Nasabah Kaya Deutsche Bank di Hong Kong Melesat, Targetkan AUM Rp18.000 Triliun di 2028

- 22 September 2026 - 18:26

Deutsche Bank AG mencatatkan lonjakan kinerja bisnis manajemen kekayaan (wealth management) di Hong Kong sepanjang 2026 yang didorong oleh derasnya arus modal masuk dari Tiongkok daratan. Head of Emerging Markets Deutsche Bank Private Bank Marco Pagliara mengungkapkan, Hong Kong menjadi wilayah dengan performa terbaik di divisi emerging markets, terutama dipicu oleh aktivitas investasi pada aset properti elite (trophy real estate). Meskipun Beijing memperketat pengawasan pajak atas dana keluar dari daratan, Hong Kong terus memperkokoh daya tariknya sebagai pusat keuangan offshore global terbesar—menggeser Swiss—yang didukung oleh rencana insentif pajak aset alternatif serta penerapan teknologi agentic AI untuk mempercepat proses verifikasi nasabah super-rich.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Arus modal Tiongkok ke Hong Kong mendorong bisnis perbankan privat Deutsche Bank tumbuh tertinggi di kawasan pasar berkembang sepanjang 2026.
■ Hong Kong berhasil menggeser Swiss sebagai pusat keuangan offshore terbesar di dunia berkat insentif pajak dan transaksi properti elite.
■ Pemanfaatan agentic AI di Singapura dan Hong Kong mempercepat onboarding nasabah kaya, ditargetkan naik 30% dibanding tahun lalu.


Derasnya arus modal dari Tiongkok daratan mendorong lonjakan bisnis perbankan privat (private banking) Deutsche Bank AG di Hong Kong sepanjang tahun ini. Pergerakan dana bernilai tinggi tersebut semakin mempertegas dominasi Hong Kong sebagai pusat keuangan offshore utama dunia, yang baru-baru ini berhasil menggeser posisi Swiss.

Head of Emerging Markets Deutsche Bank Private Bank Marco Pagliara menyatakan bahwa wilayah Hong Kong mencatatkan kinerja pertumbuhan paling mengesankan di antara kawasan pasar berkembang (emerging markets) yang dibawahinya.

“Itu mungkin merupakan wilayah dengan kinerja terbaik. Anda melihat sejumlah besar aktivitas, terutama di sekitar properti mewah (trophy real estate) di Hong Kong. Biasanya, ada sentuhan Tiongkok di situ,” ujar eksekutif yang berbasis di Singapura tersebut dalam wawancara dengan The Edge Malaysia pada Senin (21/9).

Fenomena lonjakan arus modal ini memperlihatkan kian pentingnya posisi Hong Kong sebagai suaka dana offshore bagi para pengusaha dan keluarga kaya asal Tiongkok. Tren ini tetap bertahan meski pemerintah Beijing terus memperketat pengawasan pajak serta pemantauan arus modal keluar dari daratan.

Di sisi lain, Pemerintah Wilayah Administratif Khusus Hong Kong secara aktif meluncurkan berbagai insentif fiskal untuk memikat pengelola aset global. Salah satunya melalui pembaruan rezim perpindahan pajak yang membebaskan pengelola dana ekuitas swasta (private equity) dan dana lindung nilai (hedge fund) dari kewajiban pajak atas pendapatan imbalan kinerja (carried interest dan performance fees).

Pagliara menambahkan, ketangguhan Hong Kong terlihat merata di seluruh lini aktivitas keuangan perbankan privat, mulai dari volume perdagangan instrumen investasi hingga skema pembiayaan berbasis aset fisik dan real estate.

Guna merespons permintaan yang terus tumbuh di pasar berkembang—yang mencakup Tiongkok Besar, Asia Tenggara, Asia Selatan Global, Timur Tengah, hingga Amerika Latin—Deutsche Bank merekrut lebih dari 30 bankir privat baru sepanjang tahun 2026. Penambahan jumlah personel ini merupakan bagian dari ambisi raksasa perbankan asal Jerman tersebut untuk mengerek total dana kelolaan (assets under management/AUM) divisi wealth management menembus angka €1 triliun (sekitar Rp18.000 triliun) pada 2028, naik dari posisi €846 miliar (sekitar Rp15.228 triliun) per akhir Juni 2026.

Selain Hong Kong, kawasan Asia Tenggara dengan Singapura sebagai pusat pembukuan (booking centre) mencatatkan pertumbuhan pesat, menempel ketat wilayah Tiongkok Besar. Singapura dan Indonesia tercatat sebagai kontributor pendapatan dan aset terbesar bagi bisnis perbankan privat Deutsche Bank di Asia Tenggara.

“Secara tradisional di Indonesia, ketika Anda melihat tantangan ekonomi dan politik seperti ini, saya pikir Anda melihat beberapa keluarga besar menyesuaikan posisi mereka,” kata Pagliara. Selain layanan perbankan privat, Deutsche Bank juga menyediakan fasilitas corporate and investment banking di Indonesia, serta mengekspansi jangkauan nasabah offshore dari Malaysia dan Thailand.

Di kawasan Timur Tengah, Deutsche Bank mempertahankan pandangan positif jangka menengah hingga panjang meski mengakui kompleksitas geopolitik yang sedang berlangsung. Bankir Jerman ini terus memperkuat porsi operasinya di Dubai dan Arab Saudi melalui platform pembukuan onshore.

Sebagai langkah efisiensi dan modernisasi operasional, Deutsche Bank mulai mengimplementasikan kecerdasan buatan berbasis agen (agentic artificial intelligence) sejak bulan ini. Teknologi AI ini difungsikan untuk melacak dan memverifikasi sumber kekayaan (source of wealth) calon nasabah kaya di Singapura dan Hong Kong, sebelum diterapkan secara menyeluruh di jaringan perbankan privat globalnya. Langkah digitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan volume penerimaan (onboarding) nasabah baru hingga 30% pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. ■


DIGIONARY:

● Agentic AI: Sistem kecerdasan buatan otonom yang mampu mengambil keputusan dan mengeksekusi tahapan kerja kompleks tanpa memerlukan intervensi manusia secara terus-menerus.
● Assets Under Management (AUM): Total nilai pasar dari seluruh aset keuangan yang dikelola oleh lembaga jasa keuangan atas nama para nasabahnya.
● Booking Centre: Kantor cabang atau entitas perbankan di suatu lokasi yurisdiksi yang digunakan secara resmi untuk mencatatkan pembukuan transaksi dan aset nasabah.
● Carried Interest: Bagian keuntungan yang diterima oleh pengelola dana (fund manager) dari hasil investasi private equity atau venture capital.
● Emerging Markets: Negara atau kawasan dengan perekonomian yang sedang berkembang pesat menuju status negara maju, yang menawarkan pertumbuhan tinggi namun berisiko relatif lebih besar.
● Hedge Fund: Dana investasi terproteksi yang menghimpun modal dari investor institusi atau individu kaya untuk diinvestasikan pada instrumen berisiko tinggi demi imbal hasil maksimal.
● Offshore Centre: Pusat keuangan di luar negeri yang menawarkan kemudahan regulasi, kerahasiaan keuangan, serta insentif pajak bagi investor internasional.
● Onboarding: Proses pengintegrasian dan verifikasi keabsahan data nasabah baru sebelum resmi menggunakan layanan suatu lembaga perbankan.
● Private Banking: Layanan perbankan eksklusif dan personalisasi manajemen keuangan yang diperuntukkan bagi individu berpenghasilan sangat tinggi (High-Net-Worth Individuals).
● Private Equity: Lembaga investasi yang menghimpun dana langsung untuk melakukan akuisisi atau penyertaan modal pada perusahaan non-publik.
● Source of Wealth: Penelusuran dan bukti legalitas mengenai asal-usul sumber kekayaan atau dana yang dimiliki oleh calon nasabah bank.
● Trophy Real Estate: Properti mewah berlokasi sangat strategis dan bernilai estetika tinggi yang dimiliki sebagai simbol status atau aset investasi berharga tinggi.

#DeutscheBank #WealthManagement #HongKong #PrivateBanking #Tiongkok #ArusModal #AgenticAI #Swiss #OffshoreHub #MarcoPagliara #PasarKeuangan #PerbankanGlobal #InvestasiProperti #Singapore #Indonesia #AsetKelolaan #KeuanganAsia #PerbankanPrivat #ManajemenKekayaan #InflowModal

Comments are closed.