OCBC Indonesia bersama OCBC Singapura kembali menggelar OCBC One Connect 2026 untuk mempertemukan perusahaan Indonesia dan China. Tahun ini, forum tersebut mengangkat tema Renewable Energy Value Chain Expansion dan mempertemukan sekitar 40 perusahaan China dengan 25 perusahaan Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas investasi China di Indonesia dan perkembangan kapasitas energi baru terbarukan nasional.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ OCBC One Connect 2026 mempertemukan sekitar 40 perusahaan China dan 25 perusahaan Indonesia untuk menjajaki kerja sama bisnis.
■ Forum tahun ini berfokus pada perluasan rantai nilai energi terbarukan, termasuk peluang investasi, teknologi, manufaktur, dan pembiayaan.
■ Aktivitas bisnis nasabah China OCBC Indonesia meningkat, dengan jumlah nasabah naik lebih dari 80% YoY hingga Juli 2026.
Perusahaan Indonesia dan China kembali dipertemukan melalui OCBC One Connect 2026. Tahun ini, forum bisnis yang diselenggarakan OCBC Indonesia bersama OCBC Singapura tersebut memfokuskan pembahasan pada peluang kerja sama di sektor energi terbarukan.
Sekitar 40 perusahaan China dan 25 perusahaan Indonesia mengikuti kegiatan tersebut melalui sesi wawasan pasar dan business matching. Forum ini menjadi bagian dari upaya OCBC mempertemukan perusahaan dari kedua negara untuk menjajaki mitra bisnis, investasi, teknologi, dan pembiayaan.
OCBC One Connect mulai dicanangkan pada 2023. Dalam perkembangannya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang jejaring, tetapi juga digunakan untuk mempertemukan perusahaan dengan calon mitra bisnis berdasarkan kebutuhan dan peluang kerja sama.
Dalam OCBC One Connect 2026, Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Cahyo Purnomo turut hadir dan memaparkan perkembangan realisasi investasi China di Indonesia sepanjang 2021 hingga semester I 2026.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan. Capaian tersebut setara dengan 49,5% dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Pada triwulan II 2026, China termasuk lima sumber investasi asing terbesar di Indonesia. Posisi pertama ditempati Hong Kong, disusul Singapura, China, Jepang, dan Malaysia. Kelima negara tersebut secara keseluruhan menyumbang 79,6% dari total realisasi penanaman modal asing pada periode tersebut.
Pada 2025, China juga menjadi salah satu investor asing terbesar Indonesia dengan nilai investasi sekitar US$7,5 miliar. China berada di posisi ketiga setelah Singapura dan Hong Kong dalam daftar negara asal investasi asing terbesar pada tahun tersebut.
Aktivitas bisnis China di OCBC meningkat
Perkembangan hubungan bisnis Indonesia-China juga tercermin dalam aktivitas nasabah OCBC Indonesia.
OCBC Indonesia mencatat jumlah nasabah bisnis China meningkat lebih dari 80% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Juli 2026. Pada periode yang sama, volume kredit dan pendanaan tumbuh dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur OCBC Martin Widjaja mengatakan OCBC One Connect menjadi penghubung bagi perusahaan China yang ingin masuk dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia serta bagi perusahaan Indonesia yang ingin menjajaki pasar China.
“OCBC One Connect menjadi jembatan bagi perusahaan China untuk masuk dan berkembang di Indonesia, sekaligus mendukung perusahaan Indonesia menjajaki peluang di China dan sekitarnya. Tema tahun ini adalah Renewable Energy Value Chain Expansion, dimana kami yakini transisi energi tidak hanya berperan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tetapi juga menjadi katalisator bagi investasi, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.”
Tema energi terbarukan dalam OCBC One Connect 2026 sejalan dengan perkembangan kapasitas energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran EBT Indonesia pada 2025 mencapai 15,75%. Total kapasitas terpasang pembangkit EBT hingga Desember 2025 mencapai 15.630 megawatt (MW). Penambahan kapasitas EBT pada 2025 menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.
Kapasitas tersebut terdiri atas pembangkit listrik tenaga air sebesar 7.587 MW, bioenergi 3.148 MW, panas bumi 2.744 MW, tenaga surya 1.494 MW, gasifikasi batu bara 450 MW, tenaga angin 152 MW, pemanfaatan sampah 36 MW, serta sumber lainnya 18 MW.
Perusahaan Indonesia dan China dipertemukan
Dalam penyelenggaraan tahun ini, OCBC mengundang perusahaan dari kedua negara untuk mengikuti sesi business matching yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang bisnis masing-masing peserta.
Sekitar 40 perusahaan China dan 25 perusahaan Indonesia mengikuti forum tersebut. Para peserta dapat mengikuti sesi wawasan pasar sekaligus bertemu dengan calon mitra untuk menjajaki kerja sama.
Sektor energi terbarukan menjadi salah satu area yang dibahas dalam forum, dengan cakupan rantai nilai yang melibatkan perusahaan manufaktur, penyedia teknologi, investor, serta lembaga pembiayaan.
Perkembangan tersebut berlangsung ketika pemerintah Indonesia juga terus mendorong investasi dan hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi.
BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau 30,2% dari total realisasi investasi nasional. Nilai tersebut tumbuh 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada semester I 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Dari total tersebut, PMA mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri mencapai Rp502,9 triliun.
OCBC lanjutkan dukungan bisnis lintas negara
OCBC One Connect merupakan salah satu platform yang digunakan OCBC untuk mempertemukan perusahaan dari Indonesia dan China dengan jaringan bisnis lintas negara.
Melalui forum tersebut, peserta dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan pasar, bertemu calon mitra, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis.
OCBC Indonesia sebelumnya mencatat peningkatan jumlah nasabah bisnis China lebih dari 80% YoY hingga Juli 2026. Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan volume kredit dan pendanaan yang mencapai dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
OCBC menyatakan akan terus mendukung perusahaan Indonesia dan China dalam mengidentifikasi peluang bisnis, membangun koneksi strategis, serta mengembangkan kerja sama melalui jaringan perbankan yang dimiliki di kedua negara.Meta Description
OCBC One Connect 2026 mempertemukan 40 perusahaan China dan 25 perusahaan Indonesia. Forum tahun ini fokus pada peluang bisnis energi terbarukan dan investasi lintas negara. ■
DIGIONARY:
● Business Matching. Pertemuan yang mempertemukan perusahaan atau pelaku usaha dengan calon mitra berdasarkan kebutuhan dan peluang bisnis.
● EBT. Energi Baru Terbarukan, yaitu sumber energi baru dan sumber energi yang dapat diperbarui secara berkelanjutan.
● Foreign Direct Investment (FDI). Investasi langsung dari pihak atau perusahaan asing ke suatu negara untuk menjalankan kegiatan usaha.
● Hilirisasi. Proses mengembangkan pengolahan bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.
● Investor. Individu, perusahaan, atau lembaga yang menanamkan modal untuk memperoleh manfaat ekonomi pada masa mendatang.
● PMA. Penanaman Modal Asing, yaitu kegiatan investasi yang dilakukan oleh investor asing di Indonesia.
● Renewable Energy Value Chain. Rantai kegiatan bisnis energi terbarukan yang mencakup produksi, teknologi, manufaktur, distribusi, investasi, hingga pembiayaan.
● YoY. Year on Year, yaitu perbandingan kinerja suatu periode dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
#OCBC #OCBCOneConnect2026 #OCBCIndonesia #OCBCSingapore #IndonesiaChina #InvestasiChina #InvestasiIndonesia #EnergiTerbarukan #EBT #RenewableEnergy #TransisiEnergi #BusinessMatching #Investasi #BKPM #KementerianInvestasi #EnergiIndonesia #GreenEnergy #Perbankan #BisnisIndonesia #EkonomiIndonesia
