Bank DBS Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan Mandiri Investasi untuk mengintegrasikan keunggulan wealth management global dan keahlian pengelolaan aset lokal guna memberikan solusi investasi yang adaptif bagi nasabah di tengah dinamika pasar.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi berkolaborasi memadukan perspektif keuangan global dengan keahlian pengelolaan aset domestik yang kuat.
■ DBS memperkuat posisinya melalui pengakuan sebagai Best Private Bank 2026, sementara Mandiri Investasi mengelola dana kelolaan lebih dari Rp62 triliun.
■ Kemitraan ini bertujuan membantu nasabah menavigasi ketidakpastian pasar serta menangkap peluang pertumbuhan investasi jangka panjang secara lebih percaya diri.
Di tengah volatilitas pasar keuangan global dan domestik, Bank DBS Indonesia resmi memperkuat kolaborasinya dengan Mandiri Investasi. Sinergi ini dirancang untuk menggabungkan keunggulan DBS sebagai institusi keuangan global dengan kedalaman pemahaman Mandiri Investasi terhadap karakteristik pasar modal dalam negeri.
Langkah ini mempertegas posisi kedua institusi sebagai pemimpin pasar di sektornya masing-masing. Bank DBS Indonesia baru saja dinobatkan sebagai Best Private Bank oleh FinanceAsia 2026 dan Best Wealth Manager oleh The Asset Private Capital Awards 2026. Prestasi ini melengkapi reputasi DBS Group yang diakui secara global sebagai Bank Terbaik Dunia dan Bank Teraman di Asia.
Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, Bank DBS Indonesia percaya bahwa pengelolaan kekayaan yang unggul bukan hanya tentang menyediakan akses terhadap produk investasi, tetapi menghadirkan solusi yang dipersonalisasi sehingga benar-benar relevan dengan kebutuhan unik setiap nasabah.
“Melalui pendekatan insight-driven wealth management, kami menerjemahkan dinamika pasar global, termasuk tren dan pergerakan Kurs SGD, menjadi strategi investasi yang dapat ditindaklanjuti. Peluncuran referral PDNI/KPD berdenominasi SGD ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan all-weather solutions crafted for each individual, memberikan kesempatan bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dalam mata uang SGD dan mengoptimalkan potensi yang ditawarkan oleh Kurs SGD, sehingga portofolio menjadi lebih resilien dan siap menghadapi berbagai kondisi pasar,” ujarnya.

Di sisi lain, Mandiri Investasi membawa kredibilitas sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia. Hingga Juli 2026, perusahaan ini mencatatkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) menembus angka Rp62 triliun. Rekam jejak mereka juga diperkuat dengan raihan penghargaan sebagai Best Asset Manager untuk kategori Fixed Income & Syariah Funds pada ajang Alpha Southeast Asia Fund Management Awards 2025.
Melalui skema referral ini, nasabah Bank DBS Indonesia yang memenuhi kriteria akan memperoleh akses melalui mekanisme referral terhadap layanan Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI)/Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang dikelola oleh Mandiri Manajemen Investasi sebagai manajer investasi. Dalam layanan ini, nasabah memberikan mandat kepada manajer investasi untuk mengelola dana sesuai tujuan investasi, profil risiko, dan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak. Selanjutnya, manajer investasi akan menyusun dan mengelola portofolio secara profesional serta melakukan penyesuaian strategi investasi sesuai kondisi pasar dan mandat yang diberikan.
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia, mengatakan, “Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan layanan referral PDNI/KPD berdenominasi SGD.”
Dia menambahkan, kolaborasi ini menggabungkan keahlian pengelolaan dana dari Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia untuk memberikan solusi yang dikelola secara profesional, terdiversifikasi, dan disesuaikan dengan mandat investasi serta profil risiko masing-masing nasabah.
“Kami percaya kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pengelolaan dana yang semakin relevan di tengah kebutuhan nasabah akan diversifikasi portofolio dan pengelolaan aset secara menyeluruh,” tuturnya.
Skema referral dari Mandiri Manajemen Investasi akan membuka akses nasabah Bank DBS Indonesia yang memiliki simpanan SGD terhadap strategi pengelolaan dana terstruktur yang mencakup tiga kelas aset utama:
● Fixed Income (Pendapatan Tetap): Berfokus pada pengelolaan portofolio obligasi dengan potensi imbal hasil yang kompetitif, disertai pengelolaan risiko suku bunga dan risiko kredit yang terukur.
● Equity (Saham): Memberikan eksposur terhadap saham perusahaan berkapitalisasi besar (large-cap) sebagian bagian dari strategi diversifikasi dan pertumbuhan portofolio.
● Commodity (Komoditas): Memanfaatkan instrumen emas sebagai salah satu alternatif diversifikasi portofolio dalam menghadapi dinamika dan gejolak pasar global.
Melalui strategi pengelolaan dana yang terstruktur dan disesuaikan dengan profil risiko serta tujuan investasi, simpanan SGD yang telah dimiliki nasabah dapat dikelola secara lebih optimal melalui diversifikasi ke berbagai kelas aset. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam penyusunan portofolio sekaligus mendukung kebutuhan pengelolaan kekayaan jangka panjang.
Navigasi di Tengah Ketidakpastian
Penyatuan dua kekuatan ini dinilai sebagai langkah taktis untuk membantu nasabah menghadapi iklim ekonomi yang menantang. Dengan memadukan perspektif global dari DBS serta keahlian pengelolaan aset Mandiri Investasi, kedua institusi akan terus menghadirkan solusi yang membantu nasabah menavigasi ketidakpastian pasar dan menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang dengan lebih percaya diri.
Dalam konteks pasar keuangan saat ini, peran manajer investasi menjadi krusial. Keahlian Mandiri Investasi dalam mengelola instrumen pendapatan tetap dan dana syariah di pasar domestik, disandingkan dengan kapabilitas wealth management DBS, memungkinkan nasabah mendapatkan diversifikasi portofolio yang lebih terukur.
Kolaborasi ini mencerminkan tren industri keuangan nasional di mana institusi perbankan dan manajer investasi kian erat terintegrasi untuk memberikan layanan bernilai tambah. Fokus utama kemitraan ini tetap pada penyediaan strategi investasi yang mampu memberikan imbal hasil optimal sekaligus memitigasi risiko bagi para nasabah individu maupun korporasi, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (NCK) ■
DIGIONARY:
● Asset Under Management (AUM) adalah total nilai pasar dari aset yang dikelola oleh sebuah lembaga keuangan atau manajer investasi atas nama nasabah.
● Diversifikasi adalah strategi investasi dengan menyebarkan modal ke berbagai instrumen atau sektor untuk mengurangi risiko kerugian.
● Fixed Income Funds adalah jenis reksa dana yang mayoritas portofolionya ditempatkan pada instrumen surat utang atau obligasi.
● Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah.
● Private Banking adalah layanan perbankan eksklusif yang ditujukan untuk nasabah individu dengan kekayaan tinggi.
● Wealth Management adalah layanan konsultasi keuangan terpadu yang mencakup manajemen investasi, perencanaan pajak, dan perencanaan warisan.
#DBSIndonesia #MandiriInvestasi #WealthManagement #PrivateBanking #InvestasiIndonesia #ManajerInvestasi #KeuanganSyariah #PasarModal #Perbankan #StrategiInvestasi #EkonomiIndonesia #DBSGroup #AssetManagement #ReksaDana #FinanceAsia #TheAssetAwards #InvestasiJangkaPanjang #DiversifikasiPortofolio #NasabahWealth #PerbankanIndonesia
