Perempuan Indonesia Unggul di Kursus AI, Tingkat Kelulusan GenAI Lampaui Laki-laki

- 10 Maret 2026 - 19:49

Perempuan Indonesia menunjukkan performa yang kuat dalam pembelajaran kecerdasan buatan generatif (GenAI). Laporan terbaru Coursera mengungkapkan bahwa tingkat kelulusan kursus GenAI perempuan di Indonesia 0,9% lebih tinggi dibandingkan laki-laki, meskipun jumlah peserta perempuan masih lebih sedikit. Temuan ini mengindikasikan bahwa hambatan utama dalam keterlibatan perempuan di bidang teknologi bukanlah kemampuan, melainkan akses terhadap peluang pendidikan dan pelatihan digital.


Fokus

■ Tingkat kelulusan perempuan lebih tinggi
Perempuan Indonesia menyelesaikan kursus GenAI dengan tingkat kelulusan 0,9% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
■ Partisipasi masih terbatas
Perempuan hanya menyumbang 32% pendaftaran kursus GenAI di Indonesia meskipun mereka hampir setengah dari pengguna internet nasional.
■ Kursus praktis lebih menarik bagi perempuan. Program AI yang fokus pada aplikasi nyata seperti pemasaran digital atau produktivitas kerja cenderung menarik lebih banyak peserta perempuan.


Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, perempuan Indonesia menunjukkan ketekunan yang menarik perhatian. Laporan terbaru platform pembelajaran global Coursera bertajuk “One Year Later: The Gender Gap in GenAI” menemukan bahwa perempuan Indonesia menyelesaikan kursus kecerdasan buatan generatif (GenAI) dengan tingkat kelulusan 0,9% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Temuan ini menjadi menarik karena secara keseluruhan perempuan masih belum mendominasi partisipasi dalam pembelajaran AI. Pada 2025, perempuan hanya menyumbang 32% dari total pendaftaran kursus GenAI di Indonesia, naik tipis dari 31% pada 2024.

Laporan Coursera mengungkap perempuan Indonesia memiliki tingkat kelulusan kursus AI generatif 0,9% lebih tinggi dibanding laki-laki, meski partisipasi mereka masih lebih rendah.

Namun ketika mereka mengikuti kursus tersebut, tingkat penyelesaiannya justru lebih tinggi. Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa kesenjangan gender di bidang teknologi lebih dipengaruhi oleh akses dan kesempatan, bukan oleh kemampuan.

Perempuan Indonesia dan Potensi Besar di Era AI

Indonesia sedang memasuki fase percepatan transformasi digital. Pemerintah menargetkan ekonomi digital nasional bisa melampaui US$300 miliar pada 2030, menurut berbagai proyeksi lembaga riset digital Asia Tenggara.

Namun di balik potensi tersebut, keterlibatan perempuan di sektor teknologi masih relatif terbatas.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan perempuan menyumbang sekitar 49% dari pengguna internet di Indonesia, tetapi hanya sekitar 27% yang bekerja di sektor teknologi. Angka ini masih di bawah rata-rata global sekitar 40%. Dengan kata lain, ada kesenjangan yang cukup besar antara penggunaan teknologi oleh perempuan dan keterlibatan mereka sebagai pelaku di industri teknologi.

Menurut Dr. Alexandra Urban, Learning Science Research Lead di Coursera, temuan ini seharusnya menjadi sinyal penting bagi dunia pendidikan dan industri.

“Masa depan kecerdasan buatan (AI) akan dibentuk oleh keberagaman orang-orang yang membangunnya dan memanfaatkannya,” ujar Dr. Alexandra Urban, Learning Science Research Lead di Coursera.

“Data kami menunjukkan bahwa ketika perempuan di Indonesia mendapatkan akses terhadap peluang pembelajaran GenAI, mereka memperlihatkan ketekunan dan komitmen yang kuat untuk menguasai keterampilan ini. Indonesia memiliki basis perempuan yang sangat besar dan penuh motivasi, dan perluasan akses terhadap pendidikan GenAI akan menjadi kunci untuk menggali potensi penuh talenta bangsa ini,” tambahnya.

Kursus Praktis Lebih Menarik bagi Peserta Perempuan

Temuan lain dari laporan tersebut menunjukkan bahwa desain kursus sangat memengaruhi partisipasi perempuan.

Kursus yang bersifat ramah pemula dan berorientasi pada penerapan praktis cenderung menarik lebih banyak peserta perempuan. Salah satu contohnya adalah kursus Social Media Management dari Meta, yang mencatat 54,6% peserta perempuan di Indonesia.

Beberapa kursus populer lain dengan partisipasi perempuan cukup tinggi antara lain:

● Satisfaction Guaranteed: Develop Customer Loyalty Online dari Google (46,9%).
● Design Fundamentals with AI dari Adobe (46,1%).
● Introduction to Data Analytics dari IBM (42,1%).
● Google AI Essentials (37,5%).

Kursus-kursus tersebut tidak hanya membahas teori AI, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknologi tersebut bisa digunakan untuk pekerjaan nyata seperti pemasaran digital, analisis data, atau produktivitas kerja.

Pendekatan praktis ini terbukti lebih efektif dalam menarik peserta dari latar belakang non-teknis.

Tidak Hanya AI, Perempuan Juga Menguatkan Keterampilan Berpikir Kritis

Menariknya, perempuan Indonesia tidak hanya fokus pada keterampilan teknis. Laporan Coursera juga mencatat peningkatan minat perempuan pada keterampilan berpikir kritis, yang menjadi kompetensi penting di era AI.

Pada 2025, perempuan menyumbang 40% dari total pendaftaran kursus berpikir kritis, naik dari 38% pada 2024.

Tren ini penting karena di era otomatisasi, kombinasi antara AI skills dan human skills menjadi kunci keberhasilan karier.

Organisasi internasional seperti World Economic Forum bahkan menyebut bahwa kemampuan seperti berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah kompleks akan menjadi tiga keterampilan paling penting di masa depan dunia kerja.

AI Inklusif Menjadi Kunci Masa Depan Ekonomi Digital

Laporan Coursera menekankan bahwa membangun ekosistem AI yang inklusif membutuhkan upaya nyata dari berbagai pihak.

Beberapa langkah strategis yang direkomendasikan antara lain: merancang kursus AI yang ramah pemula dengan penerapan nyata, memastikan metode pengajaran yang inklusif,
memperluas akses melalui lokalisasi konten dan menggabungkan keterampilan AI dengan kemampuan manusia seperti berpikir kritis.

Dengan populasi lebih dari 280 juta penduduk, Indonesia memiliki basis talenta digital yang sangat besar. Jika akses pendidikan teknologi dapat diperluas secara merata, perempuan berpotensi menjadi kekuatan utama dalam membentuk masa depan ekonomi digital Indonesia. ■


Digionary:

● Artificial Intelligence (AI) – Teknologi yang memungkinkan mesin meniru kemampuan berpikir manusia seperti belajar, menganalisis data, dan membuat keputusan.
● Coursera – Platform pembelajaran daring global yang menyediakan kursus dari universitas dan perusahaan teknologi dunia.
● GenAI (Generative AI) – Jenis kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan konten baru seperti teks, gambar, atau kode program.
● Keterampilan Human Skills – Kemampuan non-teknis seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kreativitas yang penting dalam dunia kerja modern.
● Literasi Digital – Kemampuan menggunakan teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab.
● Transformasi Digital – Proses perubahan organisasi atau ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.

#AIIndonesia #PerempuanDigital #GenAI #Coursera #TeknologiIndonesia #AITraining #DigitalSkills #WomenInTech #TransformasiDigital #EkonomiDigital #AI2026 #PendidikanDigital #DigitalTalent #BelajarAI #FutureOfWork #ArtificialIntelligence #AIForIndonesia #TechEducation #DigitalEconomy #WomenEmpowerment

Comments are closed.