Menandai usia ke-76, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meresmikan Digital Store di Central Park, Jakarta, sebagai bagian dari ambisi ambisius membangun 100 gerai digital hingga 2027. Mengincar segmen Milenial dan Gen Z, gerai ini menawarkan efisiensi tinggi dengan klaim pembukaan rekening kurang dari lima menit melalui konsep paperless dan self-service. Langkah ini mempertegas pivot BTN dari bank spesialis perumahan konvensional menjadi penyedia layanan gaya hidup digital yang adaptif.
Fokus:
■ Target Ekspansi: Bidik 100 gerai digital pada 2027; saat ini sudah mengoperasikan 24 gerai.
■ Efisiensi Layanan: Proses pembukaan rekening <5 menit dan ganti kartu <2 menit secara mandiri.
■ Sinergi Lifestyle: Kolaborasi dengan mitra kopi dan hiburan untuk meningkatkan engagement nasabah di pusat perbelanjaan.
Bertepatan dengan hari jadinya yang ke-76, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat penetrasi pasar digital dengan meresmikan gerai Digital Store terbaru di Central Park, Jakarta, Jumat (13/2). Inisiatif ini merupakan bagian dari peta jalan strategis perseroan untuk mengoperasikan sedikitnya 100 gerai digital di seluruh Indonesia pada tahun 2027 guna merespons pergeseran perilaku konsumen ke arah layanan tanpa kantor (branchless).
Gerai terbaru ini mengusung filosofi paperless, seamless, dan self-service. Dengan dukungan teknologi mutakhir, BTN mengklaim nasabah kini dapat membuka rekening baru dalam waktu kurang dari lima menit dan melakukan penggantian kartu debit dalam waktu kurang dari dua menit secara mandiri.
Strategi Menjangkau “Urban Digitals”
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan bahwa penempatan gerai di lokasi publik strategis seperti pusat perbelanjaan adalah kunci untuk menjaring generasi Milenial dan Gen Z yang mendominasi profil demografi nasabah masa depan.
“Kami melihat perubahan perilaku nasabah yang semakin digital. Digital store di mall menjadi langkah strategis untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z, sekaligus memperkuat positioning kami sebagai bank yang adaptif dan inovatif,” ujar Rully dalam seremoni peresmian tersebut.
Hingga saat ini, BTN telah memiliki 24 Digital Store, di mana enam di antaranya berlokasi di titik premium seperti Ancol, Blok M, Central Park, Lippo Mall Kemang, Pondok Indah Mall, dan Supermal Karawaci. Untuk mencairkan kekakuan layanan perbankan, BTN juga menyuntikkan elemen gaya hidup melalui kolaborasi dengan mitra seperti Golden Black Coffee dan SelfieTime.
Langkah BTN memperbanyak gerai digital di pusat perbelanjaan bukan sekadar urusan branding. Di tengah persaingan ketat dengan bank digital murni (neobanks) dan bank besar lainnya yang melakukan perampingan kantor cabang konvensional, BTN mencoba mencari titik tengah: fisik namun efisien.
Secara konteks industri, transformasi ini krusial bagi BTN untuk meningkatkan porsi dana murah (Current Account Savings Account/CASA). Dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya (YoY), strategi gerai digital ini diharapkan mampu menekan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) seiring berkurangnya penggunaan kertas dan tenaga teller manual. Gerai ini juga berfungsi sebagai experience center yang memudahkan edukasi ekosistem digital BTN bagi masyarakat urban.
Digionary:
● Paperless: Sistem administrasi tanpa kertas yang memanfaatkan dokumentasi digital secara penuh.
● Seamless: Pengalaman pengguna yang mulus dalam berpindah antar tahapan layanan tanpa hambatan teknis.
● Self-Service: Layanan mandiri di mana nasabah melakukan transaksi melalui perangkat digital tanpa bantuan staf bank secara langsung.
● Experience Center: Pusat layanan yang dirancang untuk memberikan edukasi dan pengalaman langsung terkait produk atau teknologi baru kepada konsumen.
#BTN76 #DigitalTransformation #BankBTN #DigitalStore #FintechIndonesia #BankingInnovation #MilenialBanking #SmartBanking #CentralParkJakarta
