Maybank Pasang Target Tinggi: ROE 14% dan Dominasi Regional ASEAN lewat Strategi ROAR30

- 22 Januari 2026 - 05:34

Maybank resmi meluncurkan ROAR30, peta jalan strategis lima tahun menuju 2030, dengan target ambisius menaikkan return on equity (ROE) ke level 13–14%. Strategi ini menegaskan ambisi Maybank menjadi kekuatan finansial regional ASEAN melalui penguatan perbankan syariah global, wealth management lintas negara, transformasi digital, serta investasi besar pada teknologi dan talenta masa depan.


Fokus:

■ ROAR30 menandai strategi agresif Maybank untuk mengerek ROE ke 13–14%, dengan disiplin finansial dan diversifikasi pendapatan sebagai penopang utama pertumbuhan berkelanjutan.
■ ASEAN menjadi pusat strategi Maybank, dengan perbankan syariah, wealth management, dan transaksi lintas negara sebagai mesin ekspansi regional, termasuk penetrasi lebih dalam ke Indonesia.
■ Investasi besar pada teknologi dan talenta menjadi fondasi masa depan, memastikan Maybank tetap kompetitif di era digital dan transisi ekonomi hijau.


Di tengah lanskap perbankan ASEAN yang makin kompetitif dan terdigitalisasi, Malayan Banking Bhd (Maybank) memilih untuk tidak bermain aman. Melalui strategi lima tahun bertajuk ROAR30, bank terbesar di Malaysia ini memasang target agresif—menaikkan profitabilitas, memperluas pengaruh regional, dan menyiapkan fondasi jangka panjang agar tetap relevan di dekade berikutnya.


Maybank resmi meluncurkan ROAR30, peta jalan strategis lima tahun menuju 2030, dengan sasaran utama meningkatkan return on equity (ROE) ke kisaran 13–14%, dari posisi saat ini 11,5%. Strategi ini menandai fase baru transformasi Maybank sebagai bank regional ASEAN yang lebih terintegrasi, berbasis teknologi, dan berorientasi nilai jangka panjang.

Presiden dan Group CEO Maybank, Datuk Seri Khairussaleh Ramli, menegaskan bahwa ROAR30 dirancang untuk menangkap peluang pertumbuhan struktural di Asia Tenggara, kawasan yang dinilai akan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi global dalam satu dekade ke depan.

“Kami percaya sekarang adalah waktu yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan memanfaatkan semakin pentingnya peran ASEAN,” ujar Khairussaleh seperti dikutip theedgemalaysia.com dalam.

Menurutnya, fokus utama Maybank bukan semata mengejar laba jangka pendek, melainkan membangun nilai pemegang saham secara berkelanjutan sekaligus mempersiapkan bank menghadapi perubahan besar di industri keuangan.

Maybank meluncurkan strategi ROAR30 menuju 2030 dengan target ROE 14%, fokus ekspansi ASEAN, perbankan syariah global, wealth management, dan investasi besar di teknologi serta talenta digital.

“Tujuan utama kami adalah mendorong nilai bagi pemegang saham melalui perbaikan berkelanjutan, sambil membangun fondasi agar Maybank tetap relevan untuk dekade berikutnya,” katanya.

Target Finansial Lebih Agresif

Dalam kerangka ROAR30, Maybank menargetkan net interest margin tetap di atas 2,05%, rasio dana murah (CASA) melampaui 41%, serta biaya kredit bersih dijaga stabil di sekitar 20 basis poin. Kontribusi pendapatan luar negeri juga ditargetkan tumbuh 5–6% hingga 2030.

Selain itu, Maybank membidik pertumbuhan pendapatan non-bunga (NOII) sebesar 9% dalam lima tahun ke depan, dengan pertumbuhan pendapatan berbasis biaya inti di kisaran 6–7%. Rasio NOII diharapkan meningkat menjadi 39% dari posisi saat ini 35%, sejalan dengan pergeseran model bisnis ke arah jasa bernilai tambah.

Tiga Pilar Strategis

ROAR30 dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penguatan misi Maybank untuk humanising financial services—menyediakan solusi keuangan berbasis nilai, berdampak sosial, dan mendukung ekonomi riil.

Sebagai bagian dari komitmen ini, Maybank akan menyalurkan pembiayaan berkelanjutan kumulatif sebesar RM300 miliar hingga 2030, memperluas pembiayaan UMKM menjadi RM100 miliar, serta mengalokasikan RM100 miliar ke sektor ekonomi baru seperti transisi net-zero, ekonomi digital, infrastruktur teknologi, dan manufaktur maju.

Pilar kedua berfokus pada pembangunan bisnis berskala regional. Maybank menargetkan kepemimpinan regional maupun global di empat segmen inti: perbankan syariah global, wealth management regional, transaction & payments banking, serta corporate and investment banking.

Khairussaleh menyoroti posisi Maybank yang saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam penerbitan sukuk berdasarkan jumlah transaksi. Perbankan syariah akan menjadi “prime mover” inovasi, termasuk pengembangan Islamic Banking-as-a-Service di Indonesia—pasar dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Di segmen wealth management, Maybank menargetkan posisi lima besar pengelola kekayaan premier di ASEAN, dengan memanfaatkan basis kuat di Malaysia untuk memperdalam hubungan nasabah di Singapura dan Indonesia, sekaligus membangun platform transaksi lintas negara yang terintegrasi.
Pilar ketiga diarahkan pada future-proofing organisasi.

Maybank menargetkan 60% tenaga kerjanya merupakan talenta generasi baru yang memiliki keahlian digital, data, TI, dan ESG pada 2030, naik dari sekitar 30% saat ini.

Di sisi teknologi, Maybank mengalokasikan investasi sebesar RM10 miliar dalam lima tahun ke depan untuk cloud, data, dan kecerdasan buatan (AI).

“Investasi teknologi akan mentransformasi kapabilitas kami, namun tetap diseimbangkan dengan pengelolaan biaya yang optimal,” ujar Khairussaleh.

Respons Pasar

Pada perdagangan terakhir, saham Maybank turun 12 sen atau 1,1% ke level RM11,04, dengan kapitalisasi pasar RM133,38 miliar. Dalam setahun terakhir, saham Maybank masih mencatatkan kenaikan 7,4%, mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental jangka panjang meski pasar merespons hati-hati target ambisius tersebut.


Digionary:

● ASEAN: Kawasan Asia Tenggara yang menjadi fokus pertumbuhan ekonomi global
● CASA: Dana murah dari giro dan tabungan
● Islamic Banking-as-a-Service: Layanan perbankan syariah berbasis platform digital
● Net Interest Margin: Selisih pendapatan bunga dengan biaya dana
● NOII: Pendapatan non-bunga dari jasa dan fee
● ROAR30: Peta jalan strategis Maybank menuju 2030
● ROE: Return on equity, indikator profitabilitas modal
● Sukuk: Obligasi berbasis prinsip syariah
● Wealth Management: Layanan pengelolaan kekayaan nasabah bernilai tinggi

#Maybank #ROAR30 #PerbankanASEAN #BankRegional #PerbankanSyariah #WealthManagement #TransformasiDigital #AIperbankan #EkonomiDigital #ESG #Sukuk #ASEANGrowth #BankMalaysia #BankIndonesia #StrategiBank #KeuanganGlobal #InvestasiTeknologi #UMKM #NetZeroFinance

Comments are closed.