Bank DBS Indonesia memperkuat komitmen “Best Bank for a Better World” melalui program “People of Purpose,” yang fokus memberdayakan lansia menghadapi tantangan finansial, mental, dan fisik, sekaligus mencatatkan kontribusi 54.800 jam kerja sukarela karyawan sepanjang 2025.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Pemberdayaan Lansia: Fokus pada ketahanan finansial, kesehatan mental melalui kreativitas, dan menjaga kebugaran fisik di masa pensiun.
■ Budaya Kerelawanan: 85% karyawan DBS Indonesia terlibat aktif, menyumbangkan 54.800 jam sukarela bagi lebih dari 110.000 penerima manfaat.
■ Dampak Sosial Luas: Aksi mencakup literasi keuangan, distribusi 44 ton makanan surplus, dan pemberdayaan anak-anak melalui berbagai kemitraan.
Memasuki masa pensiun sering kali membawa tantangan berlapis bagi para lansia, mulai dari kerentanan terhadap modus penipuan digital, penurunan fungsi kognitif akibat berkurangnya interaksi sosial, hingga masalah kesehatan fisik. Menjawab realitas tersebut, Bank DBS Indonesia melalui inisiatif People of Purpose secara aktif merangkul komunitas lansia untuk memastikan mereka tetap memiliki ketahanan finansial, kesehatan mental, dan kesejahteraan fisik yang terjaga, selaras dengan aspirasi perusahaan sebagai Best Bank for a Better World.
Dalam rangkaian acara bertajuk “People of Purpose: Together for the Golden Age,” Bank DBS Indonesia merancang tiga sesi kegiatan strategis bagi lansia. Pertama, edukasi bertajuk Staying Safe from Scams in the Digital Era yang membekali peserta dengan literasi keamanan transaksi digital untuk melindungi kemandirian finansial mereka dari kejahatan siber yang kian marak.

Selanjutnya, untuk menanggulangi risiko penurunan fungsi kognitif dan rasa kesepian, diselenggarakan Upcycled Plant Pot Workshop. Aktivitas kreatif ini menjadi ruang interaksi sosial agar peserta tetap aktif dan produktif dalam menjalani keseharian mereka. Tidak ketinggalan, sesi Grounding & Body Movement dihadirkan untuk menjaga kebugaran fisik, membangun jejaring sosial baru, dan memastikan para lansia tetap terhubung dengan lingkungan sekitar.
Komitmen terhadap kesejahteraan kelompok usia lanjut ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang dimulai sejak 2025. Sepanjang tahun tersebut, relawan Bank DBS Indonesia telah rutin mengunjungi berbagai panti werdha, mulai dari aktivitas permainan interaktif, sesi kebersamaan untuk mengurangi rasa kesepian, hingga penyaluran paket nutrisi dan kebutuhan sehari-hari.
Budaya Kerelawanan Korporat
Dampak sosial yang dihadirkan Bank DBS Indonesia tidak lepas dari keterlibatan masif karyawannya. Data menunjukkan, sepanjang 2025, sebanyak 3.300 karyawan atau sekitar 85% dari total tenaga kerja Bank DBS Indonesia telah berpartisipasi dalam program People of Purpose. Secara kumulatif, mereka menyumbangkan lebih dari 54.800 jam sukarela yang menjangkau lebih dari 110.000 penerima manfaat melalui 338 kegiatan sosial.
Kontribusi karyawan pun merambah sektor edukasi. Melalui kemitraan dengan Dicoding dalam DBS Foundation Coding Camp, 146 relawan memberikan pelatihan keterampilan non-teknis (soft skills) kepada lebih dari 2.700 siswa kejuruan dan mahasiswa. Relawan memberikan wawasan mengenai Komunikasi Efektif, Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset), Pencitraan Diri (Personal Branding), serta kesiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, melalui kolaborasi dengan Mahija Mobile School, 198 relawan memberikan literasi dasar dan edukasi keuangan kepada 118 anak dari komunitas daur ulang di Duren Sawit dan Johar Baru.
Dalam aksi pemenuhan kebutuhan dasar, Bank DBS Indonesia bersama FoodCycle Indonesia berhasil menyelamatkan dan mendistribusikan lebih dari 44 ton makanan surplus kepada masyarakat rentan di wilayah Jabodetabek sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.
Sinergi dengan Make-A-Wish Indonesia juga dilakukan untuk mewujudkan tiga Wish Days bagi anak-anak dengan penyakit kritis, menghadirkan momen penuh harapan bagi mereka beserta keluarga. Upaya holistik ini menegaskan pandangan Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation bahwa ageing population adalah peluang untuk membangun masyarakat yang lebih adaptif terhadap perubahan. ●
DIGI-INSIGHTS:
Inisiatif People of Purpose oleh Bank DBS Indonesia menunjukkan bahwa perbankan modern dapat melampaui peran tradisionalnya sebagai intermediator keuangan dengan mengintegrasikan nilai-nilai sosial ke dalam operasional inti. Dengan menyadari bahwa ageing population bukanlah beban, melainkan peluang demografis, bank ini telah memvalidasi bahwa keterlibatan aktif dalam kesejahteraan lansia—melalui edukasi keamanan finansial digital hingga workshop kreativitas—adalah langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan tangguh terhadap perubahan. Pendekatan holistik yang mencakup aspek kesehatan mental, fisik, dan finansial ini menjadi model bagi institusi keuangan lain dalam memberikan dukungan nyata bagi nasabah di masa pensiun.
Budaya kerelawanan yang mencapai tingkat partisipasi 85% dari total tenaga kerja membuktikan keberhasilan manajemen dalam menanamkan purpose-driven culture yang kuat di internal perusahaan. Dengan menyumbangkan lebih dari 54.800 jam sukarela, karyawan tidak sekadar bekerja untuk profitabilitas, tetapi juga menjadi agen perubahan yang secara langsung memberikan dampak bagi lebih dari 110.000 penerima manfaat. Ini adalah cerminan dari transformasi perusahaan yang berhasil menyelaraskan aspirasi karyawan dengan misi Best Bank for a Better World, sehingga menciptakan keterikatan yang lebih dalam antara perusahaan, karyawan, dan komunitas yang dilayani.
Integrasi kemitraan lintas sektor—seperti kolaborasi dengan Dicoding dalam DBS Foundation Coding Camp dan FoodCycle Indonesia—menegaskan bahwa skalabilitas dampak sosial yang luas hanya dapat dicapai melalui sinergi yang terukur. Upaya mengonversi keterampilan profesional karyawan menjadi program literasi bagi anak-anak dari komunitas terpinggirkan, serta efisiensi dalam mendistribusikan 44 ton makanan surplus, menunjukkan kemampuan bank dalam memetakan masalah sosial yang spesifik dan memberikan solusi yang relevan. Strategi ini menciptakan siklus nilai berkelanjutan yang memperkuat ketahanan pangan dan kesiapan generasi muda dalam memasuki dunia kerja, sekaligus memantapkan posisi bank sebagai kontributor utama dalam pembangunan masyarakat Indonesia yang lebih baik. ●
DIGIONARY:
● Ageing Population : Kondisi meningkatnya proporsi populasi lanjut usia dalam sebuah struktur masyarakat.
● Best Bank for a Better World : Aspirasi atau visi Bank DBS Indonesia untuk menjadi lembaga keuangan yang memberikan dampak positif bagi dunia.
● Digital Scam : Berbagai bentuk penipuan yang dilakukan melalui platform atau media digital.
● FoodCycle Indonesia : Organisasi nirlaba yang fokus pada penyelamatan dan pendistribusian makanan surplus.
● Growth Mindset : Pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan diri dapat terus dikembangkan melalui kerja keras dan belajar.
● Literacy : Pemahaman atau kompetensi dasar seseorang dalam bidang tertentu, seperti keuangan atau teknologi.
● Make-A-Wish Indonesia : Organisasi yang bertujuan mewujudkan keinginan anak-anak yang mengidap penyakit kritis.
● People of Purpose : Program kerelawanan karyawan Bank DBS Indonesia dalam bidang sosial.
● Personal Branding : Praktik membentuk citra diri secara profesional untuk meningkatkan nilai jual di dunia kerja.
● Soft Skills : Keterampilan non-teknis, seperti kemampuan komunikasi dan berpikir adaptif, yang mendukung keberhasilan profesional.
#BankDBSIndonesia #PeopleOfPurpose #DBSFoundation #CSRIndonesia #PemberdayaanLansia #BestBankForABetterWorld #SocialImpact #KerelawananKaryawan #LiterasiKeuangan #AgeingPopulation #FoodSecurity #DBSCodingCamp #CorporateSocialResponsibility #LansiaAktif #InklusiSosial #DampakSosial #MasaPensiun #RelawanDBS #IndonesiaBerkembang #SustainableBanking
