Kolaborasi bersejarah antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Pos Indonesia (Persero) memasuki fase baru melalui rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos, sebuah langkah strategis yang tak sekadar mengubah nama dan logo, tetapi menegaskan arah baru perluasan inklusi keuangan nasional. Dengan mengandalkan hampir 3.000 jaringan kantor pos yang menjangkau hingga wilayah 3T serta fitur cardless pada aplikasi Bale by BTN, BTN membidik penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan, sekaligus menyasar generasi muda yang akrab dengan transaksi digital. Sinergi dua BUMN yang telah terjalin lebih dari tujuh dekade ini mencerminkan upaya menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, dari kota besar hingga pelosok negeri.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, rebranding ini dirancang untuk menjaring segmen generasi muda sekaligus memperluas akses layanan perbankan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kunci strategi tersebut terletak pada integrasi aplikasi Bale by BTN dengan jaringan fisik kantor pos di seluruh Indonesia. “Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon di Bandung, Jumat, (9/1).



