Open finance di Uni Emirat Arab (UEA) mulai berjalan nyata di bawah kerangka Bank Sentral UEA. Nasabah kini bisa—dengan persetujuan—membagikan data keuangan ke pihak ketiga berlisensi untuk pembayaran, agregasi rekening, dan penilaian kredit lebih cepat. Bank menyebutnya lompatan besar layanan finansial yang mendorong kredit UMKM, inovasi fintech, dan ekonomi digital.
Fokus:
■ Nasabah memegang kendali data melalui persetujuan, membuka agregasi rekening dan pembayaran lintas platform.
■ Bank mendapat gambaran finansial lebih utuh, mempercepat kredit dan mempersonalisasi produk, terutama bagi UMKM.
■ Kerangka CBUAE (trust framework, API hub, keamanan siber) menjadi fondasi kepercayaan dan kolaborasi bank–fintech.
Di UEA, data keuangan kini tak lagi “diam” di satu bank. Dengan izin nasabah, data itu kini bisa bergerak aman ke ekosistem lembaga berlisensi—membuka jalan bagi kredit lebih cepat, pembayaran lebih mulus, dan produk finansial yang jauh lebih personal.
Sektor perbankan UEA memasuki fase baru transformasi digital. Open finance resmi digulirkan di bawah kerangka Bank Sentral UEA (CBUAE), memungkinkan individu dan pelaku usaha membagikan data finansial secara aman dan berbasis persetujuan kepada penyedia layanan berlisensi. Tujuannya jelas, yakni mempercepat layanan, memperkaya inovasi, dan memperkuat kompetisi yang sehat.
Direktur Jenderal UAE Banks Federation (UBF), Jamal Saleh, menyebut open finance sebagai lompatan kuantum dalam cara layanan keuangan diberikan. “Open finance memungkinkan individu dan pelaku usaha membagikan data finansial mereka secara aman, dengan persetujuan, ke ekosistem lembaga dan penyedia layanan teregulasi yang lebih luas. Perubahan ini memberdayakan nasabah, melepas inovasi, dan meningkatkan persaingan,” ujarnya kepada Gulf News.
Lantas, apa artinya bagi nasabah?
Di bawah open finance, nasabah bisa melakukan agregasi rekening lintas bank, inisiasi pembayaran lewat pihak ketiga tepercaya, serta mengakses produk yang dipersonalisasi. Bagi bank dan fintech, gambaran finansial nasabah menjadi lebih utuh (tentu berbasis izin), sehingga penilaian risiko lebih akurat dan waktu persetujuan kredit lebih singkat.
Open finance di UEA memungkinkan nasabah berbagi data finansial secara aman berbasis persetujuan. Dampaknya: kredit lebih cepat, layanan bank makin personal, kolaborasi fintech meluas, dan ekonomi digital kian kuat di bawah kerangka Bank Sentral UEA.
Bagi UMKM—tulang punggung diversifikasi ekonomi UEA—dampaknya signifikan. Dengan visibilitas arus kas yang lebih lengkap, bank dapat merancang pembiayaan yang sesuai kebutuhan riil usaha. Saleh menegaskan, “UMKM diproyeksikan tumbuh lebih kuat dengan open finance, mendukung kewirausahaan, meningkatkan produktivitas, dan selaras dengan strategi diversifikasi ekonomi UEA.”
Kerangka Kepercayaan dari Bank Sentral
Implementasi ini ditopang trust framework dari CBUAE: perizinan, pengawasan, hub API nasional, dan infrastruktur bersama untuk berbagi data serta inisiasi transaksi atas nama nasabah. Standar persetujuan yang jelas dan keamanan siber tingkat lanjut menjadi fondasi.
“Dibangun di atas tata kelola kuat, kerangka persetujuan yang jelas, dan standar keamanan siber maju, open finance memperkuat kepercayaan pada sistem keuangan,” demikian Saleh.
ADIB Jadi Penanda Tonggak
Pekan ini, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) meluncurkan layanan open finance di bawah inisiatif nasional AlTareq. Nasabah ADIB kini dapat melihat dan mengelola rekening lintas institusi, melakukan pembayaran via platform pihak ketiga tepercaya, dan menikmati layanan digital yang lebih terintegrasi.
Kolaborasi bank–fintech meluas
UBF bekerja erat dengan bank, fintech, dan penyedia teknologi untuk memperluas use case: pembayaran, tabungan, wealth management, hingga asuransi. Open finance juga dipandang mendukung interoperabilitas lintas negara dan ambisi UEA menaikkan kontribusi ekonomi digital ke >20% PDB.
Digionary:
● API Hub: Pusat integrasi antarsistem untuk berbagi data dan inisiasi transaksi secara aman.
● Agregasi Rekening: Tampilan gabungan rekening dari beberapa bank dalam satu aplikasi.
● CBUAE: Bank Sentral Uni Emirat Arab, regulator kerangka open finance.
● Consent Framework: Mekanisme persetujuan nasabah atas penggunaan datanya.
● Interoperabilitas: Kemampuan sistem berbeda untuk saling terhubung dan bekerja bersama.
● Open Finance: Berbagi data finansial berbasis izin ke pihak berlisensi untuk layanan baru.
● Penilaian Risiko: Proses menakar kelayakan kredit berbasis data finansial.
● Trust Framework: Standar tata kelola, keamanan, dan perizinan untuk menjaga kepercayaan.
● UMKM: Usaha mikro, kecil, dan menengah, fokus utama percepatan kredit.
#OpenFinance #UEA #PerbankanDigital #Fintech #API #KeamananSiber #AgregasiRekening #KreditUMKM #InovasiKeuangan #CBUAE #DigitalEconomy #WealthManagement #PembayaranDigital #TrustFramework #Consent #Interoperabilitas #TransformasiDigital #BankingInnovation #DataNasabah #EkosistemKeuangan
