Bank Neo Commerce Bagikan Tips Menata Ulang Keuangan dan Investasi di Awal Tahun

- 14 Januari 2026 - 09:36

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pengelolaan keuangan personal kini bergeser dari sekadar menabung menjadi strategi mitigasi risiko melalui dana darurat dan investasi cerdas. PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) merespons fenomena ini dengan mendemokratisasi akses investasi melalui platform digital, menawarkan instrumen mulai dari deposito berbunga hingga 7.5% hingga reksa dana dengan ambang batas rendah. Inisiatif ini bertujuan membangun kebiasaan finansial baru di kalangan non-profesional seperti ibu rumah tangga dan mahasiswa guna mencapai kemandirian finansial yang berkelanjutan.


​Fokus Utama:

■ ​Urgensi Dana Darurat: Membangun benteng pertahanan finansial minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan sebagai langkah preventif terhadap risiko PHK dan biaya medis tak terduga.
■ ​Personalisasi Instrumen Investasi: Pentingnya pemetaan profil risiko (konservatif hingga agresif) sebelum menempatkan modal pada instrumen tertentu.
■ ​Demokratisasi Layanan Digital: Inovasi perbankan digital dalam menyediakan produk investasi terjangkau yang dapat diakses mulai dari nominal Rp10.000 hingga Rp100.000.


​Jangan salah kaprah, dana darurat bukan untuk nonton konser! Simak panduan Bank Neo Commerce (BNC) dalam mengelola dana darurat, mengenal profil risiko investasi, hingga memanfaatkan instrumen deposito dan reksa dana digital untuk masa depan finansial yang lebih kuat.


Seringkali, batas antara “kebutuhan” dan “keinginan” menjadi kabur saat saldo rekening terlihat cukup. Namun, para pakar keuangan dan pelaku industri perbankan digital mengingatkan bahwa ketahanan finansial yang sesungguhnya tidak diukur dari kemampuan membeli tiket konser, melainkan dari seberapa kuat dana darurat yang dimiliki.

​Dana darurat bukanlah tabungan biasa yang bebas ditarik untuk gaya hidup. Dana ini adalah “pelampung penyelamat” yang disiapkan khusus untuk menghadapi badai tak terduga: Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tagihan rumah sakit yang mendadak, kecelakaan, hingga bencana alam. Tujuannya tegas, yakni agar individu tidak terjebak dalam jeratan utang saat krisis menghantam.

​Laporan terbaru mengenai literasi finansial menunjukkan bahwa idealnya, seseorang harus memiliki dana darurat sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran rutin bulanan. Untuk tingkat yang lebih aman atau “mapan”, cadangan dana tersebut sebaiknya mampu menutup pengeluaran hingga satu tahun penuh.

​Membedah Profil Risiko Sebelum Terjun ke Pasar

Setelah benteng pertahanan (dana darurat) terbentuk, langkah selanjutnya adalah ekspansi melalui investasi. Namun, di era membanjirnya informasi, masyarakat sering terjebak dalam tren tanpa memahami profil risiko pribadi. Apakah Anda seorang yang konservatif (takut kehilangan modal), moderat, atau agresif (siap mengambil risiko tinggi demi imbal hasil besar)?

​PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menangkap fenomena ini dengan menyediakan ekosistem investasi yang terintegrasi. Sebagai bank digital dengan layanan terlengkap, BNC menawarkan navigasi tujuan finansial yang dapat disesuaikan dengan kapasitas kantong masyarakat Indonesia.

​Salah satu andalannya adalah Deposito WOW. Produk ini menawarkan bunga kompetitif di kisaran 5% hingga 7.5% dengan tenor fleksibel mulai dari tujuh hari hingga satu tahun. Menariknya, ambang batas investasinya sangat inklusif, yakni hanya Rp100.000 dengan fitur rollover otomatis bagi nasabah yang ingin memaksimalkan bunga majemuk.

​Target Segmen Non-Profesional

Tak hanya deposito, BNC juga merambah pasar reksa dana melalui aplikasi neobank. Nasabah dipermudah dengan proses pembuatan Single Investor Identification (SID) yang cepat di dalam aplikasi. Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo, menyoroti perubahan paradigma dalam dunia wealth management.

​“Bank Neo Commerce selalu berupaya untuk memberikan layanan keuangan yang terbaik bagi nasabah, dan masyarakat Indonesia secara umum. Terkait investasi, kalau kita lihat wealth management, seperti reksa dana dan obligasi pemerintah dulu pecahannya besar-besar, namun sekarang bisa kita lihat bahkan ada reksa dana yang bisa mulai dijual per Rp10.000 atau per Rp100.000,” ujar Aditya.

​Aditya menambahkan bahwa fokus BNC adalah merangkul segmen non-profesional yang selama ini merasa investasi adalah barang mewah. “Dan terkait segmennya, kebanyakan segmen yang non profesional seperti ibu-ibu atau mahasiswa, mereka belum terlalu paham akan produk dan market-nya, sehingga kita memulai dengan nominal yang lebih kecil dan terjangkau. Dan produk investasi tersebut mudah diakses hanya melalui aplikasi di smartphone, dan yang paling penting adalah kita bangun dulu kebiasaan untuk berinvestasi.”

​Komitmen ini diwujudkan lewat layanan menyeluruh, mulai dari tabungan, deposito, produk investasi seperti Neo Emas, hingga Neo Pinjam untuk nasabah individu dan UMKM. Dengan integrasi layanan seperti Corporate Internet Banking (CIB) dan cash management, BNC memosisikan diri sebagai mitra strategis bagi masyarakat untuk menata kembali kesehatan finansial di tahun yang baru.


​Digionary:

​● Bunga Majemuk: Bunga yang dihitung dari saldo pokok ditambah akumulasi bunga dari periode sebelumnya.
● Cash Management: Layanan pengelolaan arus kas untuk mengoptimalkan likuiditas perusahaan atau individu.
● Dana Darurat: Simpanan khusus yang hanya digunakan untuk biaya tak terduga atau situasi krisis.
● Deposito: Produk simpanan berjangka dengan bunga tetap yang pencairannya hanya bisa dilakukan setelah jangka waktu tertentu.
● Profil Risiko: Indikator tingkat toleransi seseorang terhadap risiko kerugian investasi.
● Reksa Dana: Wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.
● Rollover: Instruksi untuk memperpanjang deposito secara otomatis saat jatuh tempo.
● SID (Single Investor Identification): Nomor identitas tunggal yang wajib dimiliki investor untuk bertransaksi di pasar modal Indonesia.

​#DanaDarurat #InvestasiDigital #BankNeoCommerce #FinancialPlanning #LiterasiKeuangan #TipsKeuangan #InvestasiReksaDana #DepositoBungaTinggi #BNC #SmartInvesting #PerbankanDigital #FintechIndonesia #InvestasiPemula #KeuanganSehat #GayaHidupHemat #EkonomiDigital #WealthManagement #InovasiPerbankan #PerencanaanMasaDepan #UMKMIndonesia

Comments are closed.