Sengkarut Monopoli Visa di Olimpiade Milano, Eropa Mulai Gerah dengan Dominasi AS

- 17 Februari 2026 - 10:07

Monopoli pembayaran oleh Visa di ajang Olimpiade Milano Cortina 2026 menjadi tamparan keras bagi kedaulatan ekonomi Eropa, di tengah dominasi penyedia layanan keuangan non-Uni Eropa yang kini menguasai dua pertiga transaksi di zona euro. Ketergantungan akut ini memicu Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempercepat proyek “Euro Digital” yang ditargetkan meluncur pada 2029 guna mengurangi ketergantungan pada pemain global seperti Visa dan Mastercard. Isu ini sekaligus memicu perdebatan mengenai hak konsumen atas uang tunai, setelah beberapa gerai di pusat media Olimpiade sempat menolak pembayaran cash, memaksa otoritas untuk menegaskan kembali mandat penggunaan mata uang fisik di ruang publik.


Fokus:

​■ Kerja sama eksklusif Visa dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) hingga 2032 menyoroti betapa kuatnya cengkeraman perusahaan AS terhadap infrastruktur pembayaran di Eropa.
​■ ECB memandang peluncuran mata uang digital bank sentral (CBDC) bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan instrumen vital untuk menjaga keamanan ekonomi dan kendali atas destiny finansial kawasan.
​■ Di tengah tren digitalisasi, Uni Eropa tengah menggodok undang-undang untuk mewajibkan penerimaan uang tunai guna melindungi akses masyarakat yang tidak memiliki kartu kredit tertentu atau lebih memilih privasi transaksi fisik.


​Bagi pengunjung yang ingin membeli suvenir di toko resmi Olimpiade Milano Cortina 2026, kenyataan pahit segera menyambut: uang tunai sulit diterima, dan kartu debit non-Visa praktis tidak berguna. Pemandangan antrean panjang di ATM resmi Olimpiade bukan karena pengunjung kekurangan uang, melainkan karena mereka tidak memiliki kartu Visa—satu-satunya penyedia layanan pembayaran yang diterima di arena Games.

​Monopoli yang telah berlangsung selama empat dekade ini kini bukan sekadar masalah kenyamanan turis, melainkan menjadi simbol kerentanan ekonomi Eropa. Bank Sentral Eropa (ECB) melihat dominasi pemain global asal Amerika Serikat seperti Visa dan Mastercard sebagai ancaman terhadap kedaulatan finansial Benua Biru.

​”Kita perlu mengatasi ketergantungan saat ini dalam pembayaran ritel dan membalikkan keadaan,” tegas Piero Cipollone, Anggota Dewan Eksekutif ECB, dalam pidatonya pekan lalu seperti dikutip Reuters. Data menunjukkan betapa jomplangnya persaingan: penyedia kartu asing kini menguasai 66.7% dari seluruh transaksi kartu di zona euro.

Euro Digital sebagai Jawaban

Sebagai langkah defensif, ECB menargetkan peluncuran Euro Digital pada 2029. Proyek ini dipandang sebagai “jangkar” ekonomi yang memungkinkan warga Eropa melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja tanpa bergantung pada infrastruktur perusahaan non-UE.

​”Sederhananya: jika kita kehilangan kendali atas uang kita, kita kehilangan kendali atas takdir ekonomi kita,” tambah Cipollone. Proyek ini direncanakan bekerja secara offline seperti uang tunai dan online layaknya dompet digital, memberikan alternatif publik yang tidak didorong oleh motif laba perusahaan swasta.

Kembalinya Takhta Uang Tunai

Masalah ini memuncak di pusat media (IBC) Milan, di mana para jurnalis internasional dilaporkan harus mengembalikan barang belanjaan mereka di supermarket Esselunga karena gerai tersebut awalnya hanya menerima kartu. Protes ini memaksa penyelenggara untuk mengaktifkan kembali layanan uang tunai mulai Senin (16/2).

​Meskipun digitalisasi terus melaju, regulator Uni Eropa kini tengah menggodok aturan yang mewajibkan toko dan penyedia jasa menerima uang tunai secara mutlak. Hal ini dilakukan demi menjaga inklusivitas bagi warga yang tidak memiliki akses kartu atau mereka yang menolak sistem pelacakan data oleh perusahaan teknologi besar.

​Kerumitan di Olimpiade Milano Cortina menjadi pengingat bagi Brussels bahwa transisi menuju kemandirian ekonomi adalah maraton panjang, bukan lari cepat. Tanpa Euro Digital atau perlindungan uang tunai yang kuat, Eropa akan terus menjadi penonton di rumah sendiri dalam kompetisi teknologi pembayaran global.


Olimpiade Milano Cortina 2026, monopoli Visa, Euro Digital, Bank Sentral Eropa, sistem pembayaran Uni Eropa, kedaulatan ekonomi, transaksi nontunai Eropa,

​Digionary:

● CBDC (Central Bank Digital Currency): Bentuk digital dari mata uang resmi suatu negara yang diterbitkan dan dijamin oleh bank sentral.
● Euro Digital: Proyek mata uang digital Uni Eropa yang bertujuan menjadi alat pembayaran sah selain uang kertas dan koin.
● IOC (International Olympic Committee): Organisasi internasional non-pemerintah yang bertanggung jawab menyelenggarakan Olimpiade.
● Monopoli Pembayaran: Kondisi di mana hanya satu penyedia layanan keuangan yang diizinkan beroperasi dalam sebuah ekosistem atau acara tertentu.
● Zona Euro: Wilayah geografis dan ekonomi yang terdiri dari negara-negara anggota Uni Eropa yang telah mengadopsi euro sebagai mata uang resmi.

​#Olimpiade2026 #MilanoCortina #Visa #EkonomiEropa #EuroDigital #ECB #Fintech #KedaulatanDigital #GlobalFinance #CentralBank #DigitalCurrency #PaymentSystem #CashIsKing #EuropeNews #Finansial #Investasi #BeritaInternasional #EkonomiGlobal #VisaMonopoly #Milano2026

Comments are closed.