belanja masif di sektor AI akan menjadi salah satu penopang utama penguatan pasar pada 2026. Menurutnya, AI bukan hanya soal teknologi, melainkan arsitektur baru pertumbuhan ekonomi global.
Digionary:
● Artificial Intelligence (AI): Teknologi yang memungkinkan sistem komputer meniru kecerdasan manusia.
● Belanja Modal (Capital Expenditure): Pengeluaran perusahaan untuk aset jangka panjang seperti teknologi dan infrastruktur.
● Data Center: Fasilitas penyimpanan dan pengolahan data digital berskala besar.
● Infrastruktur AI: Perangkat keras dan lunak pendukung pengembangan dan operasional AI.
● Produk Domestik Bruto (PDB): Total nilai produksi barang dan jasa suatu negara.
#AI2026 #PerbankanGlobal #InvestasiAI #EkonomiDigital #TeknologiFinansial #DataCenter #ChipSemikonduktor #EnergiDigital #BlackRock #JPMorgan #HSBC #DeutscheBank #InovasiTeknologi #PasarGlobal #TransformasiDigital #KeuanganInternasional #Cybersecurity #EkonomiAsia #PasarModal #FutureEconomy
