Looping for Life: Strategi ‘Hijau’ Bank Mandiri Sasar Gen Z dan Pencinta Parfum Urban

- 1 Februari 2026 - 08:00

Bank Mandiri melalui inisiatif Mandiri Looping for Life (MLFL) bertransformasi menjadi pelopor ekonomi sirkular di industri gaya hidup dengan memperkenalkan Circular Fragrance Experience pada ajang Perfume Pop Market 2026. Strategi ini bukan sekadar kampanye hijau biasa, melainkan upaya konkret mengajak masyarakat mengolah limbah botol parfum menjadi produk bernilai guna melalui pengalaman interaktif, sekaligus memperkuat komitmen perbankan pelat merah tersebut dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam nadi gaya hidup urban masa kini.


Fokus:

■ ​Inovasi Ekonomi Sirkular: Bank Mandiri memperkenalkan konsep Circular Fragrance Experience, sebuah model baru yang mengubah limbah botol parfum menjadi bahan baku aksesori dan produk wewangian baru.
■ ​Edukasi Gaya Hidup Urban: Inisiatif ini menyasar kesadaran masyarakat urban akan pentingnya konsumsi bijak dan pemanfaatan ulang material melalui aktivitas kreatif yang relevan dengan tren masa kini.
■ ​Kolaborasi Industri Kreatif: Perusahaan memperluas ekosistem keberlanjutan dengan menggandeng komunitas kreatif guna memastikan praktik ekonomi sirkular dapat diadopsi secara luas di berbagai sektor industri.


​Siapa sangka botol parfum kosong yang biasanya berakhir di tempat sampah kini bisa menjadi “tiket” untuk gaya hidup baru yang lebih bertanggung jawab. Di tengah meningkatnya tren wewangian di kalangan urban, Bank Mandiri mencoba menyisipkan pesan keberlanjutan melalui inisiatif Mandiri Looping for Life (MLFL).

​Dalam gelaran Perfume Pop Market 2026 yang berlangsung di Brickhall Fatmawati pada 30 Januari hingga 2 Februari, bank berkode saham BMRI ini meluncurkan Circular Fragrance Experience. Program ini dirancang bukan sebagai pameran pasif, melainkan sebuah laboratorium interaktif bagi para pengunjung untuk melihat langsung bagaimana siklus hidup sebuah produk dapat diperpanjang melalui tangan kreatif.

​”Melalui Mandiri Looping for Life, kami terus mengembangkan berbagai aktivitas yang mendorong penerapan ekonomi sirkular secara nyata, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan industri kreatif agar keberlanjutan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, dalam keterangan resminya, Jumat (30/1).

​Lebih dari Sekadar Daur Ulang

Di area Brickhall, pengunjung tidak hanya sekadar datang dan membeli parfum. Mereka diajak berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi sirkular dengan cara menukarkan botol parfum kosong. Sebagai imbalannya, pengunjung berkesempatan mengikuti proses pembuatan parfum, mempersonalisasi aroma sesuai karakter, hingga mengubah material daur ulang menjadi aksesori eksklusif.

​Langkah ini sejalan dengan tren global di mana konsumen mulai beralih ke produk yang memiliki dampak lingkungan minimal. Berdasarkan data riset industri kreatif 2025, sekitar 65% konsumen muda di Indonesia kini lebih memilih merek yang menerapkan prinsip sustainability. Bank Mandiri memanfaatkan momentum ini untuk menghubungkan isu lingkungan dengan pengalaman yang sangat personal bagi pencinta parfum.

​”Melalui pendekatan yang relevan dengan lifestyle urban, program ini menghubungkan isu keberlanjutan dengan pengalaman kreatif dan interaktif yang dekat dengan keseharian masyarakat,” tambah Adhika.
​Investasi Sosial di Tengah Dinamika Urban

Inisiatif ini juga mencakup pemberian parfum gratis bagi pengunjung yang menukarkan sejumlah botol kosong, sebuah cara cerdas untuk memastikan partisipasi aktif masyarakat. Bank Mandiri melihat bahwa edukasi ekonomi sirkular paling efektif jika dilakukan melalui kebiasaan sederhana namun berdampak.

​Ke depan, Bank Mandiri diproyeksikan akan terus memperluas kolaborasi lintas sektor. Langkah ini menunjukkan bahwa peran perbankan di tahun 2026 tidak lagi terbatas pada transaksi finansial, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku sosial. Dengan mengajak masyarakat memulai langkah kecil melalui botol parfum, Mandiri sedang membangun pondasi bagi praktik ekonomi yang lebih hijau dan berdampak panjang.

​”Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan memulai langkah sederhana melalui Circular Fragrance Experience, sebagai bagian dari upaya bersama membangun praktik keberlanjutan yang berdampak,” pungkas Adhika.


​Digionary:

​● Circular Economy (Ekonomi Sirkular): Model ekonomi yang bertujuan meminimalkan limbah dengan mendesain produk agar dapat digunakan kembali, diperbaiki, atau didaur ulang selama mungkin.
● Circular Fragrance Experience: Konsep pengalaman interaktif yang menggabungkan industri parfum dengan praktik berkelanjutan, seperti daur ulang botol wewangian.
● ESG (Environmental, Social, and Governance): Standar operasional perusahaan untuk memastikan dampak positif pada lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.
● Lifestyle Urban: Gaya hidup masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan besar, biasanya ditandai dengan mobilitas tinggi dan keterbukaan terhadap tren modern.
● Mandiri Looping for Life: Inisiatif berkelanjutan dari Bank Mandiri yang fokus pada penciptaan siklus hidup berkelanjutan melalui berbagai program kolaborasi masyarakat.

#BankMandiri #LoopingForLife #EkonomiSirkular #PerfumePopMarket #Sustainability #GayaHidupBerkelanjutan #CircularEconomy #GreenBanking #InfoJakarta #TrenParfum2026 #DaurUlang #MandiriEvent #LifestyleUrban #JakartaHits #PeduliLingkungan #EcoFriendly #InovasiKreatif #BMRI #GreenInitiative #SustainabilityLifestyle

Comments are closed.