Danamon Raih Laba Rp4 Triliun pada 2025, Momentum Pasca-Merger Dongkrak Kinerja

- 19 Februari 2026 - 16:59

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian Rp4 triliun sepanjang 2025, naik 14% secara tahunan. Kinerja ditopang pertumbuhan kredit 9%, lonjakan dana murah (CASA) 18%, serta perbaikan kualitas aset dengan NPL bruto di level 1,7%. Hasil ini menjadi laporan penuh pertama pasca-merger Adira Finance dan Mandala Multifinance yang efektif Oktober 2025.


Fokus:

■ Laba dan Profitabilitas — Laba bersih Rp4 triliun, naik 14% YoY, ditopang efisiensi dan perbaikan cost of credit 10%.
■ Intermediasi dan Dana Murah — Kredit tumbuh 9% dan CASA naik 18%, menjaga NIM di level 7,7%.
■ Kualitas Aset dan Modal Kuat — NPL bruto 1,7%, LCR 158,9%, dan KPMM 25,4% menunjukkan fondasi permodalan solid.


Bank Danamon mencatat laba bersih Rp4 triliun pada 2025, naik 14%. Kredit tumbuh 9%, CASA meningkat 18%, dan NPL membaik ke 1,7% pasca-merger Adira–Mandala.


PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian Rp4 triliun sepanjang 2025, naik 14% secara tahunan. Kinerja ditopang pertumbuhan kredit 9%, lonjakan dana murah (CASA) 18%, serta perbaikan kualitas aset dengan NPL bruto di level 1,7%. Hasil ini menjadi laporan penuh pertama pasca-merger Adira Finance dan Mandala Multifinance yang efektif Oktober 2025.

Di tengah kompetisi likuiditas yang ketat dan tekanan biaya dana sepanjang 2025, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan kinerja yang relatif solid. Bank ini membukukan laba bersih konsolidasian Rp4 triliun, tumbuh 14% dibandingkan tahun sebelumnya.

Chief Financial Officer Danamon Theresia Adriana menyampaikan capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental pasca penggabungan usaha Adira Finance dan Mandala Multifinance sejak Oktober 2025.

“Pada aspek profitabilitas, Danamon mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp4 triliun tumbuh 14% YoY dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Theresia dalam konferensi pers virtual paparan kinerja FY 2025, Kamis (19/2).

Kredit Tumbuh, Dana Murah Menguat

Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian mencapai Rp212,7 triliun, naik 9% YoY. Pertumbuhan terjadi di seluruh lini bisnis—enterprise banking, SME, consumer banking, hingga pembiayaan melalui Adira Finance.

Apabila mengecualikan dampak merger, kredit tercatat Rp206,9 triliun, tetap tumbuh 9% YoY. Ini menunjukkan ekspansi organik tetap berjalan.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp176,9 triliun, meningkat 16% YoY. Yang menarik, komposisi dana murah (CASA) tumbuh 18% menjadi Rp75,2 triliun. Peningkatan CASA penting dalam menjaga biaya dana di tengah suku bunga yang relatif tinggi sepanjang 2025.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level yang ketat sebagian besar tahun lalu guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Dalam situasi ini, bank dengan basis dana murah kuat memiliki ruang lebih leluasa menjaga margin.
Margin bunga bersih (NIM) konsolidasian Danamon tercatat 7,7%, relatif stabil untuk ukuran bank dengan portofolio pembiayaan ritel dan multifinance yang besar.

Profitabilitas dan Efisiensi

Pendapatan operasional konsolidasian mencapai Rp19,5 triliun, naik 3% YoY. Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat Rp9,6 triliun, tumbuh 4% YoY.

Theresia menekankan bahwa pertumbuhan laba tidak hanya didorong ekspansi kredit, tetapi juga pengelolaan biaya dan perbaikan biaya kredit.

Cost of credit membaik 10% YoY. Hal ini sejalan dengan perbaikan kualitas aset yang menjadi perhatian industri perbankan sejak pandemi.

Kualitas Aset dan Permodalan

Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto berada di level 1,7%, membaik 20 basis poin dibanding tahun sebelumnya. Sementara Loan at Risk (LAR) tercatat 8,3%, lebih baik 230 basis poin YoY.

Rasio pencadangan terhadap NPL (NPL coverage ratio) mencapai 280,7%, mencerminkan bantalan risiko yang cukup kuat. Likuiditas dan permodalan juga berada pada level aman, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) 158,9% dan rasio kecukupan modal (KPMM) konsolidasian 25,4% per akhir Desember 2025—jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Secara industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang 2025 berada di kisaran satu digit tinggi. Dalam konteks itu, pertumbuhan 9% Danamon sejalan dengan tren industri.

Konsolidasi dan Arah Strategis

Merger Adira–Mandala menjadi salah satu langkah strategis memperkuat pembiayaan otomotif dan multifinance, sektor yang kembali menggeliat seiring pemulihan konsumsi domestik. Data Gaikindo menunjukkan penjualan kendaraan bermotor mulai stabil setelah tekanan dua tahun terakhir.

Dengan struktur permodalan kuat dan likuiditas memadai, Danamon memiliki ruang ekspansi pada 2026. Namun tantangan tetap ada: kompetisi dana murah, potensi perlambatan global, serta volatilitas pasar keuangan.

Manajemen menegaskan prinsip kehati-hatian tetap menjadi fondasi. “Pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp8,6 triliun, tumbuh 4% YoY, dan laba bersih setelah pajak konsolidasian sebesar Rp3,9 triliun, atau tumbuh 21% YoY,” pungkasnya.


Digionary:

● CASA: Current Account Saving Account, dana murah yang berasal dari giro dan tabungan.
● Cost of Credit: Biaya pencadangan atas potensi kredit bermasalah.
● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana yang dihimpun bank dari masyarakat.
● KPMM: Kewajiban Penyediaan Modal Minimum atau rasio kecukupan modal bank.
● LAR (Loan at Risk): Rasio kredit berisiko termasuk restrukturisasi.
● LCR (Liquidity Coverage Ratio): Rasio likuiditas untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek.
● NIM (Net Interest Margin): Selisih pendapatan bunga dengan beban bunga terhadap aset produktif.
● NPL (Non-Performing Loan): Rasio kredit bermasalah.
● PPOP: Pre-Provision Operating Profit atau laba operasional sebelum pencadangan.

#Danamon #BDMN #KinerjaBank #LabaBank #PerbankanIndonesia #CASA #NPL #NIM #LAR #LCR #KPMM #MergerAdiraMandala #KreditPerbankan #DanaMurah #OJK #BankIndonesia #SahamBDMN #LaporanKeuangan #IndustriPerbankan #BeritaEkonomi

Comments are closed.