Monetary Authority of Singapore (MAS) segera merampungkan pedoman manajemen risiko kecerdasan buatan (AI) yang mencakup agen AI (agentic AI), serta terus berkolaborasi dengan industri melalui kerangka kerja praktis seperti Project MindForge dan SAFR demi mengantisipasi risiko otonomi AI yang kian kompleks.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ MAS bersiap merampungkan pedoman manajemen risiko AI yang secara khusus mencakup penggunaan agen AI di sektor lembaga keuangan.
■ Regulator menerapkan pendekatan berbasis prinsip melalui kerangka kerja seperti Project MindForge dan SAFR untuk mengelola tindakan otonom AI.
■ MAS belum memastikan apakah kerangka kerja Safeguards for Agentic Finance at Runtime (SAFR) akan dijadikan persyaratan wajib pengawasan.
Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) bersiap untuk segera merampungkan pedoman manajemen risiko kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang komprehensif. Langkah ini diambil guna merespons dinamika teknologi yang kian cepat, dengan cakupan yang secara khusus turut mengatur penggunaan agen AI (agentic AI) di lembaga keuangan.
Pedoman baru ini merupakan tindak lanjut dari usulan Guidelines on Artificial Intelligence Risk Management yang sebelumnya telah dipublikasikan untuk tahap konsolidasi pada November 2025 lalu. Aturan tersebut dirancang untuk menetapkan ekspektasi yang jelas terkait pengawasan dewan direksi dan manajemen senior, kerangka kerja serta proses manajemen risiko, hingga pengendalian di seluruh siklus hidup AI.
Chairman MAS, Gan Kim Yong, seperti dikutip fintechnews.sg menjelaskan bahwa regulator mengambil pendekatan berbasis prinsip (principles-based approach). Tujuannya adalah untuk mendampingi lembaga keuangan dalam menerapkan praktik manajemen risiko secara proporsional seiring dengan perkembangan teknologi AI yang terus berjalan.
Selain menyiapkan regulasi formal, MAS juga aktif menggandeng para pelaku industri untuk mengembangkan berbagai instrumen implementasi yang aplikatif di lapangan. Melalui inisiatif Project MindForge, pihak industri telah berhasil merumuskan sebuah AI Risk Management Toolkit yang ditujukan untuk mempermudah lembaga keuangan mengadopsi pedoman risiko tersebut.
Di sisi lain, untuk menjawab kekhawatiran atas risiko jangka pendek dari agen AI yang semakin otonom, diperkenalkan pula kerangka kerja Safeguards for Agentic Finance at Runtime (SAFR). Kerangka kerja ini memuat panduan potensial dalam mengendalikan tindakan yang dilakukan oleh agen AI, mulai dari mekanisme otorisasi tindakan, penentuan waktu pengaktifan pengawasan manusia (human oversight), hingga pencatatan data (logging) tatkala keputusan krusial diambil.
Kendati demikian, ketika disinggung mengenai potensi apakah kerangka SAFR ini akan diadopsi menjadi kewajiban regulasi yang mengikat, pihak MAS belum memberikan komitmen pasti maupun menetapkan lini masa pemberlakuannya.
Sebagai gantinya, regulator memilih untuk mempertahankan kemitraan strategis bersama industri melalui Future of Finance Institute.
Langkah ini ditempuh guna terus menyempurnakan praktik terbaik, memperkaya perangkat panduan, serta mengevaluasi kembali ekspektasi pengawasan secara berkala. ■
DIGIONARY:
● Agentic AI: Sistem kecerdasan buatan otonom yang mampu merencanakan, mengambil keputusan, dan mengeksekusi tindakan secara mandiri untuk mencapai tujuan tertentu tanpa campur tangan manusia secara konstan.
● Project MindForge: Inisiatif kolaboratif industri yang menelurkan perangkat manajemen risiko AI guna membantu lembaga keuangan menerapkan standar kepatuhan.
● SAFR (Safeguards for Agentic Finance at Runtime): Kerangka kerja yang mengatur mekanisme otorisasi, pengawasan manusia, dan pencatatan audit atas tindakan operasional agen AI di sektor keuangan.
#MAS #MonetaryAuthorityOfSingapore #AgenticAI #ArtificialIntelligence #RiskManagement #FintechSingapore #RegulasiKeuangan #ProjectMindForge #SAFRFramework #FutureOfFinance #CyberSecurity #DigitalBanking #AICompliance #FinancialTechnology #InovasiKeuangan #RegTech #BankingNews #Singapura #KecerdasanBuatan #PengawasanPerbankan
