Kolaborasi antara Bank Tabungan Negara dan InJourney Destination Management (IDM) menandai langkah baru integrasi sektor keuangan dan pariwisata. Melalui digitalisasi layanan, pembiayaan, dan penguatan ekosistem destinasi, kerja sama ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan pengalaman wisata berbasis budaya di Indonesia.
Fokus:
■ Kolaborasi BTN dan IDM dorong integrasi layanan keuangan dan digital di destinasi wisata strategis nasional.
■ Digitalisasi transaksi wisata dari tiket hingga UMKM diperluas untuk tingkatkan efisiensi dan pengalaman pengunjung.
■ Pembiayaan infrastruktur dan pemberdayaan UMKM jadi kunci penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor pariwisata sebagai motor ekonomi baru, Bank Tabungan Negara mengambil langkah strategis dengan masuk lebih dalam ke ekosistem destinasi. Kolaborasi dengan InJourney Destination Management membuka jalan bagi integrasi layanan keuangan, digitalisasi transaksi, hingga pemberdayaan pelaku usaha lokal di kawasan wisata unggulan.
Industri pariwisata Indonesia memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar soal jumlah kunjungan, tetapi bagaimana ekosistem ekonomi di sekitarnya dibangun secara terintegrasi. Di titik inilah kolaborasi antara Bank Tabungan Negara dan InJourney Destination Management menemukan relevansinya.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di kawasan Candi Prambanan, Kamis (30/4), oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Utama IDM Febrina Intan. Kerja sama ini tidak hanya simbolis, tetapi menjadi pijakan bagi integrasi layanan keuangan dan digital di destinasi wisata nasional.
“Kemajuan pariwisata menjadi indikator penting kemajuan sebuah negara. Karena itu, Indonesia menempatkan pengembangan industri pariwisata sebagai prioritas utama,” ungkap Nixon.
Pernyataan tersebut mencerminkan arah baru strategi BTN. Bank pelat merah ini tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi mulai memperluas perannya sebagai enabler dalam ekosistem ekonomi, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dari Transaksi ke Ekosistem
Melalui kerja sama ini, BTN akan memperluas layanan keuangan digital di kawasan yang dikelola IDM, termasuk Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, hingga Taman Mini Indonesia Indah.
Digitalisasi ini mencakup sistem pembayaran tiket, layanan makanan dan minuman, hingga transaksi UMKM dalam satu platform terintegrasi. Dengan lebih dari 7 juta nasabah dan sekitar 4 juta pengguna Bale by BTN, bank ini melihat peluang besar untuk memperluas basis pengguna, terutama dari kalangan generasi muda.
Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi digital perbankan nasional tumbuh dua digit dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh penetrasi smartphone dan perubahan perilaku konsumen. Tren ini menjadi landasan bagi BTN untuk mempercepat integrasi layanan digital di sektor pariwisata.
UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Poros
Selain digitalisasi, kerja sama ini juga menitikberatkan pada pemberdayaan UMKM di sekitar destinasi wisata. Kawasan seperti Pasar Medang, Kampung Seni Borobudur, hingga TMII akan menjadi fokus penguatan kapasitas usaha lokal.
“Pariwisata dan budaya adalah katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen BTN dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, termasuk seniman dan UMKM,” jelas Nixon.
Pendekatan ini sejalan dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional yang terus meningkat pascapandemi. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor ini kembali menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, dengan target kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 14 juta pada 2026.
Sinergi BUMN dan Pengalaman Wisata
Bagi IDM, kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi besar membangun pengalaman wisata kelas dunia berbasis budaya.
“Ini merupakan wujud orkestrasi antar-BUMN untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia, sekaligus membangun ekosistem pengalaman yang utuh dan bermakna,” ujar Febrina Intan.
Program kolaborasi mencakup berbagai aktivitas berbasis intellectual property, seperti Festival Lampion, Move at the Temple, hingga pertunjukan budaya seperti Ramayana Ballet Prambanan dan Roro Jonggrang. Aktivasi serupa juga akan diperluas di TMII melalui berbagai festival publik.
Arah Baru Perbankan: Masuk ke Sektor Riil
Langkah BTN ini mencerminkan tren lebih luas di industri perbankan, di mana bank mulai masuk ke ekosistem sektor riil, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi.
Dengan kombinasi pembiayaan infrastruktur, digitalisasi transaksi, dan pemberdayaan UMKM, kolaborasi BTN–IDM berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal—mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Digionary:
● Digitalisasi: Proses mengubah layanan menjadi berbasis teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi.
● Ekonomi kreatif: Sektor ekonomi berbasis ide, kreativitas, dan budaya.
● Intellectual Property (IP): Hak atas karya kreatif seperti event, konsep, atau konten.
● MoU (Memorandum of Understanding): Nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama antar pihak.
● Pariwisata berkelanjutan: Pengembangan wisata yang menjaga lingkungan dan manfaat ekonomi jangka panjang.
● UMKM: Usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
#BTN #PariwisataIndonesia #EkonomiKreatif #Digitalisasi #UMKM #InJourney #Borobudur #Prambanan #TMII #WisataIndonesia #TransformasiDigital #BankingIndonesia #EkonomiNasional #BUMN #SmartTourism #FintechIndonesia #BudayaIndonesia #TravelIndonesia #IndustriPariwisata #IndonesiaMaju
