Sinergia Animal beri skor nol untuk bank BUMN dalam hal kesejahteraan hewan dan sistem pangan berkelanjutan

- 20 April 2024 - 06:57

Sinergia Animal sebagai organisasi non pemerintah merilis laporan yang menyebutkan kurangnya komitmen sektor perbankan terhadap kesejahteraan hewan dan sistem pangan yang berkelanjutan. Bahkan bank BUMN di Indonesia [Bank Mandiri, BRI dan Mandiri] mendapatkan skor nol dalam hal praktik sistem pangan berkelanjutan dan kesejahteraan hewan.

Dalam “Beyond Profits: Global Review of Financial Institutions in Animal Welfare and Food Systems”, lapirqn terbaru yang dirilis Sinergia Animal, NGO ini memberikan analisis komprehensif dari 80 banj yang ada di 22 negara, termasuk Indonesia.

Manajer Program Animal Welfare and Finance di Sinergia Animal, Merel van der Mark mengatakan, dari hasil analisis Sinergia Animal tersebut, yang menjadi temuan utama yaitu tingkat kepatuhan perbankan yang dievaluasi dalam menerapkan kebijakan untuk melakukan divestasi dari praktik kekejaman terhadap hewan dan mempromosikan alternatif pangan nabati.

“Tingkat kepatuhan rata-rata di bidang-bidang tersebut hanyalah 10%, dengan lebih dari 53% perbankan mendapat skor nol atau tidak memiliki komitmen terhadap perlindungan kesejahteraan hewan atau dalam mempromosikan alternatif pangan nabati,” katanya, Jumat (19/4).

Menurut dia, dunia sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berbagai tantangan tengah dihadapai dunia antara lain, krisis iklim yang sedang berlangsung, risiko kesehatan masyarakat, dan meningkatnya kerawanan pangan yang memerlukan tindakan segera dari semua sektor.

Laporan tersebut menilai kinerja bank dalam bidang-bidang tersebut menggunakan 21 kriteria, termasuk kebijakan yang melarang pendanaan praktik paling kejam terhadap hewan ternak atau aktivitas kejam lainnya seperti perdagangan satwa liar, pengujian non-medis dan medis, serta penggunaan antibiotik yang tidak bertanggung jawab. Dukungan terhadap transisi ke alternatif berbasis nabati juga diukur.

Bank internasional seperti Triodos, de Volksbank, Australian Ethical, Rabobank, dan ABN Amro menjadi lima bank teratas yang dinilai memiliki praktik sistem pangan berkelanjutan dan kesejahteraan hewan terbaik.

“Laporan tersebut mengungkapkan bahwa sebagian besar lembaga keuangan masih tertinggal dalam mendukung seruan global terhadap peningkatan perlindungan hewan dan transformasi sistem pangan,” tambahnya.

Merel mencontohkan, seperti yang disuarakan dalam pernyataan internasional baru-baru ini. Majelis PBB mendesak ambisi yang lebih besar untuk memperkuat kesejahteraan dan kesehatan hewan, sebagai kontributor signifikan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Selain itu, Conference of Parties atau Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim ke-28 (COP28) juga mengeluarkan deklarasi untuk memprioritaskan ketahanan sistem pangan serta aksi iklim.

The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga telah memperbarui pedomannya untuk memasukkan ketentuan mengenai kesejahteraan hewan. Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga ikut menyerukan agar hewan menjadi lebih sehat, terdiversifikasi serta makan berbasis nabati yang lebih banyak.

“Bank mempunyai kekuatan dan tanggung jawab untuk mewujudkan masa depan di mana kesejahteraan hewan, aksi iklim, dan kesehatan manusia terintegrasi ke dalam inti praktik ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, laporan ini merupakan seruan bagi sektor keuangan untuk memprioritaskan keberlanjutan jangka panjang dibandingkan keuntungan jangka pendek, memprioritaskan kesejahteraan hewan, dan membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Lantas bagaimana dengan bank di Indonesia? Dalam laporannya, Bank di Indonesia seperti Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), ketiga bank tersebut mendapatkan skor nol (0) dalam praktik sistem pangan berkelanjutan dan kesejahteraan hewan.

Ketiga bank tersebut mendapatkan skor 0 dari 21 aspek penilaian yang terbagi atas 5 kategori besar yaitu Animal Farming & Food Production, Animal Testing, Pets, Entertainment and Fashion dan Governance.

Rincian lebih lanjut terkait dengan kinerja bank-bank lain dapat diakses melalui laman resminya Sinergia Animal di banksforanimals.org. Melalui situs tersebut publik juga dapat mengirim pesan ke berbagai institusi untuk meminta mereka melakukan perbaikan.

“Kami berharap bank-bank dalam daftar kami melihat hal ini sebagai peluang untuk melakukan perbaikan dan mendapatkan hasil yang lebih baik sambil terus mengevaluasi dan memberikan visibilitas terhadap kebijakan mereka,” dekikian Merel. ■

Comments are closed.