Tanggapi Lonjakan Adopsi AI, Lintasarta dan MoraRepublic Sepakat Sinergikan Jaringan Digital

- 7 September 2026 - 17:39

PT Lintasarta dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) resmi memperkuat kolaborasi strategis dalam mengintegrasikan infrastruktur dan teknologi digital nasional guna merespons lonjakan permintaan pemrosesan data berbasis cloud serta kecerdasan buatan (AI). Diumumkan pada ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026, kemitraan ini menggabungkan ekosistem Lintasarta Intelligent Core dengan jaringan fiber optik dan kabel bawah laut milik MoraRepublic. Sinergi antarpemain utama telekomunikasi ini ditujukan untuk membangun fondasi jaringan yang terintegrasi, mandiri, dan tangguh guna menopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Sinergi Lintasarta-MoraRepublic: Mengintegrasikan konektivitas jaringan, cloud, cybersecurity, serta AI dalam satu ekosistem terpadu.
■ Penguatan Infrastruktur Digital: Memanfaatkan jaringan fiber optik dan kabel bawah laut untuk stabilitas tranformasi digital nasional.
■ Kedaulatan Data Indonesia: Mendorong adopsi teknologi berbasis sovereign digital infrastructure yang aman dari risiko siber.


Peningkatan kebutuhan industri terhadap adopsi komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memacu para penyedia jasa infrastruktur digital untuk memperkuat konsolidasi. PT Lintasarta dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) sepakat memperluas integrasi kapabilitas teknologi dan jaringan telekomunikasi guna menopang transformasi digital nasional.

Pernyataan komitmen bersama tersebut ditegaskan dalam perhelatan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali melalui pertemuan antara President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan dan Chief Technology Officer MoraRepublic Michael McPhail.

Langkah taktis ini diambil di tengah laju ekonomi digital Indonesia yang terus menunjukkan tren positif. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia dapat menembus US$ 109 miliar pada 2025 dan berpotensi menyentuh angka US$ 200 miliar hingga US$ 360 miliar pada 2030, di mana permintaan atas efisiensi data center serta pemrosesan AI menjadi salah satu faktor pendorong utamanya.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan bahwa kolaborasi antarpemain dengan kapabilitas yang saling melengkapi menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur digital yang andal, terintegrasi, dan adaptif.

“Lintasarta berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan MoraRepublic untuk mengintegrasikan kekuatan masing-masing dan menghadirkan solusi yang semakin relevan bagi kebutuhan industri. Kami percaya sinergi dalam ekosistem digital akan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat transformasi dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi Indonesia,” ujar Armand.

Sinergi Lintasarta-MoraRepublic: Mengintegrasikan konektivitas jaringan, cloud, cybersecurity, serta AI dalam satu ekosistem terpadu.

Melalui Lintasarta Intelligent Core, Lintasarta menyatukan empat pilar utama layanan, mencakup Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI. Seluruhnya dibingkai dalam arsitektur digital berdaulat (sovereign), terintegrasi, dan tanpa hambatan (seamless). Skema ini memosisikan perusahaan sebagai pengarah (orchestrator) infrastruktur untuk menjawab kebutuhan korporasi yang kian kompleks.

Di sisi lain, MoraRepublic memperkuat aliansi ini melalui keunggulan aset fisik. Perusahaan memiliki bentangan jaringan fiber optik, sistem kabel laut, terrestrial fiber, jaringan pita lebar (broadband), serta pusat data yang menjadi tulang punggung lalu lintas data nasional.
Chief Technology Officer MoraRepublic, Michael McPhail, mengatakan bahwa kolaborasi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

“MoraRepublic menyambut baik komitmen Lintasarta untuk memperkuat sinergi dan mengintegrasikan kapabilitas masing-masing. Kami melihat kolaborasi ini dapat membuka peluang untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia,” ujar Michael.

Sinergi teknis antara kapasitas jaringan fiber optik MoraRepublic dan pemrosesan data Lintasarta diharapkan mampu mempercepat penetrasi solusi digital berbasis AI di sektor manufaktur, perbankan, hingga pemerintahan secara efisien.

Chief Executive Officer MoraRepublic, Timotius Max Sulaiman, menambahkan bahwa skala transformasi digital nasional memerlukan ekosistem yang solid dan berdaya tahan tinggi.

“Transformasi digital Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur yang kuat, dibutuhkan kolaborasi antarpemain untuk membangun ekosistem digital yang siap menghadapi kebutuhan masa depan. MoraRepublic dan Lintasarta memiliki kapabilitas yang saling melengkapi, dan kami percaya sinergi ini dapat menjadi salah satu katalis dalam menghadirkan infrastruktur digital yang semakin terintegrasi, dan resilient bagi Indonesia,” ujar Timotius.

Ke depan, kedua entitas akan terus mengeksplorasi skema operasional baru untuk memaksimalkan kapasitas jaringan dan keandalan sistem keamanan siber guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. ■


DIGIONARY:

● AI (Artificial Intelligence): Teknologi komputer yang dirancang untuk meniru fungsi kognitif manusia seperti pemecahan masalah dan pembelajaran.
● BATIC (Bali Annual Telkom International Conference): Konferensi tahunan internasional sektor telekomunikasi yang mempertemukan pelaku industri global dan domestik di Bali.
● Cloud Computing: Layanan penyediaan sumber daya komputasi seperti server, penyimpanan data, dan database melalui jaringan internet.
● Cybersecurity: Praktik perlindungan terhadap sistem, jaringan, dan program dari serangan digital atau akses ilegal.
● Data Center: Fasilitas fisik yang digunakan oleh perusahaan untuk menampung sistem komputer dan komponen terkait seperti penyimpanan data.
● Fiber Optik: Saluran transmisi data berbasis helai kaca atau plastik yang dapat mentransfer data berkecepatan tinggi menggunakan gelombang cahaya.
● Kabel Bawah Laut: Kabel transmisi telekomunikasi yang dibentangkan di dasar laut untuk menghubungkan stasiun darat antarwilayah atau antarnegara.
● Orchestrator: Entitas yang mengoordinasikan, mengelola, dan mengintegrasikan berbagai sistem atau kapabilitas teknologi menjadi satu kesatuan operasional.
● Resilient: Kemampuan suatu sistem atau infrastruktur untuk bertahan dan pulih kembali secara cepat dari gangguan teknis maupun ancaman luar.
● Sovereign Digital Infrastructure: Infrastruktur digital yang dirancang dan dioperasikan sesuai dengan ketentuan kedaulatan data dan regulasi hukum suatu negara.

#Lintasarta #MoraRepublic #BATIC2026 #InfrastrukturDigital #EkonomiDigital #AsetDigital #Konektivitas #CloudIndonesia #Cybersecurity #TeknologiAI #DataCenter #FiberOptik #KabelBawahLaut #DigitalTransformation #Telekomunikasi #SolusiBisnis #AIIndonesia #InovasiDigital #SinergiBUMN #KeamananSiber

Comments are closed.