Las Vegas Sands Tunjuk Woh Hup, Proyek Raksasa Baru Siap Angkat Kelas Marina Bay Sands

- 2 April 2026 - 16:36

Raksasa resor global Las Vegas Sands menunjuk perusahaan konstruksi Singapura Woh Hup sebagai kontraktor utama proyek ultra-mewah bernilai miliaran dolar di Singapura. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2030 ini menandai ekspansi strategis jangka panjang di tengah kuatnya kontribusi Marina Bay Sands terhadap ekonomi Singapura—yang mencapai sekitar 1,2% PDB—sekaligus mempertegas peran sektor pariwisata, MICE, dan hiburan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi negara tersebut.


Fokus:

■ Investasi jumbo dan proyek ikonik baru hingga 2030.
■ Kontribusi ekonomi Marina Bay Sands yang tembus 1,2% PDB Singapura.
■ Peran perusahaan lokal dalam rantai nilai investasi global.


Di tengah kompetisi global industri pariwisata dan hiburan kelas atas, Singapura kembali memasang standar baru. Las Vegas Sands tak tanggung-tanggung: investasi miliaran dolar digelontorkan untuk membangun proyek ultra-mewah generasi berikutnya—sebuah langkah strategis yang bukan hanya soal properti, tetapi tentang mempertahankan dominasi ekonomi berbasis pengalaman (experience economy) di Asia.

Keputusan Las Vegas Sands menunjuk Woh Hup bukan sekadar hasil tender biasa. Ini adalah taruhan jangka panjang pada kualitas, pengalaman, dan kepercayaan—tiga hal yang menjadi fondasi dalam proyek berskala raksasa.

Perusahaan konstruksi yang berdiri sejak 1927 itu akan memimpin pembangunan proyek ultra-mewah terbaru di kawasan Singapura, yang ditargetkan rampung pada 2030. Dengan rekam jejak membangun landmark seperti Gardens by the Bay dan Jewel Changi Airport, penunjukan ini memperlihatkan preferensi Sands terhadap mitra lokal dengan kapabilitas global.

Dengan rekam jejak membangun landmark seperti Gardens by the Bay dan Jewel Changi Airport, penunjukan ini memperlihatkan preferensi Sands terhadap mitra lokal dengan kapabilitas global.

Chairman dan CEO Las Vegas Sands, Patrick Dumont, menegaskan dimensi strategis proyek ini. “Woh Hup telah memainkan peran penting dalam membentuk pembangunan Singapura, dan kami senang dapat bekerja sama dengan perusahaan lokal yang telah berkontribusi pada banyak landmark ikonik negara ini,” katanya melalui pernyataan resmi yang diterima digitalbank.id Kamis (2/4).

Di sisi lain, Chairman Woh Hup, Kim Yong, melihat proyek ini sebagai simbol ambisi nasional. “Kami merasa terhormat ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk pengembangan ultra-mewah terbaru Las Vegas Sands, sebuah proyek yang akan menjadi simbol baru ambisi dan posisi global Singapura.”

Mesin Ekonomi yang Tak Sekadar Kasino

Yang menarik, proyek ini tidak berdiri di ruang kosong. Ia dibangun di atas fondasi performa luar biasa Marina Bay Sands sepanjang 2025.

Data menunjukkan Marina Bay Sands berkontribusi sekitar 1,2% terhadap PDB Singapura, mencatat pengeluaran bisnis tahunan sebesar S$2,64 miliar, dengan lebih dari 90% pengadaan dialokasikan ke perusahaan lokal, serta menarik sekitar 36 juta pengunjung dalam setahun. Selain itu, Marina Bay Sands juga menyelenggarakan lebih dari 2.000 event MICE.

Angka-angka ini menegaskan satu hal: integrated resort bukan lagi sekadar destinasi wisata, melainkan infrastruktur ekonomi. Menurut berbagai riset industri (termasuk McKinsey dan Deloitte), sektor experience economy—yang mencakup hiburan, hospitality, dan event global—diproyeksikan tumbuh signifikan hingga 2030, didorong oleh kelas menengah Asia yang terus meningkat.

Proyek baru ini dirancang oleh Safdie Architects yang dipimpin oleh Moshe Safdie, sosok di balik desain ikonik Marina Bay Sands.

Proyek Masa Depan: Lebih dari Sekadar Hotel Mewah

Proyek baru ini dirancang oleh Safdie Architects yang dipimpin oleh Moshe Safdie, sosok di balik desain ikonik Marina Bay Sands. Rencananya mencakup pembangunan menara hotel all-suite ultra-mewah, rooftop experience eksklusif, arena hiburan berkapasitas 15.000 kursi, ruang MICE premium seluas sekitar 200.000 kaki persegi, serta fasilitas retail luxury, spa, dan wellness.

Dengan hingga 5.000 pekerja yang bekerja 24 jam, proyek ini menjadi salah satu pengembangan properti paling ambisius di Asia saat ini.

Taruhan Besar di Tengah Kompetisi Regional

Langkah agresif ini juga mencerminkan meningkatnya persaingan antar negara Asia Tenggara dalam menarik wisatawan premium dan event global. Negara seperti Thailand, Indonesia, hingga Vietnam mulai memperkuat sektor pariwisata dan hiburan mereka.

Namun Singapura tampaknya memilih strategi berbeda: bukan sekadar kuantitas wisatawan, melainkan kualitas pengalaman dan nilai ekonomi per pengunjung.


Digionary:

● All-suite hotel: Hotel dengan seluruh kamar berbentuk suite (lebih luas dan premium)
● Integrated Resort (IR): Kawasan terpadu berisi hotel, kasino, hiburan, dan fasilitas bisnis
● Kapitalisasi ekonomi: Nilai ekonomi yang dihasilkan dari suatu aktivitas bisnis
● MICE: Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions—industri event bisnis
● Procurement: Proses pengadaan barang dan jasa oleh perusahaan
● Rooftop experience: Fasilitas hiburan atau kuliner di puncak bangunan
● Value chain (rantai nilai): Seluruh proses yang menciptakan nilai dalam bisnis

#LasVegasSands #MarinaBaySands #Singapura #PropertiMewah #InvestasiGlobal #PariwisataAsia #MICEIndustry #LuxuryDevelopment #EkonomiSingapura #HospitalityIndustry #MegaProject #RealEstateAsia #WisataPremium #EkonomiDigital #EventGlobal #Konstruksi #WohHup #SafdieArchitects #UrbanDevelopment #InvestmentNews

Comments are closed.