BlackRock Ungkap Pergeseran Portofolio Asia Berpotensi Suntik Pasar Kripto US$2 Triliun

- 18 Februari 2026 - 11:10

Raksasa pengelola aset global, BlackRock, memproyeksikan potensi arus modal raksasa senilai US2 triliun (sekitar Rp31.400 triliun) mengalir ke pasar kripto global hanya dari pergeseran 1% alokasi portofolio rumah tangga di Asia. Nicholas Peach, Head of APAC iShares, menekankan bahwa meskipun adopsi institusional di Asia cenderung konservatif, kehadiran instrumen ETF yang teregulasi telah mulai mengubah wajah keuangan tradisional. Dengan total kekayaan rumah tangga Asia mencapai US108 triliun, perubahan kecil dalam model investasi ini setara dengan 60% total kapitalisasi pasar kripto saat ini, menandakan potensi likuiditas luar biasa yang masih berada di luar ekosistem aset digital.


Fokus:

​■ Rekomendasi alokasi aset digital sebesar 1% dalam portofolio investasi standar di Asia dapat memicu arus dana masuk yang melampaui separuh kapitalisasi pasar kripto global.
​■ Keberhasilan ETF Bitcoin spot milik BlackRock (IBIT) yang mengelola dana US$53 miliar menjadi katalis utama bagi investor Asia untuk masuk ke pasar kripto melalui jalur yang teregulasi.
​■ Negara-negara seperti Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan kini menjadi medan tempur utama peluncuran produk ETF kripto regional seiring meningkatnya kepastian regulasi.


Kekuatan finansial Asia kini menjadi sorotan utama dalam evolusi pasar aset digital global. BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, mengungkapkan bahwa perubahan kecil dalam strategi alokasi investasi di kawasan ini dapat memicu migrasi modal yang masif ke dalam ekosistem kripto.

​Nicholas Peach, Head of APAC iShares di BlackRock, menggarisbawahi potensi tersebut dalam panel diskusi di Consensus Hong Kong. Menurutnya, rekomendasi alokasi kripto sebesar 1% dalam portofolio model standar kini bukan lagi hal tabu. Dengan total kekayaan rumah tangga di Asia yang mencapai angka luar biasa sebesar US108 triliun, alokasi minimalis 1% saja secara teoritis setara dengan hampir US2 triliun.

​“Sebagian penasihat portofolio model kini mulai merekomendasikan alokasi sekitar 1% ke kripto dalam portofolio investasi standar,” kata Peach seperti dikutip CoinDesk. Angka ini setara dengan 60% dari total kapitalisasi pasar kripto global saat ini.

Antara AS dan Asia: Arus Dana yang Saling Terhubung

​Sejak peluncuran ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat pada Januari 2024, produk IBIT milik BlackRock telah memecahkan rekor sebagai ETF dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah, dengan dana kelolaan (Asset Under Management) mencapai US$53 miliar. Namun, Peach meluruskan persepsi pasar bahwa fenomena ini hanya terjadi di Barat. Investor dari Asia justru menyumbang porsi signifikan terhadap arus dana ke ETF yang tercatat di AS tersebut.

​Secara tren year-on-year, adopsi ETF di Asia memang menunjukkan kurva menanjak. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh spekulasi aset tunggal, investor institusional Asia kini lebih memilih mengekspresikan pandangan pasar mereka melalui instrumen yang teregulasi dan terdiversifikasi.

Kesiapan Regulasi Regional

​Meskipun angkanya fantastis, Peach menekankan bahwa adopsi ini akan berlangsung secara bertahap dan sangat berhati-hati. Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan berada di barisan terdepan dalam memperluas penawaran ETF kripto regional. Kedalaman pasar dan likuiditas di kawasan ini diperkirakan akan menguat tajam seiring dengan bertambahnya kepastian hukum.

​Bagi industri keuangan tradisional, tantangan terbesarnya kini bergeser dari sekadar “akses” menjadi “edukasi”. BlackRock menilai bahwa strategi portofolio yang matang harus diselaraskan dengan profil risiko masing-masing investor.

​“Kolam modal di keuangan tradisional itu luar biasa besar,” tegas Peach. “Tidak perlu adopsi yang masif untuk menghasilkan dampak finansial yang sangat signifikan.”

Keywords: BlackRock, ETF Bitcoin, Kripto Asia, Investasi Aset Digital, iShares, Nicholas Peach, Pasar Modal Asia,

​Digionary:

​● Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR): Standar modal yang harus disisihkan bank berdasarkan profil risiko asetnya.
​● Capitalization (Kapitalisasi Pasar): Nilai total dari sebuah aset atau perusahaan yang dihitung dari harga saat ini dikalikan dengan jumlah unit yang beredar.
​● ETF Spot (Exchange-Traded Fund): Instrumen investasi yang melacak harga aset dasar (seperti Bitcoin) secara langsung dan diperdagangkan di bursa saham reguler.
​● iShares: Lini produk ETF dari BlackRock yang merupakan penyedia ETF terbesar di dunia.
​● Portfolio Model: Strategi alokasi aset standar yang digunakan oleh manajer investasi untuk mencapai target risiko dan imbal hasil tertentu.

​#BlackRock #KriptoAsia #ETFBitcoin #InvestasiDigital #Finansial #EkonomiGlobal #AsetDigital #iShares #PasarModal #HongKong #Blockchain #TeknologiKeuangan #Web3 #ManajemenAset #Bitcoin2026 #LikuiditasPasar #InfoSaham #Perbankan #StrategiInvestasi #DigitalGold

Comments are closed.