Gubernur Bank of Korea yang baru, Shin Hyun-song, menegaskan arah kebijakan yang tegas: mendorong pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) dan deposit token, sambil tidak menyinggung stablecoin. Sikap ini menandai prioritas baru Korea Selatan dalam membangun sistem keuangan digital yang lebih terkontrol, di tengah dorongan industri dan legislasi yang justru mengarah pada penguatan stablecoin berbasis won.
Fokus:
■ Bank of Korea akan mempercepat pengembangan CBDC dan deposit token sebagai fondasi sistem keuangan digital masa depan.
■ Stablecoin berbasis won tidak disebut, meski pemerintah dan industri tengah mendorong regulasi aset digital.
■ Pergeseran kebijakan mencerminkan preferensi bank sentral terhadap sistem yang lebih terkontrol dibanding model stablecoin swasta.
Arah kebijakan moneter Korea Selatan mulai menunjukkan perubahan yang cukup tegas. Dalam pidato perdananya, Gubernur baru Shin Hyun-song menekankan komitmen untuk mempercepat inovasi keuangan berbasis blockchain—namun dengan fokus yang selektif.
Alih-alih mengangkat stablecoin yang tengah menjadi sorotan global, ia justru menegaskan prioritas pada pengembangan mata uang digital bank sentral atau CBDC serta deposit token.
Pidato tersebut disampaikan di markas Bank of Korea di Seoul, menandai dimulainya masa jabatan empat tahunnya. Shin, yang sebelumnya menjabat di Bank for International Settlements, menempatkan stabilitas sistem pembayaran dan penguatan posisi won sebagai agenda utama di era digital.
Fokus ke Infrastruktur yang Dikendalikan Negara
Dalam paparannya, Shin menegaskan bahwa bank sentral akan memperluas penggunaan CBDC dan deposit token melalui fase lanjutan proyek nasional, termasuk inisiatif seperti Project Hangang. Langkah ini juga akan dikaitkan dengan kolaborasi global, termasuk Project Agora, untuk memperkuat posisi won dalam sistem pembayaran internasional.
Pendekatan ini mencerminkan preferensi bank sentral terhadap infrastruktur yang berada di bawah kendali otoritas moneter. Berbeda dengan stablecoin yang umumnya diterbitkan oleh pihak swasta, CBDC dan deposit token memberikan kontrol penuh kepada regulator atas likuiditas, distribusi, dan stabilitas sistem.
Dalam konteks global, tren ini juga terlihat di banyak negara. Data Bank for International Settlements menunjukkan lebih dari 130 bank sentral di dunia kini sedang mengeksplorasi atau mengembangkan CBDC. Namun, hanya sebagian kecil yang memberikan ruang luas bagi stablecoin dalam sistem domestik.
Stablecoin Ditinggalkan, Padahal Sedang Disiapkan
Menariknya, pidato Shin sama sekali tidak menyinggung stablecoin berbasis won, meskipun instrumen ini tengah menjadi fokus pembahasan legislatif di Korea Selatan.
Pemerintah di bawah Presiden Lee Jae-myung diketahui sedang mendorong pembentukan kerangka hukum melalui Digital Asset Basic Act. Regulasi ini bertujuan menciptakan pasar aset digital yang lebih terstruktur, termasuk pengembangan stablecoin lokal.
Sejumlah institusi keuangan besar di Korea Selatan bahkan telah bersiap masuk ke bisnis stablecoin dan pembayaran berbasis aset digital, menunggu kepastian regulasi.
Namun, absennya pembahasan stablecoin dalam pidato gubernur baru mengirim sinyal kuat: bank sentral tampaknya masih berhati-hati terhadap instrumen tersebut.
Sikap ini tidak muncul tiba-tiba. Saat masih menjabat di Bank for International Settlements, Shin dikenal memiliki pandangan kritis terhadap stablecoin.
Dalam salah satu laporannya, ia menilai stablecoin sulit menggantikan mata uang resmi karena sifatnya yang terfragmentasi dan bergantung pada berbagai penerbit yang berbeda.
Meski demikian, laporan terbaru menyebutkan bahwa ia mulai melunak, dengan membuka kemungkinan stablecoin berbasis won dapat hidup berdampingan dengan CBDC di masa depan.
Namun untuk saat ini, prioritas tetap jelas: membangun sistem keuangan digital yang terpusat, stabil, dan dapat dikontrol penuh oleh otoritas moneter.
Tarik-Menarik Kepentingan
Kondisi ini mencerminkan tarik-menarik yang terjadi di banyak negara. Di satu sisi, industri mendorong inovasi berbasis stablecoin yang lebih fleksibel dan cepat berkembang. Di sisi lain, bank sentral cenderung memilih pendekatan yang lebih konservatif demi menjaga stabilitas sistem keuangan.
Keputusan Bank of Korea untuk kembali fokus pada CBDC juga menjadi menarik jika melihat konteks sebelumnya. Pada pertengahan 2025, proyek CBDC sempat melambat ketika stablecoin berbasis won mulai mendapatkan momentum di pasar.
Kini, dengan kepemimpinan baru, arah itu tampaknya dibalik.
Masa Depan Sistem Pembayaran Digital
Ke depan, Korea Selatan kemungkinan akan menjadi salah satu laboratorium penting dalam pertarungan model keuangan digital: antara sistem berbasis negara (CBDC) dan sistem berbasis pasar (stablecoin).
Pilihan kebijakan hari ini akan menentukan bagaimana arsitektur keuangan digital dibangun—apakah lebih terpusat dan terkendali, atau lebih terbuka dan kompetitif.
Untuk saat ini, sinyal dari Seoul cukup jelas. Dalam membangun masa depan keuangan digital, bank sentral memilih jalur yang paling bisa mereka kendalikan.
Digionary:
● Bank Sentral: Lembaga yang mengatur kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan suatu negara.
● CBDC: Mata uang digital resmi yang diterbitkan dan dikendalikan oleh bank sentral.
● Deposit Token: Representasi digital dari simpanan bank yang dapat digunakan dalam transaksi berbasis blockchain.
● Digital Asset: Aset berbasis teknologi digital seperti cryptocurrency dan token.
● Project Agora: Inisiatif global untuk meningkatkan sistem pembayaran lintas negara berbasis teknologi baru.
● Project Hangang: Proyek pengembangan sistem keuangan digital oleh Bank of Korea.
● Stablecoin: Aset kripto yang nilainya dipatok pada mata uang tertentu seperti dolar atau won.
● Sistem Pembayaran: Infrastruktur yang memungkinkan transaksi keuangan antar pihak.
● Won: Mata uang resmi Korea Selatan.
#CBDC #BankOfKorea #Stablecoin #DigitalCurrency #Blockchain #Fintech #CryptoRegulation #KoreaSelatan #CentralBank #DigitalAsset #Web3 #Tokenisasi #EkonomiDigital #InovasiKeuangan #CryptoPolicy #CBDCKorea #FintechAsia #PembayaranDigital #AsetDigital #RegulasiCrypto
