Sebuah studi industri menyoroti cepatnya adopsi Artificial Intelligence (AI) di tempat kerja. Studi ini menunjukkan bahwa tahun 2027 bisa jadi menjadi era di mana AI mengambil alih sebagian besar fungsi manusia di organisasi teknologi. Laporan ini mengungkap bahwa saat ini 20%–40% pekerjaan di beberapa perusahaan teknologi sudah dilakukan AI, termasuk lebih dari 40% pengembangan perangkat lunak. Meski demikian, diskursus global masih mempertanyakan apakah AI sepenuhnya menggantikan manusia atau sekadar merevolusi cara kita bekerja?
Fokus:
■ AI sudah menjadi bagian integral tempat kerja teknologi, mengerjakan puluhan % pekerjaan secara otomatis.
■ Persepsi risiko dan kekhawatiran pekerja meningkat, dengan sebagian merasa AI bisa menggantikan peran mereka.
■ Kolaborasi manusia-AI lebih mungkin terjadi daripada penggantian penuh, asalkan pekerja mendapatkan reskilling dan peran baru yang relevan.
Laporan industri menunjukkan AI bisa menjadi “rekan kerja utama” pada 2027, dengan 20%–40% pekerjaan di sektor teknologi sudah dilakukan oleh sistem AI. Bagaimana masa depan tenaga kerja?
Bayangkan kantor di mana percakapan antar manusia makin jarang terdengar, digantikan oleh instruksi, grafik, dan komando kepada sistem AI. Laporan terbaru oleh asosiasi industri teknologi besar menempatkan skenario ini bukan sebagai fiksi ilmiah, tetapi sebagai kemungkinan nyata menjelang tahun 2027—ketika perangkat lunak kecerdasan buatan menjadi “rekan kerja” utama bagi banyak profesional, terutama di sektor teknologi dan IT.
Kecerdasan buatan semakin merasuk ke dalam setiap sendi lingkungan kerja. Menurut laporan bertajuk Work Reimagined: The Rise of Human-AI Collaboration dari Nasscom dan Indeed yang baru saja dipublikasikan, antara 20% hingga 40% dari pekerjaan di berbagai organisasi teknologi sudah ditangani oleh AI lintas fungsi—termasuk tugas-tugas dalam pengembangan perangkat lunak. Hampir separuh responden menyatakan bahwa lebih dari %40 aktivitas pengembangan teknologi kini didukung AI.
“AI bukan lagi pertimbangan masa depan. Ia sudah membentuk cara kerja saat ini,” kata Ketaki Karnik, Kepala Riset Nasscom. Pandangan ini diperkuat oleh data industri yang menunjukkan bahwa lembaga dan perusahaan global semakin mengandalkan AI untuk tugas operasional dan analitik.
Apa yang Berubah?
Transformasi ini bukan sekadar peningkatan efisiensi, tetapi potensi pergeseran peran manusia di tempat kerja yang mencakup antara lain:
– Automasi pekerjaan rutin. Banyak tugas administratif dan berulang kini ditangani otomatis oleh AI, dari pemeriksaan data hingga penjadwalan kerja.
– Peran software development: Dalam industri teknologi sendiri, AI telah mengambil porsi signifikan dari proses coding, debugging, bahkan pengujian produk.
– Kolaborator digital. Sistem generatif dan asisten cerdas bekerja bersamaan dengan manusia setiap hari, menjadi bagian dari operasi inti bisnis.
Transformasi ini sejajar dengan temuan lain yang menunjukkan sebagian besar pekerja kini lebih sering berinteraksi dengan teknologi AI untuk tugas tertentu, bahkan lebih sering daripada berdiskusi dengan rekan kerja manusia. Laporan survei independen menyebut hingga %60 responden lebih memilih bertanya ke alat AI dibanding rekan kerja untuk menyelesaikan tugas, meski hal ini berdampak pada rasa kebersamaan dan hubungan antar tim.
Tantangan Ketenagakerjaan dan Kekhawatiran Publik
Walau adopsi AI terjadi cepat, dampaknya terhadap pekerjaan manusia masih diperdebatkan. Survei di Inggris menunjukkan bahwa 51% pekerja dewasa merasa khawatir pekerjaan mereka akan tergantikan teknologi, mencerminkan ketidakpastian dan tekanan psikologis dalam pasar kerja modern.
Di sisi lain, banyak pakar tenaga kerja menekankan bahwa AI tidak harus selalu menggantikan manusia, melainkan mengubah fungsi pekerjaan. Menurut beberapa lembaga riset, AI umumnya masih berperan sebagai augmentasi terhadap pekerjaan manusia—membantu menyelesaikan tugas tetapi bukan mengambil alih peran manusia secara keseluruhan.
Dua skenario besar dikemukan oleh banyak analis. Yang pertama adalah kolaborasi intensif. AI menjadi rekan kerja, membantu penyelesaian tugas, mempercepat cycle time, dan memungkinkan manusia fokus pada aspek strategis—sebuah augmentasi pekerjaan. Dan kedua, transformasi peran. Pekerjaan tradisional berubah drastis, dengan manusia memimpin pengawasan, integrasi sistem, dan inovasi—sementara AI menangani tugas teknis berulang.
Beberapa laporan global menyebutkan bahwa ancaman kehilangan pekerjaan oleh AI tidak semata karena teknologi itu sendiri, tetapi bagaimana organisasi mengintegrasikannya, serta sejauh mana kebijakan publik dan pelatihan tenaga kerja menyiapkan pekerja untuk pergeseran ini.
Digionary:
● AI (Artificial Intelligence) – Teknologi yang meniru kecerdasan manusia untuk melakukan tugas tertentu, seperti analisis data dan automasi.
● Automasi – Proses otomatis yang menggantikan tugas manual dengan mesin atau perangkat lunak.
● Augmentasi – Integrasi teknologi untuk mendukung kemampuan manusia dalam bekerja.
● Generative AI – Teknologi AI yang mampu membuat konten baru seperti teks, gambar, atau kode.
● Human-AI Collaboration – Model kerja di mana manusia dan AI saling melengkapi dalam tugas profesional.
● HR Leaders – Pengambil keputusan di bidang sumber daya manusia dalam sebuah organisasi.
● Nasscom – Asosiasi industri teknologi informasi dan layanan digital yang berpengaruh di India.
● Percepatan Digital – Proses memperluas adopsi teknologi digital di sektor bisnis.
● Reskilling – Pelatihan ulang tenaga kerja agar memiliki keterampilan baru.
● Software Development – Proses pembuatan dan pemeliharaan perangkat lunak.
● Task Automation – Automasi tugas spesifik yang sebelumnya dilakukan manusia.
● Workflow – Alur kerja yang menggambarkan urutan tugas dan tanggung jawab.
● Work Reimagined Report – Laporan tentang kolaborasi manusia-AI di lingkungan profesional.
#AI2027 #ArtificialIntelligence #DuniaKerjaMasaDepan #TeknologiKerja #AIColleague #Automasi #HumanAICollaboration #TransformasiDigital #UpSkilling #TenagaKerja #JobReimagined #TechJobs #EfisiensiKerja #AIandWork #Reskilling #WorkplaceFuture #AIImpact
