PT Bank Syariah Nasional (BSN) melakukan ekspansi menembus ekosistem ekonomi Muhammadiyah sebagai langkah agresif mendongkrak pangsa pasar perbankan syariah nasional yang stagnan di kisaran 7%–8%. Melalui kerja sama strategis dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, BSN membidik pengelolaan likuiditas ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), digitalisasi sistem pembayaran, hingga penetrasi ritel lewat kartu co-branding dan aplikasi Bale Syariah. Ekspansi ini ditopang aset Rp72,9 triliun dan ambisi mempercepat inklusi keuangan syariah yang baru mencapai 13,41%.
Fokus:
■ BSN masuk langsung ke jaringan luas Muhammadiyah untuk mengelola likuiditas, payroll, dan sistem pembayaran ribuan AUM, mempercepat ekspansi tanpa menunggu pertumbuhan organik pasar.
■ Melalui Bale Syariah, QRIS, virtual account, dan kartu co-branding, BSN membidik peningkatan inklusi keuangan syariah yang baru 13,41%.
■ Dengan aset Rp72,9 triliun dan 118 outlet, BSN menargetkan kontribusi signifikan terhadap DPK sekaligus mendorong pangsa pasar syariah melampaui stagnasi 7%–8%.
Di tengah pangsa pasar perbankan syariah nasional yang tak kunjung beranjak dari angka satu digit tinggi, PT Bank Syariah Nasional (BSN) memilih jalur agresif dengan masuk langsung ke jantung ekosistem ekonomi Muhammadiyah. Bukan sekadar kerja sama simbolik, langkah ini menjadi taruhan strategis untuk mengubah peta persaingan industri keuangan syariah Indonesia.

PT Bank Syariah Nasional (BSN) melancarkan ekspansi besar-besaran dengan menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Tangerang, Banten, Selasa (24/2), menjadi pintu masuk BSN untuk mengelola likuiditas dan sistem keuangan di ribuan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di seluruh Indonesia.
BSN resmi menggandeng Muhammadiyah dalam ekspansi besar untuk mendongkrak pangsa pasar bank syariah yang stagnan di 7%–8%. Bidik ribuan AUM, digitalisasi keuangan, hingga pembiayaan perumahan warga.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dalam satu dekade terakhir, pangsa pasar perbankan syariah nasional masih tertahan di kisaran 7%–8%. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41%, jauh di bawah inklusi keuangan nasional yang sudah menembus lebih dari 80%.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa strategi perseroan kini berubah dari menunggu pertumbuhan organik menjadi penetrasi langsung ke ekosistem yang sudah mapan.
“Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini adalah momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata,” kata Alex di Tangerang, Selasa (24/2).
Muhammadiyah dikenal memiliki jaringan luas yang meliputi ratusan perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, koperasi, hingga unit usaha produktif. Bagi BSN, ini berarti peluang pengelolaan dana dalam skala besar sekaligus perluasan basis nasabah ritel.
Dalam kerja sama ini, BSN memposisikan diri sebagai penyedia solusi cash management digital bagi AUM. Layanan yang disiapkan mencakup payroll pegawai, virtual account mahasiswa dan pasien, integrasi QRIS, hingga sistem pembayaran terintegrasi lintas unit usaha.
Tak berhenti di level institusi, BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah–BSN yang menyasar jutaan warga persyarikatan secara langsung. Seluruh layanan akan terintegrasi dalam aplikasi Bale Syariah by BSN, yang menyediakan akses pembiayaan perumahan syariah, pembiayaan multiguna, hingga investasi cicilan emas berbasis digital.
Ekspansi ini ditopang fondasi keuangan BSN yang menguat pasca-transformasi tahun lalu. Bank ini lahir dari proses akuisisi Victoria Syariah oleh BTN Syariah dan kini membukukan total aset Rp72,9 triliun per Desember 2025, dengan dukungan 118 outlet nasional.
BSN optimistis penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah akan memberikan kontribusi signifikan terhadap dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan produktif. Apalagi, jika merujuk pengalaman Malaysia, pangsa pasar perbankan syariah di negara tersebut telah melampaui 40%, menjadi contoh bagaimana ekosistem yang kuat mampu mendorong pertumbuhan industri.
“Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Kami berkomitmen memberikan manfaat finansial yang berkelanjutan bagi keluarga besar Muhammadiyah melalui program yang terukur,” pungkas Alex.
Dari pihak Muhammadiyah, dukungan terhadap penguatan ekonomi syariah ditegaskan langsung oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief.
“Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai yang ada di amal usaha, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran yang strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air. Tentu diantaranya melakukan berbagai bentuk pembiayaan untuk penguatan revitalisasi amal usaha Muhammadiyah,” ujar Hilman.
Ia menambahkan bahwa pimpinan pusat telah membentuk tim khusus untuk pengadaan perumahan subsidi dan non-subsidi bagi warga persyarikatan, termasuk pegawai, karyawan, dan aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Langkah BSN dan Muhammadiyah ini menandai fase baru integrasi antara lembaga keuangan syariah dan organisasi kemasyarakatan. Jika berhasil, model ini bisa menjadi blueprint kolaborasi strategis yang mempercepat pertumbuhan industri perbankan syariah nasional—dari stagnan menjadi akseleratif.
Digionary:
● Amal Usaha Muhammadiyah (AUM): Unit usaha milik Muhammadiyah di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
● Cash Management: Layanan pengelolaan arus kas institusi secara terintegrasi.
● Co-branding: Kerja sama dua merek dalam satu produk, seperti kartu debit bersama.
● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana masyarakat yang dihimpun bank melalui tabungan, giro, dan deposito.
● Inklusi Keuangan Syariah: Tingkat akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
● QRIS: Quick Response Code Indonesian Standard untuk sistem pembayaran digital nasional.
● Transformasi Akuisisi: Proses perubahan struktur bank melalui pengambilalihan saham.
#BSN #BankSyariahNasional #Muhammadiyah #EkonomiSyariah #PerbankanSyariah #InklusiKeuangan #DPK #DigitalBanking #BaleSyariah #QRIS #CashManagement #AUM #KeuanganSyariah #IndustriKeuangan #TransformasiBank #EkspansiBisnis #PerumahanSyariah #InvestasiEmas #EkonomiUmat #StrategiBisnis
