Bank Raya, unit bisnis perbankan digital dari BRI Group, kian agresif dalam mengintegrasikan literasi keuangan dengan kemudahan akses teknologi. Melalui program edukatif “Inspiraya”, bank ini menyasar generasi muda dan pelaku UMKM untuk meningkatkan keahlian pengelolaan arus kas yang disiplin, selaras dengan pemanfaatan fitur-fitur perbankan digital untuk menunjang produktivitas ekonomi di era digital yang semakin kompetitif.
Digi Highlights:
■ Program Edukasi Masif: Sepanjang 2026, Bank Raya telah menyelenggarakan lebih dari 40 konten literasi keuangan yang menjangkau lebih dari 50 ribu audiens.
■ Inovasi Saku Digital: Fitur Saku pada Aplikasi Raya menjadi instrumen utama dalam membantu nasabah memisahkan alokasi pengeluaran, tabungan, dan modal usaha.
■ Fokus UMKM: Saku Bisnis memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengelola arus kas usaha secara transparan dan terpisah dari keuangan pribadi lewat aplikasi.
Di tengah akselerasi digitalisasi perbankan, Bank Raya mencatat peran krusial edukasi dalam menekan risiko keuangan masyarakat. Hingga pertengahan 2026, program literasi keuangan ini telah melahirkan lebih dari 40 konten edukasi yang menjangkau lebih dari 50 ribu audiens, baik melalui platform daring maupun kegiatan tatap muka.
Corporate Secretary Bank Raya, Ajeng Putri Hapsari, menjelaskan bahwa relevansi layanan keuangan terhadap kebutuhan riil pengguna menjadi prioritas utama. “Melalui Inspiraya, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk memiliki kebiasaan finansial yang sehat, mampu mengelola uang sesuai tujuan, serta memanfaatkan layanan perbankan digital secara praktis untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan finansial mereka,” ungkap Ajeng, Rabu (1/7).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank Raya mengandalkan ekosistem Aplikasi Raya yang dilengkapi fitur spesifik. Bagi nasabah ritel, tersedia Saku Bujet untuk alokasi pengeluaran harian, Saku Pintar untuk tabungan terjadwal, serta Saku Jaga Optimal untuk dana darurat. Khusus untuk segmen UMKM, tersedia Saku Bisnis yang dirancang untuk memisahkan keuangan pribadi dan operasional usaha dalam satu gawai.
Kepala Divisi Digital & Product Bank Raya, M. Farhad, menambahkan bahwa fleksibilitas teknologi adalah kunci dalam membentuk perilaku keuangan baru.
“Melalui fitur Saku Bisnis di Aplikasi Raya, kami ingin membantu para pelaku usaha mengelola keuangan bisnis dengan lebih disiplin melalui pemisahan dana usaha dan pribadi. Dengan pengelolaan arus kas yang lebih rapi dan mudah dipantau, kami berharap pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya,” jelas M. Farhad.
Sementara itu, perencana keuangan Lolita Setyawati menyoroti bahwa kemudahan akses transaksi di era digital harus dibarengi dengan perencanaan yang disiplin. Menurutnya, pemahaman prioritas, penyusunan anggaran yang realistis, dan konsistensi dalam membangun dana darurat menjadi pilar utama financial wellness yang sering diabaikan di tengah gencarnya tren belanja digital saat ini. (NCK) ●
Digi-Insights:
Strategi Bank Raya dalam mengawinkan literasi keuangan dengan fitur teknologi spesifik menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar penyedia gateway transaksi menjadi financial wellness partner. Dengan menyediakan fitur “Saku” yang memungkinkan segmentasi dana secara otomatis, Bank Raya secara tidak langsung membantu nasabah melakukan self-nudging untuk berperilaku keuangan yang lebih disiplin. Ini adalah langkah taktis untuk meningkatkan loyalitas (stickiness) nasabah di tengah kompetisi bank digital yang semakin komoditas, di mana kemudahan transaksi saja tidak lagi cukup untuk mempertahankan nasabah.
Bagi pelaku UMKM, fitur “Saku Bisnis” merupakan langkah strategis untuk memecahkan masalah klasik pencampuran dana pribadi dan usaha yang sering menjadi penyebab kegagalan operasional bisnis kecil. Integrasi ini mengubah data transaksi menjadi informasi keuangan yang berharga, yang di masa depan bisa menjadi basis bagi model credit scoring alternatif yang lebih akurat untuk penyaluran pembiayaan. Ini adalah bentuk transformasi digital yang bersifat customer-centric karena menjawab pain points nyata nasabah dibandingkan sekadar mengandalkan bunga tinggi sebagai pemikat.
Namun, tantangan terbesar bagi bank digital adalah mengawal literasi ini agar tetap relevan dengan perilaku konsumen generasi Z dan Alpha yang cenderung impulsif secara digital. Bank Raya harus memastikan bahwa fitur-fitur yang disediakan tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menyediakan guardrail berbasis AI yang dapat memberikan peringatan dini (early warning system) bagi nasabah jika pola pengeluaran mereka mulai tidak sehat. Integrasi antara edukasi, kemudahan fitur, dan dukungan data berbasis AI akan menjadi pembeda utama dalam memenangkan pangsa pasar perbankan digital Indonesia yang semakin sesak. ●
Digionary:
● Aplikasi Raya : Platform perbankan digital utama milik Bank Raya yang mengintegrasikan berbagai fitur pengelolaan keuangan.
● Arus Kas : Pergerakan uang masuk dan keluar yang menjadi indikator kesehatan finansial bisnis atau pribadi.
● BRI Group : Induk perusahaan Bank Raya yang memperkuat ekosistem dan jangkauan layanan keuangan digital.
● Dana Darurat : Cadangan dana yang disiapkan untuk menghadapi situasi ekonomi tak terduga di masa depan.
● Digital Banking : Layanan perbankan yang dilakukan melalui media elektronik tanpa perlu mengunjungi kantor fisik.
● Financial Wellness : Kondisi di mana seseorang merasa tenang dan memiliki kendali penuh atas situasi keuangan mereka.
● Fitur Saku : Inovasi pemisahan dana di aplikasi perbankan untuk tujuan keuangan yang berbeda-beda.
● Inspiraya : Program rutin Bank Raya untuk edukasi dan literasi keuangan bagi nasabah dan masyarakat umum.
● Literasi Keuangan : Pengetahuan dan keterampilan individu untuk mengelola uang secara efektif guna mencapai tujuan ekonomi.
● Nasabah Ritel : Segmen nasabah perorangan yang menggunakan layanan perbankan untuk kebutuhan pribadi.
● Perencana Keuangan : Profesional yang memberikan saran pengelolaan aset, anggaran, dan investasi kepada nasabah.
● Produktivitas : Kemampuan pelaku usaha atau individu dalam menghasilkan output maksimal dengan pengelolaan aset yang efisien.
● Saku Bisnis : Fitur perbankan digital khusus pelaku usaha untuk memisahkan keuangan bisnis dan pribadi.
● Saku Jaga Optimal : Produk tabungan digital untuk dana darurat dengan fitur tenor yang fleksibel.
● UMKM : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang menjadi fokus utama target pasar Bank Raya.
#BankRaya #BankDigital #LiterasiKeuangan #UMKM #FintechIndonesia #DigitalBanking #FinancialWellness #BRI #Inspiraya #KeuanganDigital #InovasiPerbankan #AplikasiRaya #EdukasiKeuangan #ArusKas #Productivity #DigitalTransformation #PerbankanIndonesia #SakuBisnis #EkonomiDigital #FinansialSehat
