Transaksi Lintas Negara QRIS Tembus Rp7,6 Triliun, BI Siapkan Ekspansi ke Arab Saudi

- 6 September 2026 - 09:02

Bank Indonesia mencatat total nilai transaksi pembayaran lintas negara menggunakan QRIS mencapai Rp 7,63 triliun hingga Juli 2026, ditopang integrasi sistem pembayaran digital yang telah terhubung dengan enam negara kawasan. Ekspansi konektivitas regional ini berhasil mendorong efisiensi transaksi antarnegara bagi wisatawan dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya saing sistem pembayaran nasional di pasar global.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Total transaksi pembayaran lintas negara menggunakan QRIS mencapai Rp 7,63 triliun hingga Juli 2026 dari koneksi di enam negara.
■ Pengguna QRIS di luar negeri tidak perlu melakukan penukaran valuta asing secara fisik untuk bertransaksi di negara mitra.
■ Bank Indonesia tengah memfinalisasi perluasan konektivitas QRIS ke Hong Kong, Timor Leste, India, dan kawasan Arab Saudi.


Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan signifikan pada penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi lintas negara (cross-border payment). Hingga Juli 2026, total nilai transaksi inbound dan outbound QRIS telah menembus angka Rp 7,63 triliun.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh keberhasilan integrasi sistem pembayaran digital Indonesia di enam negara mitra, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi inbound—yakni penggunaan QRIS oleh wisatawan asing di Indonesia—mendominasi perolehan dengan nilai mencapai Rp 5,9 triliun (setara US$ 326,3 juta) dari total 19,76 juta transaksi.

Sementara itu, transaksi outbound atau penggunaan QRIS oleh warga negara Indonesia di luar negeri tercatat sebesar Rp 1,73 triliun (setara US$ 95,6 juta) dengan volume 4,32 juta transaksi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa perluasan jaringan pembayaran digital antarnegara ini memberikan kemudahan praktis bagi masyarakat yang melakukan perjalanan internasional tanpa harus bergantung pada uang tunai fisik atau penukaran valas.

“Jadi sudah lintas negara. Kita sudah memiliki koneksi dengan enam negara yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Cina ya,” kata Fili dalam Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Sabtu (5/9).

Filianingsih menambahkan, integrasi teknis ini dirancang untuk menyederhanakan rantai transaksi keuangan ritel secara real-time. Pengguna cukup memanfaatkan aplikasi pembayaran nasional yang terkoneksi langsung dengan saldo rekening domestik. “Tidak perlu tukar uang di sana, cukup pakai ponsel-nya asal ada saldonya ya jangan sampai nggak ada saldonya ya,” jelasnya.

Melengkapi capaian tersebut, Bank Indonesia terus memfinalisasi tahap penjajakan kerja sama teknis dengan beberapa otoritas keuangan global lainnya. Langkah ekspansi tahap berikutnya menyasar pasar ritel dan pusat aktivitas jamaah asal Indonesia.

“Nah, kita lihat bahwa ke depan kita sedang melakukan persiapan ada diskusi yang intens dengan Hong Kong, dengan Timor Leste, juga dengan India,” ujarnya.

Selain ketiga negara tersebut, bank sentral menargetkan percepatan pemanfaatan QRIS di kawasan Timur Tengah. “Dan sebentar lagi mudah-mudahan dengan Arab Saudi,” ucapnya.

Filianingsih menegaskan bahwa masuknya Arab Saudi ke dalam ekosistem pembayaran QRIS akan memberikan dampak strategis, khususnya dalam mempermudah seluruh kebutuhan transaksi finansial jamaah haji dan umrah asal Indonesia.
“Jadi nanti kalau pergi umrah pergi haji enggak perlu tukar-tukar duit ya cukup bawa ponsel-nya dan diisi saldonya,” pungkasnya.

Perkembangan konektivitas lintas negara ini sejalan dengan meluasnya adopsi QRIS di dalam negeri, di mana total pengguna QRIS nasional telah melampaui 67 juta jiwa dengan akumulasi volume transaksi domestik mencapai 15 miliar transaksi hingga medio 2026. Integrasi sistem pembayaran ini memperkuat kerangka Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang keras utama dalam perdagangan regional. (MMS)

DIGIONARY:

● Cross-border payment: Sistem pembayaran antarnegara yang memungkinkan pemrosesan transaksi keuangan melintasi batas yurisdiksi secara langsung.
● Inbound transaction: Transaksi pembayaran yang dilakukan oleh pengguna atau wisatawan asing di dalam wilayah hukum Indonesia.
● Local Currency Transaction (LCT): Penyelesaian transaksi bilateral antara dua negara yang menggunakan mata uang lokal masing-masing tanpa konversi ke mata uang pihak ketiga.
● MDR (Merchant Discount Rate): Biaya yang dikenakan kepada pedagang atau merchant atas setiap pemrosesan transaksi pembayaran elektronik.
● Outbound transaction: Transaksi pembayaran yang dilakukan oleh warga negara Indonesia saat berada di luar negeri menggunakan infrastruktur domestik.
● QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard): Standar kode QR nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi pembayaran digital nirsentuh.
● Valuta asing (Valas): Mata uang asing yang diakui dan digunakan sebagai alat pembayaran sah dalam perdagangan internasional.
● Volume transaksi: Jumlah total frekuensi atau unit kejadian transaksi pembayaran yang terproses dalam kurun waktu tertentu.

#QRIS #BankIndonesia #TransaksiLintasNegara #KeuanganDigital #EkonomiDigital #SistemPembayaran #FintechIndonesia #InovasiPerbankan #Rupiah #WisataLuarNegeri #HajiDanUmrah #QRISLintasNegara #KonektivitasRegional #TeknologiKeuangan #LocalCurrencyTransaction #InvestasiDigital #TransaksiNirsentuh #PasarFintech #EkonomiNasional #InklusiKeuangan

Comments are closed.