Mengubah Aturan Main Pusat Data Tropis: BDx Naikkan Suhu Server, Energi Turun 7%

- 12 Maret 2026 - 07:46

Perusahaan pusat data global BDx Data Centers mulai menunjukkan bagaimana pusat data di wilayah tropis bisa lebih hemat energi tanpa mengorbankan keandalan sistem. Di fasilitas SIN1 di Singapura, perusahaan ini berhasil menaikkan suhu operasional pusat data dari 23°C menjadi 25°C melalui program khusus yang mengikuti standar baru pusat data tropis. Hasilnya, konsumsi energi pendinginan turun 7% dengan uptime tetap 100%. Inisiatif ini menjadi contoh penting bagi negara tropis seperti Indonesia yang sedang membangun ekosistem data center untuk menopang ekonomi digital dan kecerdasan buatan.


Fokus:

■ BDx berhasil menerapkan Standar Pusat Data Tropis SS 697:2023 di fasilitas SIN1 Singapura untuk mengoptimalkan operasi pusat data di iklim tropis.
■ Program peningkatan suhu operasional dari 23°C menjadi 25°C berhasil menurunkan konsumsi energi pendinginan 7% dengan uptime tetap 100%.
■ Teknologi digital twin berbasis AI digunakan untuk memantau stabilitas termal dan efisiensi sistem secara real-time, menjadi model baru pengelolaan pusat data tropis.


Di tengah ledakan kebutuhan komputasi global—dari layanan cloud hingga kecerdasan buatan—pusat data kini menjadi salah satu infrastruktur paling kritis dalam ekonomi digital. Namun ada satu persoalan besar yang terus menghantui industri ini: konsumsi energi.

Di kawasan tropis seperti Asia Tenggara, tantangan tersebut bahkan lebih kompleks. Suhu udara yang tinggi dan kelembapan yang ekstrem membuat pusat data membutuhkan sistem pendingin yang jauh lebih besar dibandingkan fasilitas serupa di wilayah beriklim dingin.

Karena itulah langkah yang diambil BDx Data Centers di Singapura menjadi perhatian industri. Perusahaan penyedia infrastruktur digital ini mengumumkan keberhasilannya menerapkan Standar Pusat Data Tropis SS 697:2023, sebuah pedoman operasional yang dikembangkan oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura.

Standar ini dirancang untuk membantu operator pusat data mengoptimalkan operasi fasilitas di lingkungan tropis yang panas dan lembap.

Eksperimen yang Mengubah Cara Pendinginan Pusat Data

Implementasi standar tersebut dilakukan di fasilitas SIN1 milik BDx yang berlokasi di kawasan Paya Lebar, Singapura.

Di fasilitas ini, perusahaan menjalankan program yang disebut Temperature Increase Program (TIP)—sebuah pendekatan yang terdengar sederhana, tetapi berdampak besar.

Alih-alih menjaga suhu server pada level konservatif 23°C seperti praktik umum di industri, BDx secara bertahap menaikkan suhu operasional menjadi 25°C.

Kenaikan dua derajat ini mungkin tampak kecil. Namun dalam skala pusat data, perubahan tersebut dapat berdampak signifikan terhadap konsumsi energi.

Hasilnya cukup mengejutkan: konsumsi energi untuk sistem pendinginan turun 7%, sementara keandalan sistem tetap terjaga dengan 100% uptime.

“Peningkatan efisiensi energi di lingkungan tropis memerlukan pelaksanaan yang disiplin dan pendekatan berbasis data,” kata Mayank Srivastava, Chief Executive Officer BDx Data Centers.

Ia menambahkan, “Dengan menerapkan Standar Pusat Data Tropis Singapura dalam lingkungan operasional, kami telah membuktikan bahwa peningkatan efisiensi dapat dicapai tanpa mengorbankan keandalan. Hal ini merupakan langkah penting dalam membangun infrastruktur pusat data yang tangguh dan siap untuk masa depan di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya.”

AI dan Digital Twin Jadi Kunci Optimasi

Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada perubahan suhu. BDx juga memanfaatkan teknologi digital twin berbasis kecerdasan buatan untuk memantau kondisi pusat data secara real-time.

Digital twin adalah model digital yang meniru kondisi fisik fasilitas, memungkinkan operator memantau stabilitas termal, kelembapan, serta beban komputasi secara simultan.

Dengan bantuan AI, sistem pendinginan dapat disesuaikan secara otomatis sesuai kondisi operasional.

Pendekatan ini membantu operator menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan stabilitas server—dua faktor yang selama ini sering dianggap bertentangan.

Mengapa Inovasi Ini Penting bagi Indonesia

Terobosan ini memiliki relevansi besar bagi Indonesia. Negara dengan iklim tropis seperti Indonesia menghadapi tantangan yang sama dengan Singapura: kebutuhan pusat data meningkat pesat, tetapi biaya energi untuk pendinginan juga sangat tinggi.

Menurut berbagai laporan industri, konsumsi listrik pusat data global diperkirakan akan mencapai lebih dari 1.000 TWh per tahun pada akhir dekade ini, sebagian besar dipicu oleh pertumbuhan komputasi AI dan layanan cloud.

Di Indonesia sendiri, pembangunan pusat data meningkat tajam dalam lima tahun terakhir, didorong oleh ekspansi hyperscaler global dan transformasi digital sektor keuangan, e-commerce, dan pemerintahan.

Model operasional seperti yang diterapkan BDx berpotensi menjadi acuan bagi operator pusat data di Indonesia untuk mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Bagian dari Strategi Green Data Center

Langkah BDx juga menjadi bagian dari agenda besar Singapura dalam membangun industri pusat data yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah Singapura melalui Infocomm Media Development Authority telah meluncurkan Green Data Centre Roadmap, sebuah strategi nasional untuk menekan konsumsi energi industri pusat data.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, operator pusat data juga dapat memanfaatkan Energy Efficiency Grant (EEG) untuk mengadopsi perangkat IT yang lebih hemat energi. Kolaborasi antara operator pusat data dan pelanggan ini membantu menurunkan intensitas energi fasilitas secara keseluruhan.

Ekspansi Infrastruktur Digital di Asia

Saat ini BDx Data Centers mengoperasikan 18 fasilitas pusat data dengan total kapasitas sekitar 750 MW di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan China.

Perusahaan ini didukung oleh investor infrastruktur global I Squared Capital yang mengelola aset lebih dari US$50 miliar.
Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi global, operator pusat data kini menghadapi tekanan besar untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap menopang era kecerdasan buatan.

Eksperimen kecil menaikkan suhu server mungkin terlihat sederhana. Namun bagi industri pusat data, langkah seperti ini bisa menjadi awal dari perubahan besar: pusat data yang tidak hanya lebih kuat, tetapi juga jauh lebih hemat energi.


Digionary:

● Colocation
Layanan pusat data yang memungkinkan perusahaan menyewa ruang server di fasilitas pihak ketiga.
● Data Center
Fasilitas yang menampung server dan infrastruktur komputasi untuk menyimpan serta memproses data digital.
● Digital Twin
Model digital dari sistem fisik yang digunakan untuk memantau dan mengoptimalkan operasi secara real-time.
● Hyperscaler
Perusahaan teknologi raksasa seperti penyedia cloud global yang mengoperasikan pusat data berskala sangat besar.
● SS 697:2023
Standar operasional pusat data tropis yang dikembangkan pemerintah Singapura untuk meningkatkan efisiensi energi fasilitas.

#DataCenter #GreenDataCenter #BDxDataCenters #DigitalInfrastructure #CloudComputing #AIInfrastructure #EnergyEfficiency #SustainableTech #DigitalEconomy #IndonesiaDigital #Hyperscale #DataCenterAsia #GreenTechnology #AIDataCenter #DigitalTransformation #CloudInfrastructure #FutureDataCenter #TechInnovation #EnergySaving #SmartInfrastructure

Comments are closed.