Alibaba, Tencent, dan ByteDance Ubah AI Jadi “Pembeli Otomatis” di Super App

- 26 Januari 2026 - 16:45

Raksasa teknologi China sedang melompat lebih jauh dari sekadar chatbot. Mereka mengubah AI menjadi agen otonom yang bisa mencari barang, membandingkan harga, memesan, hingga membayar—tanpa pengguna keluar dari jendela percakapan. Fenomena ini disebut agentic commerce dan berpotensi mengubah peta e-commerce, fintech, dan perilaku transaksi digital global.


Fokus:

■ China memimpin agentic commerce karena super app menyatukan data, transaksi, dan pembayaran dalam satu ekosistem.
■ AI berubah dari chatbot menjadi agen otonom yang bisa menyelesaikan transaksi tanpa intervensi manusia.
■ Model ini berpotensi mengubah e-commerce, fintech, dan perbankan global dengan nilai ekonomi hingga US$1 triliun pada 2030.


Selama ini chatbot hanya menjawab pertanyaan. Kini di China, chatbot mulai berbelanja, memesan tiket, membayar, bahkan menyelesaikan seluruh transaksi—sendirian. Tanpa klik, tanpa pindah aplikasi, tanpa intervensi pengguna. Inilah fase baru yang disebut agentic commerce, ketika AI berubah dari alat bantu menjadi pelaku ekonomi digital.


Raksasa teknologi China seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance sedang memasuki fase paling agresif dalam pemanfaatan AI: mengubah chatbot menjadi agen transaksi otonom di dalam ekosistem super app mereka.

Bukan lagi sekadar percakapan cerdas, tetapi AI yang bisa mencari produk, membandingkan harga, memberi rekomendasi, memesan, dan membayar. Semuanya terjadi di satu layar percakapan.

Alibaba memimpin langkah ini dengan memperbarui chatbot Qwen agar terhubung langsung dengan Taobao dan Fliggy. Pengguna bisa berbelanja dan membayar melalui Alipay tanpa pernah keluar dari jendela chat.

Raksasa teknologi China mengubah chatbot menjadi agen transaksi otonom dalam super app. Fenomena agentic commerce ini berpotensi mengubah e-commerce, fintech, dan cara manusia bertransaksi digital.

Analis Counterpoint Research, Shaochen Wang, menyebut strategi ini bukan sekadar fitur tambahan.
“Ini adalah upaya membangun business moat yang kokoh,” ujarnya mengutip CNBC.

Transformasi ini menciptakan user stickiness yang sangat tinggi. Pengguna tidak lagi berpindah aplikasi. Semua aktivitas terjadi di dalam satu ekosistem milik perusahaan.

ByteDance melakukan hal serupa dengan mengintegrasikan chatbot Doubao ke fitur belanja di Douyin. Bahkan, perusahaan ini sempat bekerja sama dengan ZTE mengembangkan prototipe smartphone berbasis AI, meski beberapa fitur ditarik karena isu privasi.

Presiden Tencent, Martin Lau, menegaskan agen AI akan menjadi komponen inti evolusi WeChat yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna.

Di sinilah keunggulan China terlihat jelas: data perilaku pengguna terpusat di super app. Sebaliknya, perusahaan AS seperti OpenAI, Amazon, dan Google menghadapi kendala besar.

Analis Forrester, Charlie Dai, menjelaskan, “Perusahaan Barat unggul dalam model dasar AI dan jangkauan global, tetapi terhambat oleh data yang terfragmentasi dan regulasi privasi yang jauh lebih ketat.”

China bisa menyatukan AI + e-commerce + pembayaran + sosial media + data perilaku pengguna
Dalam satu ekosistem tertutup. Sementara di AS dan Eropa, data pengguna tersebar di banyak aplikasi dan dibatasi regulasi privasi. Padahal studi McKinsey 2025 memperkirakan teknologi ini berpotensi menciptakan nilai ekonomi lebih dari US$1 triliun pada 2030.

Mengapa Ini Mengubah Peta E-Commerce dan Fintech?

Selama 20 tahun terakhir, model transaksi digital selalu berbasis klik: Cari → Klik → Buka app → Bandingkan → Checkout → Bayar. Agentic commerce menghapus seluruh tahapan itu. Model baru menjadi: Perintah → AI yang bekerja → Transaksi selesai.

Ini bukan lagi e-commerce. Ini adalah AI-commerce. Dan karena pembayaran terjadi di dalam ekosistem (Alipay, WeChat Pay), maka yang diuntungkan bukan hanya platform belanja, tetapi juga platform pembayaran dan layanan keuangan.

Inilah sebabnya fenomena ini sangat relevan bagi industri perbankan, fintech, asuransi, dan multifinance
Karena di masa depan, nasabah tidak lagi membuka aplikasi bank untuk transaksi. AI yang melakukannya.

Ilustrasi: CIO.com


Digionary:

● Agentic Commerce: Model transaksi di mana AI bertindak sebagai agen yang menyelesaikan pembelian.
● Business Moat: Keunggulan kompetitif yang sulit ditiru pesaing.
● Chatbot: Program AI untuk percakapan otomatis.
● Super App: Aplikasi dengan banyak layanan terintegrasi dalam satu platform.
● User Stickiness: Tingkat keterikatan pengguna pada suatu platform.
● AI Agent: AI yang mampu bertindak mandiri menjalankan tugas.
● Data Fragmentation: Data pengguna tersebar di banyak aplikasi.
● Embedded Payment: Pembayaran yang tertanam langsung di dalam platform.
● Ecosystem Lock-in: Kondisi ketika pengguna sulit keluar dari ekosistem.
● AI-Commerce: Evolusi e-commerce berbasis agen AI.

#AgenticCommerce #AI #SuperApp #Alibaba #Tencent #ByteDance #Qwen #Doubao #WeChat #Alipay #Fintech #Ecommerce #ArtificialIntelligence #DigitalPayment #BusinessMoat #UserStickiness #AICommerce #ChinaTech #FutureOfTransaction #DigitalEcosystem

Comments are closed.