Yuk, berinvestasi halal di bulan ramadhan

- 26 April 2022 - 12:37

Memiliki sistem yang berbeda dengan konvensional, investasi tersebut dilakukan dengan dasar dan ajaran agama Islam. Selain mendapatkan keuntungan, praktek ekonomi ini memberikan ketenangan dan keberkahan tanpa melanggar ajaran agama.

Oleh Mahendra Koesumawardhana *) 

Di bulan Ramadhan ini Anda ingin investasi nyaman dan berkah? Anda bisa mulai mencoba investasi syariah. Sebagai informasi, ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan potensi yang semakin baik. Hal ini dibuktikan dengan bertambah tingginya minat masyarakat terhadap produk investasi syariah dari tahun ke tahun.

Memiliki sistem yang berbeda dengan konvensional, investasi tersebut dilakukan dengan dasar dan ajaran agama Islam. Selain mendapatkan keuntungan, praktek ekonomi ini memberikan ketenangan dan keberkahan tanpa melanggar ajaran agama. Namun, sama halnya dengan konvensional, investasi syariah memiliki bermacam-macam jenis instrumen yang bisa Anda pilih.

Penasaran? Yuk simak artikel berikut ini.

Investasi syariah adalah salah satu cara penanaman modal dengan tujuan meraih keuntungan sesuai syariat islam. Prinsip hukum dan landasan operasional investasi ini bersumber dari Al-Qur’an, Al-Hadist, dan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Investasi ini memiliki karakteristik yang membedakannya dari investasi konvensional. Berikut beberapa perbedaannya:

a. Menggunakan Sistem Bagi Hasil
Manajer investasi akan memberikan keuntungan melalui skema bagi hasil dengan rasio sesuai akad dan perjanjian. Besarnya return terhadap kontrak investasi berbeda-beda tergantung pada kondisi bisnis investasi syariah yang dijalankan.
b. Ada Kesepakatan Untung dan Rugi
Tak hanya menyepakati persentase keuntungan, akad investasi juga bersepakat mengenai
kerugian. Dengan demikian, investor bisa mengetahui persentase kerugian yang harus Ia tanggung ketika usahanya merugi.
c. Sesuai dengan Syariat Islam
Investasi adalah kegiatan beresiko karena penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, Islam memberi mekanisme syariah untuk menghindari riba (kelebihan), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi) melalui kejelasan aliran dana dan pembagian untung-rugi dalam akad.

Agar dapat dikategorikan sebagai investasi syariah, suatu skema investasi harus memenuhi syarat- syarat sebagai berikut:
a. Objek Investasi Halal.
Manajer investasi hanya boleh menempatkan dana investor pada bisnis-bisnis halal. Hal ini karena Islam melarang investasi terhadap bisnis non-halal seperti perusahaan minuman keras, daging babi, narkoba, dan sebagainya.
b. Pengecekan dan Pembersihan Keuntungan Secara berkala, bank syariah melakukan pengecekan pada tiap bisnis yang didanai apakah masih beroperasi sesuai syariah Islam atau tidak. Dengan demikian, bank dapat memastikan bahwa keuntungan yang diperoleh benar-benar “bersih”.
c. Disertai Akad Mudharabah dan Wakalah bil Ujrah
Akad mudharabah berkaitan dengan pembagian untung-rugi sedangkan akad wakalah bil ujrah berkaitan dengan pelimpahan kekuasaan yang diberikan investor kepada manajer investasi untuk mengelola dananya sesuai syariat islam.

Jenis Investasi Syariah
Sebelum berinvestasi, Anda perlu menentukan produk investasi syariah yang sesuai dengan
kebutuhan dan kondisi keuangan Anda. Berikut ini jenis-jenis yang dapat Anda pilih:
1. Reksa Dana Syariah
Reksadana syariah merupakan jenis investasi yang dikelola oleh manajer investasi dalam bentuk produk pasar uang, obligasi, atau saham dan harus sesuai dengan prinsip Islam. Harga reksadana cukup beragam, bahkan Anda bisa memulainya dari Rp100 ribu saja, sehingga cocok untuk pemula dengan modal kecil.
2. Sukuk
Sukuk adalah obligasi berupa efek berbentuk sekuritas aset dengan skema pengelolaan
berdasarkan syariat Islam. Sukuk dibedakan menjadi sukuk negara yang diterbitkan oleh pemerintah dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta maupun BUMN.
3. Saham Syariah
Saham syariah dikenal sebagai salah satu investasi yang paling menguntungkan. Jenis investasi ini menerapkan konsep musyarakah, yakni penyertaan modal dengan bagi hasil untuk pihak yang terlibat. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya tidak terdapat unsur riba.
4. Deposito Syariah
Deposito Syariah merupakan produk simpanan berjangka yang dikelola dengan prinsip syariah. Instrumen ini menempatkan nasabah sebagai pemilik sekaligus pengelola dana. Nantinya, pembagian keuntungan ditentukan melalui akad mudharabah (bagi hasil)
5. Properti dan Tanah
Properti dan tanah merupakan contoh investasi syariah yang paling menguntungkan karena
harganya cenderung naik setiap tahun. Namun demikian, sebelum mulai memilih aset, perhatikan juga lokasi, akses, dan resiko bencana dari asset tersebut, karena akan berpengaruh terhadap nilai investasinya di masa yang akan datang.

Itulah penjelasan OCBC NISP tentang pengertian, jenis-jenis, syarat, serta perbedaan investasi syariah dan konvensional. Setelah memahaminya, jangan ragu untuk memulai investasi sekarang juga, manfaatkan Deposito Syariah OCBC NISP untuk kelola keuangan sesuai prinsip syariah.

Masih dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan serta Ulang Tahun OCBC NISP ke 81, untuk pembukaan Deposito iB minimal Rp10 juta dengan tenor 1 bulan selama bulan ini, Anda bisa mendapatkan tambahan nisbah 0,81% dari nisbah counter.

Untuk pembukaan Tabungan Mudharabah iB minimal Rp3 juta dengan tenor 1 bulan hold bisa mendapatkan saldo eWallet sebesar Rp81 ribu. Promo Deposito iB dan Tabungan Mudharabah iB ini hanya berlaku untuk 81 nasabah pertama.

Saat ini kebutuhan investasi menjadi utama untuk dapat menjadi #FinanciallyFit. Yuk turut membangun negeri melalui investasi sukuk bersama OCBC NISP. Apapun reksadana pilihanmu, selalu sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi pribadi ya..

Selamat berinvestasi!

 

*) Unit Usaha Syariah, Division Head Bank OCBC NISP.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.