PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan rebranding produk e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan dan mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA). Dengan memanfaatkan hampir 3.000 jaringan kantor Pos Indonesia dan fitur cardless melalui aplikasi Bale by BTN, BTN membidik penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun, sekaligus menyasar generasi muda dan masyarakat di wilayah 3T.
Fokus Utama:
■ Rebranding Tabungan BTN Pos menjadi instrumen utama BTN memburu CASA Rp5 triliun melalui sinergi digital dan jaringan fisik kantor pos nasional.
■ Fitur cardless Bale by BTN mempermudah transaksi tanpa buku tabungan, menjangkau Gen Z dan masyarakat 3T yang minim akses bank.
■ Kerja sama BTN–Pos Indonesia yang telah berlangsung 76 tahun diperkuat untuk menghadapi era perbankan digital dan ekonomi inklusif.
Kolaborasi panjang antara Bank Tabungan Negara (BTN) dan Pos Indonesia memasuki babak baru. Lewat rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos, BTN tak sekadar mengganti nama dan logo, tetapi menyusun strategi agresif untuk menjangkau dana masyarakat hingga pelosok negeri—dengan target ambisius: dana murah Rp5 triliun dalam setahun.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi meluncurkan rebranding produk tabungan hasil kolaborasi dengan PT Pos Indonesia (Persero). Produk yang sebelumnya dikenal sebagai e’Batarapos kini hadir dengan identitas baru sebagai Tabungan BTN Pos, mengusung pendekatan digital untuk menjawab tantangan inklusi keuangan dan transformasi perbankan nasional.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, rebranding ini dirancang untuk menjaring segmen generasi muda sekaligus memperluas akses layanan perbankan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kunci strategi tersebut terletak pada integrasi aplikasi Bale by BTN dengan jaringan fisik kantor pos di seluruh Indonesia.
“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon di Bandung, Jumat, (9/1).
BTN menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan melalui produk ini. Nixon menegaskan, jaringan kantor pos yang hampir tersedia di setiap kecamatan menjadi keunggulan strategis yang sulit ditandingi.
“Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan,” tegasnya.
Melalui fitur cardless di aplikasi Bale by BTN, nasabah kini tidak lagi diwajibkan membawa buku tabungan saat bertransaksi di kantor pos. Cukup menggunakan ponsel pintar, nasabah dapat melakukan setor dan tarik tunai dengan kode token yang dihasilkan aplikasi.
“Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone, sehingga inisiatif strategis ini dapat menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan membantu peningkatan inklusi keuangan,” tutur Nixon.
Hingga akhir 2025, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang dilayani oleh hampir 3.000 outlet Pos Indonesia. Sinergi ini dinilai memiliki potensi besar dalam menghimpun dana masyarakat sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai bank transaksional berbasis digital.
“Pos Indonesia adalah salah satu mitra strategis yang mendukung BTN dalam transformasi pendanaan ritelnya untuk semakin menumbuhkan dana murah. BTN berupaya menjawab tantangan di era digital dengan solusi keuangan komprehensif sehingga BTN dapat menjadi bank transaksional sehari-hari yang mumpuni di sisi teknologi,” ungkap Nixon.
Dari sisi Pos Indonesia, Pelaksana Tugas Direktur Utama Haris menekankan bahwa kerja sama kedua BUMN ini telah terjalin sejak awal 1950-an dan terus berevolusi mengikuti kebutuhan zaman.
“Kalau dihitung, kerja sama Pos Indonesia dan BTN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama. Dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga hari ini kita rebranding menjadi Tabungan BTN Pos,” ujar Haris.
Menurutnya, kekuatan utama Pos Indonesia terletak pada jaringan fisik yang luas dan tingkat kepercayaan publik yang telah terbangun selama puluhan tahun.
“Hari ini kita juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantorpos. Ini baru sebagian dari skenario besar kerja sama BTN dan Pos ke depan,” kata Haris.
Digionary:
● Bale by BTN: Aplikasi digital BTN untuk transaksi perbankan, termasuk fitur cardless.
● Cardless: Metode transaksi tanpa kartu fisik atau buku tabungan, berbasis aplikasi dan kode token.
● CASA: Dana murah bank yang berasal dari tabungan dan giro.
● Dana Murah: Sumber dana berbiaya rendah yang menjadi kunci efisiensi perbankan.
● Wilayah 3T: Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang minim akses layanan keuangan.
#BTN #TabunganBTNPos #PosIndonesia #InklusiKeuangan #DanaMurah #CASA #PerbankanDigital #GenZ #Wilayah3T #BUMN #TransformasiDigital #LayananKeuangan #BankNasional #KeuanganInklusif #Cashless #BaleByBTN #KantorPos #EkonomiDigital #SinergiBUMN #FestivalBTNPos
