NTT DATA merilis Technology Foresight Report 2026 yang memetakan enam tren utama pembentuk masa depan inovasi—mulai dari otonomi berbasis AI yang tetap dikendalikan manusia hingga kedaulatan semikonduktor dan pertumbuhan berkelanjutan. Dengan valuasi lebih dari US$30 miliar dan klien 75% perusahaan Fortune Global 100, NTT DATA menegaskan era “kecerdasan massal” menuntut perusahaan tak sekadar mengejar efisiensi, tetapi membangun daya tahan, etika, dan kepercayaan digital.
Fokus:
■ Dari AI otonom berbasis manusia hingga kedaulatan semikonduktor sebagai fondasi daya saing nasional.
■ Teknologi tak lagi sekadar memangkas biaya, tetapi memperkuat ketahanan dan tanggung jawab sosial.
■ Dengan pendapatan lebih dari US$30 miliar dan investasi R&D US$3 miliar per tahun, NTT DATA memperkuat posisi sebagai pemain utama inovasi global.
Dunia teknologi bergerak terlalu cepat untuk sekadar diikuti. Ia harus dipahami, dipetakan, dan—yang lebih penting—diarahkan. Itulah pesan utama laporan terbaru NTT DATA, Technology Foresight Report 2026, yang mengidentifikasi enam arus besar yang akan membentuk masa depan bisnis global: dari sistem AI yang makin otonom namun tetap dikendalikan manusia, hingga perebutan kedaulatan semikonduktor di tengah ketegangan geopolitik.
Laporan ini hadir ketika investasi global di AI diproyeksikan melampaui US$300 miliar pada 2026 menurut berbagai lembaga riset industri, sementara belanja semikonduktor dunia diperkirakan kembali menembus lebih dari US$600 miliar setelah siklus penurunan 2023–2024. Pesannya tegas: teknologi bukan lagi alat pendukung, melainkan fondasi daya saing nasional dan korporasi.

Dari Percepatan ke Dampak Bermakna
Menurut NTT DATA, dunia kini memasuki fase “kecerdasan massal”—era ketika sistem digital mampu belajar, beradaptasi, dan bertindak secara mandiri dalam skala besar. Namun otonomi itu, kata laporan tersebut, tidak boleh dilepaskan tanpa kendali manusia.
NTT DATA merilis Technology Foresight Report 2026 yang memetakan enam tren utama inovasi global, dari AI otonom hingga kedaulatan chip. Simak arah masa depan teknologi dan bisnis dunia.
“Otonomi memasuki babak baru, di mana sistem cerdas mampu beroperasi dalam skala besar dengan kecepatan tinggi, namun tetap berada di bawah arahan manusia agar keputusan yang dihasilkan tetap transparan serta selaras dengan tujuan perusahaan ataupun kepentingan masyarakat luas.”
Artinya, AI generatif dan agentic AI bukan sekadar mesin otomatis, melainkan mitra strategis yang harus tunduk pada tata kelola, etika, dan akuntabilitas.
Oliver Koeth, Managing Director Technology & Innovation DACH NTT DATA, menegaskan perubahan orientasi tersebut.
“Ketika sistem yang mampu memahami emosi, komputasi berdaulat, dan infrastruktur terpercaya saling terhubung, teknologi dapat berkembang menjadi mitra strategis yang memperkuat ketahanan sekaligus meneguhkan nilai-nilai yang akan membentuk masa depan bersama,” ujarnya.
Enam Tren Pembentuk 2026
Berikut enam poros utama yang dipetakan NTT DATA:
1. Otonomi yang Dipimpin Manusia
AI makin cerdas, tetapi manusia tetap menjadi penentu arah. Model ini sejalan dengan tren global penerapan AI governance, termasuk regulasi seperti EU AI Act di Eropa dan berbagai panduan etika di Asia.
2. Sistem Cerdas yang Memahami Emosi
Teknologi berbasis affective computing mulai masuk ke layanan pelanggan, kesehatan mental digital, hingga pendidikan adaptif. Sistem tak hanya membaca data, tetapi juga konteks emosional.
3. Kecerdasan yang Dapat Diandalkan
Keamanan siber berevolusi menjadi sistem adaptif berbasis AI. Ancaman makin kompleks, dan pertahanan pun harus belajar secara real time. Belanja keamanan siber global sendiri diproyeksikan tumbuh dua digit setiap tahun.
4. Infrastruktur Cerdas
Arsitektur hybrid—perangkat, edge, dan cloud—menjadi tulang punggung inovasi. Infrastruktur tak lagi pasif, melainkan mampu mengoptimalkan beban kerja dan biaya secara otomatis.
5. Ekosistem Semikonduktor Berdaulat
Ketegangan geopolitik mendorong banyak negara memperkuat industri chip domestik. Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan negara Asia Timur berlomba membangun kapasitas manufaktur dan R&D untuk mengamankan rantai pasok.
6. Dari Efisiensi Semu ke Pertumbuhan Berkelanjutan
Fokus bergeser dari sekadar efisiensi biaya ke keberlanjutan jangka panjang. Teknologi diposisikan sebagai alat untuk menyeimbangkan profitabilitas dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Strategi Korporasi dan Ekosistem Global
Sebagai perusahaan dengan pendapatan lebih dari US$30 miliar dan klien 75% perusahaan Fortune Global 100, NTT DATA memanfaatkan laporan ini untuk merumuskan arah inovasi bersama pelanggan di lebih dari 70 negara.
Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain:
● Pengembangan Smart AI Agent™ untuk otomatisasi lintas industri.
● Kolaborasi dengan institusi keuangan Jepang dalam konektivitas pusat data.
● Kemitraan global dengan Google Cloud untuk mempercepat adopsi agentic AI.
● Induk perusahaannya, NTT Group, mengalokasikan lebih dari US$3 miliar setiap tahun untuk riset dan pengembangan—angka yang menempatkannya di jajaran investor teknologi terbesar dunia.
Antara Kedaulatan dan Kolaborasi
Salah satu isu paling sensitif dalam laporan ini adalah kedaulatan komputasi dan semikonduktor. Di tengah fragmentasi geopolitik, penguasaan chip bukan hanya soal bisnis, tetapi strategi nasional.
Namun NTT DATA menekankan bahwa kolaborasi global tetap krusial. Inovasi silikon, menurut laporan itu, harus berjalan seiring dengan keberlanjutan dan kemitraan lintas negara.
Dalam konteks Asia Tenggara, momentum ini relevan. Kawasan ini tengah menjadi magnet investasi pusat data dan manufaktur chip, seiring relokasi rantai pasok global.
Masa Depan yang Lebih Bertanggung Jawab
Laporan ini menutup dengan satu benang merah: teknologi masa depan tidak boleh tumbuh tanpa arah moral.
Di era ketika AI dapat menulis, menganalisis, bahkan mengambil keputusan, pertanyaan terpenting bukan lagi “seberapa cepat kita bisa?”, melainkan “untuk siapa dan untuk apa teknologi ini dikembangkan?”
Jika 2023–2025 adalah era eksperimen AI, maka 2026 tampaknya menjadi fase konsolidasi—di mana ketahanan, kepercayaan, dan keberlanjutan menjadi kata kunci.
Digionary:
● Affective Computing: Teknologi yang memungkinkan sistem memahami dan merespons emosi manusia.
● Agentic AI: AI yang mampu bertindak secara mandiri untuk mencapai tujuan tertentu.
● Cloud Hybrid: Infrastruktur komputasi yang menggabungkan pusat data lokal dan cloud publik.
● Edge Computing: Pemrosesan data dekat dengan sumbernya untuk mengurangi latensi.
● EU AI Act: Regulasi Uni Eropa yang mengatur penggunaan kecerdasan buatan.
● Fortune Global 100: Daftar 100 perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatan.
● Kedaulatan Semikonduktor: Kemampuan suatu negara menguasai produksi dan inovasi chip secara mandiri.
● R&D (Research and Development): Kegiatan riset dan pengembangan untuk menciptakan inovasi baru.
● Smart AI Agent™: Ekosistem agen AI cerdas yang dikembangkan NTT DATA.
● Sustainability: Prinsip pembangunan berkelanjutan yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
#NTTDATA #TechnologyForesight2026 #AI #AgenticAI #Semikonduktor #DigitalTransformation #CloudComputing #CyberSecurity #EdgeComputing #Sustainability #InovasiTeknologi #FutureOfTech #AITrends #GlobalInnovation #RisetTeknologi #FortuneGlobal100 #TechStrategy #KedaulatanDigital #HybridCloud #SmartInfrastructure
