Bidik US$774 Miliar di 2030, DBS Group Perkuat Ekspansi Wealth Management Lewat Inovasi AI

- 15 Juli 2026 - 11:07

DBS Group membidik aset kelolaan (assets under management) sebesar lebih dari S$1 triliun atau US$774 miliar pada 2030, didorong oleh strategi agresif integrasi AI dan rekrutmen ratusan penasihat kekayaan baru untuk menangkap pertumbuhan kekayaan di Asia.


DIGI-HIGHLIGHTS:

​■ Target AUM Ambisius: DBS membidik aset kelolaan hingga lebih dari US$ 774 miliar pada 2030, memanfaatkan arus masuk kekayaan ke pusat keuangan Asia.
■ Ekspansi SDM & Infrastruktur: DBS akan merekrut 600+ tenaga ahli, termasuk penasihat dan insinyur, serta membuka 18 pusat kekayaan baru di kawasan Asia.
■ Lonjakan Nasabah Premium: DBS mencatatkan kenaikan 20% pada jumlah nasabah kaya baru hingga Mei 2026, memperkuat posisi bank di pasar wealth management.


Bank terbesar di Singapura, DBS Group, menetapkan target ambisius untuk menggandakan skala bisnis pengelolaan kekayaan mereka dalam lima tahun ke depan. Bank ini membidik total aset kelolaan (assets under management/AUM) sebesar lebih dari S$ 1 triliun atau setara US$ 774 miliar pada tahun 2030. Langkah ini menjadi taruhan besar DBS atas pesatnya akumulasi kekayaan di Asia serta posisi Singapura sebagai pusat keuangan global yang kian dominan di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

​Target ini mencakup seluruh segmen ritel dan kekayaan bank, menandai lonjakan signifikan dari posisi AUM sebesar S$ 632 miliar pada akhir 2025. Jika berhasil, DBS akan mencatatkan penambahan aset sebesar S$ 400 miliar hanya dalam waktu lima tahun—pencapaian yang dua kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan serupa pada dekade sebelumnya.

​”Dari tahun 2015 hingga 2025, dalam 10 tahun, kami mengembangkan AUM kami sebesar S$ 400 miliar. Melihat traksinya, ambisi kami sekarang adalah menumbuhkan S$ 400 miliar yang sama dalam setengah waktu,” ujar Shee Tse Koon, group executive and group head of consumer banking and wealth management DBS, di Singapura, Selasa (14/7), mengutip The Straits Times.

​Menurut Shee, tren makro ekonomi global, termasuk pertumbuhan kekayaan di Asia serta pergeseran pusat kekayaan dunia menuju kawasan ini, menjadi pendorong utama atau tailwinds bagi DBS. Singapura, sebagai pelabuhan aman (safe-haven), terus diuntungkan oleh aliran dana masuk yang stabil di tengah ketegangan ekonomi dunia.

Hingga Mei 2026, jumlah nasabah kaya baru (high-net-worth dan ultra-high-net-worth) di DBS telah melonjak 20% dibanding tahun sebelumnya. Bank ini sendiri diketahui melayani lebih dari sepertiga single-family offices yang didirikan di Singapura.

​Untuk mendukung ambisi ini, DBS tidak hanya mengandalkan produk investasi, tetapi juga memperkuat barisan sumber daya manusia. Bank berencana merekrut lebih dari 600 relationship manager (RM) atau penasihat lini depan dan insinyur platform hingga akhir 2028. Fokus rekrutmen ini mencakup pasar inti DBS di Singapura, Hong Kong, Tiongkok, India, Indonesia, dan Taiwan.

​”Ini bukan hanya soal staf lini depan. Kami membutuhkan para insinyur, tenaga teknologi, dan tenaga platform untuk menciptakan kapabilitas serta kapasitas tersebut,” tambah Shee. Ia menegaskan bahwa pendekatan DBS adalah memenangkan setiap segmen dengan layanan yang paling tepat, karena nasabah bersifat heterogen.

​Langkah ekspansi fisik pun tak kalah agresif. Bulan lalu, DBS mengumumkan rencana untuk membuka 18 pusat kekayaan baru di seluruh Asia sebelum akhir 2027, serta meningkatkan 36 pusat yang sudah ada dalam 18 bulan ke depan. Ini tercatat sebagai ekspansi fisik terbesar dalam sejarah waralaba kekayaan mereka. Kecepatan ini didukung oleh integrasi alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mempercepat proses onboarding nasabah dan pemberian saran investasi, memastikan efisiensi di tengah lonjakan volume nasabah. ●


DIGIONARY:

​● Assets Under Management (AUM): Nilai total dana atau aset yang dikelola oleh lembaga keuangan atas nama nasabah atau klien mereka.
● Financial Hub: Pusat atau kota dengan konsentrasi tinggi layanan keuangan, perdagangan, dan perbankan yang menjadi titik vital aliran modal global.
● Relationship Manager (RM): Staf perbankan profesional yang bertanggung jawab mengelola hubungan, memberikan saran investasi, dan memenuhi kebutuhan nasabah utama secara personal.
● Safe-haven: Aset atau wilayah yang dianggap aman bagi investor untuk memarkir dana mereka di masa ekonomi atau politik yang tidak menentu.
● Single-family office: Entitas perusahaan swasta yang dibentuk oleh satu keluarga kaya untuk mengelola investasi, pajak, dan urusan finansial mereka secara eksklusif.

​#DBS #DBSGroup #WealthManagement #Singapura #PerbankanAsia #Investasi #AsetKelolaan #FinancialHub #AsiaWealth #EkonomiSingapura #PerbankanDigital #StrategiBisnis #ManajemenKekayaan #HighNetWorth #UltraHighNetWorth #PertumbuhanBisnis #Finansial #EkspansiGlobal #RelationshipManager #PasarModal

Comments are closed.