Tumbuh Organik, Krom Bank Raih 1 Juta Rekening dan DPK Rp10 Triliun dalam Dua Tahun

- 3 Juni 2026 - 16:20

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mencatat tonggak penting dengan menembus 1 juta rekening dan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10 triliun hingga April 2026. Capaian tersebut diraih hanya sekitar dua tahun setelah peluncuran aplikasi Krom pada awal 2024. Menariknya, pertumbuhan tersebut diperoleh secara organik tanpa mengandalkan basis pengguna Kredivo sebagai sumber utama akuisisi nasabah. Keberhasilan ini memperkuat posisi Krom sebagai salah satu bank digital dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia sekaligus menjadi bukti bahwa kombinasi produk simpanan kompetitif, pengalaman digital yang kuat, dan disiplin profitabilitas mulai menjadi formula baru dalam persaingan industri perbankan digital nasional.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ Krom Bank mencatat lebih dari 1 juta rekening dan DPK Rp10 triliun hingga April 2026. Capaian tersebut diraih hanya sekitar dua tahun setelah peluncuran aplikasi Krom pada awal 2024.
■ Berbeda dengan banyak pemain digital lainnya, Krom mengklaim pertumbuhan diperoleh secara organik tanpa mengandalkan basis pengguna Kredivo sebagai sumber utama akuisisi nasabah.
■ Setelah sukses di bisnis simpanan, Krom bersiap memasuki fase kedua melalui ekspansi layanan pembayaran, pinjaman, dan integrasi penuh dengan ekosistem Kredivo yang memiliki puluhan juta pengguna.


Persaingan bank digital di Indonesia memasuki babak baru. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), bank digital milik Kredivo Group, berhasil menembus 1 juta rekening dan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10 triliun hingga April 2026.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tercepat di industri bank digital nasional, terlebih karena diraih secara organik tanpa mengandalkan jutaan pengguna Kredivo sebagai sumber utama akuisisi nasabah.

PT Krom Bank Indonesia Tbk terus menunjukkan akselerasi pertumbuhan di tengah kompetisi industri bank digital yang semakin ketat. Hingga April 2026, Krom Bank berhasil mencatat lebih dari 1 juta rekening nasabah dengan total DPK mencapai Rp10 triliun. Angka tersebut menjadi tonggak penting bagi bank digital yang baru meluncurkan aplikasinya pada awal 2024.

Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kuatnya daya tarik produk dan pengalaman pengguna yang ditawarkan Krom kepada masyarakat.

“Pencapaian ini memperkuat posisi Krom sebagai salah satu bank digital dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia sekaligus memperkuat misi Krom untuk menjadi bank digital pilihan utama generasi milenial dan Gen Z di Indonesia,” ujar Anton dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).

Yang menarik, pertumbuhan tersebut tidak bertumpu pada basis pengguna Kredivo yang mencapai puluhan juta pengguna. Krom mengklaim pertumbuhan rekening dan dana simpanan diperoleh melalui akuisisi organik yang didorong oleh proposisi nilai produk yang kompetitif.

Menurut perusahaan, sejak diluncurkan pada awal 2024, Krom telah membantu nasabah memperoleh tambahan imbal hasil sekitar Rp500 miliar dibandingkan apabila dana yang sama ditempatkan pada produk simpanan bank konvensional dengan tingkat bunga lebih rendah.

Strategi tersebut didukung kombinasi suku bunga tabungan dan deposito yang kompetitif, proses pembukaan rekening yang sepenuhnya digital, serta pengalaman pengguna yang sederhana dan cepat.

Kepercayaan nasabah juga tercermin dari tingkat kepuasan pengguna aplikasi. Hingga saat ini, aplikasi Krom memperoleh rating 4,9 di Apple App Store dan 4,8 di Google Play Store. “Pencapaian 1 juta rekening dan Rp10 triliun simpanan secara organik, bahkan sebelum kami mengintegrasikan keuntungan dari ekosistem Kredivo membuktikan kekuatan nilai produk yang kami tawarkan,” kata Anton.

Strategi Menjadi Financial Home Generasi Muda

Krom tidak berhenti pada bisnis simpanan. Perusahaan menargetkan menjadi pusat layanan keuangan atau financial home bagi generasi muda Indonesia.

Menurut Anton, pencapaian saat ini menandai keberhasilan fase pertama strategi pertumbuhan perusahaan. “Langkah berikutnya adalah ekspansi ke layanan pembayaran, pinjaman, serta membuka sinergi penuh dengan puluhan juta pengguna Kredivo yang akan semakin mengakselerasi pertumbuhan kami ke depan,” ujarnya.

Strategi tersebut mencerminkan tren yang berkembang di industri digital banking global, di mana bank digital tidak lagi hanya menawarkan tabungan dan deposito, tetapi berkembang menjadi platform keuangan terpadu yang mencakup pembayaran, kredit, investasi, hingga layanan berbasis data dan kecerdasan buatan (AI).

Profitabilitas Jadi Pembeda

Di tengah perlombaan mengejar skala bisnis yang masih terjadi di industri bank digital, Krom juga mengklaim mampu menjaga profitabilitas secara konsisten sejak bertransformasi menjadi bank digital.

Pencapaian tersebut menjadi faktor pembeda penting. Sebab, sebagian besar bank digital di Indonesia masih berada dalam fase investasi dan akuisisi nasabah yang berdampak pada tekanan profitabilitas.

Kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pengguna, penghimpunan dana murah, kualitas aset, dan profitabilitas menjadi indikator penting keberlanjutan model bisnis bank digital.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan digital Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital, adopsi mobile banking, dan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan layanan berbasis aplikasi.

Generasi milenial dan Gen Z kini menjadi segmen yang paling agresif mengadopsi layanan keuangan digital. Kelompok ini tidak hanya menuntut kemudahan transaksi, tetapi juga pengalaman pengguna yang cepat, transparan, dan personal.

Momentum Integrasi Kredivo

Ke depan, salah satu katalis terbesar pertumbuhan Krom diperkirakan berasal dari integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem Kredivo Group.

Sebagai salah satu platform kredit digital terbesar di Asia Tenggara, Kredivo memiliki basis pengguna yang luas dan telah membangun rekam jejak kuat dalam pemanfaatan data analytics, machine learning, dan teknologi credit scoring.

Sinergi tersebut berpotensi memperkuat kemampuan Krom dalam memperluas layanan pembayaran, pinjaman digital, personalisasi produk, hingga meningkatkan customer lifetime value.

Dengan fondasi pertumbuhan organik yang telah terbukti, basis DPK yang terus meningkat, serta peluang integrasi ekosistem fintech, Krom kini memasuki fase baru yang dapat menentukan posisinya dalam peta persaingan bank digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (MMS)


DIGI-INSIGHTS:

Keberhasilan Krom menembus 1 juta rekening menunjukkan bahwa era bank digital yang hanya mengandalkan promosi cashback dan subsidi akuisisi mulai bergeser. Pasar kini semakin menghargai model bisnis yang mampu menggabungkan pertumbuhan nasabah dengan profitabilitas. Dalam konteks ini, kemampuan Krom menghimpun Rp10 triliun DPK secara organik menjadi indikator penting bahwa kepercayaan nasabah terhadap model bank digital semakin matang.

Fase berikutnya akan menjadi ujian yang lebih kompleks. Mengelola dana simpanan relatif berbeda dengan mengelola bisnis kredit dan pembayaran yang memiliki risiko operasional, risiko fraud, dan risiko kualitas aset yang lebih tinggi. Integrasi dengan ekosistem Kredivo dapat menjadi sumber pertumbuhan yang sangat besar, namun juga membutuhkan tata kelola risiko, pemanfaatan AI, dan analitik data yang semakin canggih.

Dalam lanskap perbankan Indonesia, persaingan ke depan kemungkinan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki aplikasi terbaik, tetapi siapa yang mampu membangun ekosistem keuangan digital paling lengkap. Bank digital yang berhasil menggabungkan tabungan, pembayaran, kredit, investasi, AI, dan pengalaman pelanggan dalam satu platform berpotensi menjadi pemenang baru industri perbankan nasional dalam lima tahun mendatang. ●


DIGIONARY:

● Acquisition Cost: Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh nasabah baru. ● Banking-as-a-Service: Model layanan perbankan yang dapat diintegrasikan ke platform digital lain. ● Customer Experience: Pengalaman nasabah saat menggunakan layanan dan produk bank. ● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana yang dihimpun bank dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito. ● Digital Banking: Layanan perbankan yang dijalankan melalui kanal digital. ● Ecosystem Integration: Integrasi layanan dalam satu ekosistem digital. ● Financial Home: Platform utama yang digunakan nasabah untuk kebutuhan keuangan sehari-hari. ● Fintech: Teknologi yang digunakan untuk menghadirkan layanan keuangan digital. ● Gen Z: Generasi yang lahir sekitar 1997–2012. ● Machine Learning: Teknologi AI yang memungkinkan sistem belajar dari data. ● Mobile Banking: Layanan perbankan melalui aplikasi seluler. ● Organic Growth: Pertumbuhan bisnis yang berasal dari kemampuan internal perusahaan. ● Profitabilitas: Kemampuan perusahaan menghasilkan laba. ● Term Deposit: Produk deposito berjangka. ● User Experience (UX): Kualitas pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi.

#KromBank #BankDigital #DigitalBanking #PerbankanDigital #Kredivo #FintechIndonesia #DPK #TransformasiDigital #FinancialServices #MobileBanking #GenerasiZ #Milenial #InklusiKeuangan #DigitalEconomy #BankingInnovation #CustomerExperience #DataAnalytics #FintechGrowth #IndonesiaDigital #FinancialTechnology

Comments are closed.