Eksodus Besar di Pasar Kripto: Bitcoin Terperosok, Investor Menyerah Massal

- 17 Februari 2026 - 08:03

Pasar kripto memasuki fase kapitulasi hebat pada Februari 2026 setelah harga Bitcoin terjun bebas ke level US60.000, memicu kerugian terealisasi harian yang menembus angka US2 miliar. Berbeda dengan koreksi pada November 2025 yang didominasi oleh investor spekulatif, guncangan kali ini memaksa pemegang jangka panjang dan pembeli baru di harga puncak (US98.000) untuk menyerah massal. Dengan volume perdagangan *futures* yang meledak hingga US107 miliar per hari, pasar kini berada dalam masa transisi psikologis untuk mencari titik keseimbangan baru di atas harga terealisasi (US$55.000).


Fokus:

​■ Pembersihan pasar terjadi pada dua kelompok sekaligus: investor lama yang kelelahan menunggu pemulihan dan investor baru yang terjebak di harga puncak US80.000–US98.000.
​■ Laju kerugian harian mencapai US1,5 miliar hingga US2 miliar, menandakan perpindahan tangan aset secara masif dari pihak yang “panik” ke pihak yang memiliki likuiditas lebih kuat.
​■ Penurunan harga memicu lonjakan aktivitas di pasar derivative, dengan volume futures melampaui US$107 miliar, mencerminkan tingginya volatilitas dan upaya lindung nilai (hedging) investor.


​Pasar aset kripto kembali menghadapi ujian kredibilitas yang brutal. Memasuki pertengahan Februari 2026, Bitcoin (BTC) resmi memasuki fase kapitulasi massal setelah harganya terperosok ke kisaran US60.000. Penurunan ini bukan sekadar koreksi teknis biasa, melainkan sebuah “pembersihan” pasar yang memaksa investor kelas kakap maupun ritel melepas aset mereka dengan kerugian terealisasi menembus US2 miliar dalam satu hari.

​Laporan terbaru dari firma riset Checkonchain pada 10 Februari lalu melukiskan pemandangan yang kelam: pasar sedang mengalami pergeseran psikologi yang ekstrem. Jika pada November 2025 tekanan jual didominasi oleh investor “angkatan 2025” yang menyerah karena harga stagnan, Februari 2026 justru menghantam mereka yang membeli di puncak kejayaan—pada rentang harga US80.000 hingga US98.000.

Kerugian Berdarah di Seluruh Lini

Data on-chain mengungkap statistik yang mengejutkan. Dalam satu jendela perdagangan harian yang paling berat, pemegang jangka pendek mencatat kerugian sekitar US1,14 miliar. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah goyahnya “tangan besi” (*diamond hands*); pemegang jangka panjang yang biasanya tahan banting pun ikut mencatatkan kerugian terealisasi sebesar US225 juta.

​Volume perdagangan menunjukkan kepanikan yang terorganisir. Volume spot harian melonjak ke US15,4 miliar, sementara pasar derivatif meledak dengan volume *futures* mencapai lebih dari US107 miliar per hari. Bahkan, ETF Bitcoin yang menjadi primadona institusi mencatatkan rekor volume mingguan sebesar US$45,6 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa banyak pihak terjebak dalam posisi leverage yang terpaksa dilikuidasi seiring jatuhnya harga.

Mencari Titik Dasar

Secara fundamental, harga terealisasi (realized price) Bitcoin—rata-rata harga saat koin terakhir berpindah tangan—saat ini berada di kisaran US55.000. Level ini dianggap sebagai benteng terakhir bagi para pendukung optimis. Di sisi lain, rata-rata nilai pasar yang bertengger di kisaran US79.400 kini menjadi resistensi psikologis yang berat untuk ditembus kembali dalam waktu dekat.

​Analis pasar menilai penurunan ke level US$60.000 adalah hasil dari “kelelahan” dua kelompok investor sekaligus. Pasar kini harus mencerna tekanan kerugian yang masif ini sebelum mampu membangun kembali minat risiko. Sejarah mencatat bahwa setelah fase kapitulasi yang menyakitkan, pasar biasanya membutuhkan waktu untuk konsolidasi sebelum memulai tren baru, di mana aset berpindah dari “tangan yang lemah” ke “tangan yang lebih sabar”.


​Digionary:

​● Capitalization (Kapitulasi): Fase dalam pasar di mana investor menyerah secara massal dan menjual aset mereka untuk menghentikan kerugian lebih lanjut, seringkali diikuti oleh volume perdagangan yang melonjak tajam.
● Cut Loss: Tindakan menjual aset dalam keadaan rugi untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.
● Futures: Kontrak berjangka yang mewajibkan pembeli untuk membeli aset pada tanggal dan harga yang telah ditentukan di masa depan.
● On-Chain Data: Informasi mengenai transaksi yang dicatat langsung di jaringan blockchain, memberikan gambaran transparan mengenai aktivitas investor.
● Realized Loss (Kerugian Terealisasi): Kerugian yang terjadi secara nyata setelah aset dijual pada harga yang lebih rendah dari harga beli.
● Spot Market: Pasar keuangan di mana aset diperdagangkan untuk pengiriman dan pembayaran segera.

​#Bitcoin #Kripto #Investasi #PasarModal #KapitulasiBitcoin #BeritaEkonomi #BTC #Blockchain #UpdateKripto #WallStreet #KeuanganDigital #Finansial #MarketCrash #StrategiInvestasi #DigitalAsset #CryptoNews #Bitcoin2026 #IHSG #Rupiah #BitcoinCrash

Comments are closed.