CIMB Gandeng Ant International, Garap Pembayaran Lintas Negara Berbasis Blockchain

- 26 Februari 2026 - 18:59

CIMB Group Holdings Bhd dan Ant International menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan inovasi pembayaran lintas negara dan digital treasury berbasis blockchain. Kolaborasi ini mendorong adopsi tokenisasi dan distributed ledger technology (DLT) di Asia Tenggara, sejalan dengan strategi Forward30 CIMB dan ambisi Ant memperluas infrastruktur keuangan generasi baru.


Fokus:

■ Kemitraan strategis CIMB–Ant untuk mengembangkan pembayaran lintas negara dan digital treasury berbasis blockchain.
■ Tokenisasi dan DLT dipercepat sebagai fondasi infrastruktur keuangan generasi baru di ASEAN.
■ Sejalan strategi Forward30, CIMB memperkuat inovasi inti untuk menjaga daya saing regional.


Persaingan membangun infrastruktur keuangan digital di Asia Tenggara memasuki babak baru. CIMB Group resmi menggandeng Ant International untuk mengembangkan sistem pembayaran lintas negara dan manajemen likuiditas berbasis teknologi blockchain—langkah strategis yang bisa mengubah wajah treasury korporasi di kawasan.

Aliansi Dua Kekuatan Finansial

CIMB Group Holdings Bhd dan Ant International pada Kamis (26/2) meneken memorandum of understanding (MoU) untuk mengeksplorasi inovasi mutakhir dalam pembayaran lintas batas (cross-border payments) serta solusi manajemen likuiditas.

CIMB dan Ant International teken MoU kembangkan pembayaran lintas negara dan digital treasury berbasis blockchain. Tokenisasi dan DLT jadi fokus utama revolusi keuangan ASEAN.

Kemitraan ini mencakup spektrum layanan luas: mulai dari cash management, pasar modal, hingga inisiatif berbasis keberlanjutan. Inti kolaborasi adalah pengembangan kerangka digital untuk memodernisasi operasional treasury dan pengelolaan likuiditas.

Kolaborasi tersebut mengintegrasikan kekuatan wholesale banking CIMB dengan platform digital milik Ant International seperti Alipay+, Antom, dan Bettr Treasury. Dengan memanfaatkan solusi manajemen berbasis blockchain generasi terbaru milik Ant, kedua pihak membidik peningkatan efisiensi modal dan transparansi di ekosistem keuangan regional.

Dorongan Strategi Forward30

Bagi CIMB, kemitraan ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari transformasi jangka panjang bertajuk Forward30—strategi korporasi untuk menanamkan inovasi ke inti operasional bank dan mempertahankan daya saing di ASEAN.

“Kolaborasi ini akan mempercepat adopsi teknologi distributed ledger di ekosistem treasury institusional. Langkah ini juga memperkuat posisi CIMB dalam inisiatif digital nasional, termasuk keterlibatan bank tersebut di Digital Assets Innovation Hub milik Bank Negara Malaysia,” ujar Group CEO CIMB, Novan Amirudin.

Tokenisasi Jadi Pilar Infrastruktur Baru

Salah satu fokus utama kemitraan ini adalah tokenisasi—teknologi yang memungkinkan aset keuangan direpresentasikan dalam bentuk digital di atas blockchain. Tokenisasi dinilai sebagai fondasi generasi baru layanan keuangan karena memungkinkan transaksi lebih cepat, transparan, dan hemat biaya.

Presiden Ant International Douglas Feagin menekankan visi bersama kedua perusahaan.
“Dengan menggabungkan kekuatan, kedua pihak ingin memperluas adopsi tokenisasi sebagai pilar utama infrastruktur keuangan generasi berikutnya guna menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan inklusif.

Secara global, Bank for International Settlements (BIS) mencatat bahwa lebih dari 90% bank sentral dunia kini tengah mengeksplorasi teknologi berbasis DLT dan mata uang digital. Di sektor swasta, nilai pasar tokenisasi aset diproyeksikan sejumlah lembaga riset global bisa menembus triliunan US$ dalam dekade mendatang.

ASEAN: Arena Pertumbuhan Pembayaran Digital

Asia Tenggara menjadi kawasan strategis. Nilai transaksi pembayaran digital regional diperkirakan melampaui US$1 triliun dalam beberapa tahun ke depan, didorong penetrasi e-wallet dan perdagangan lintas negara yang kian masif.
Namun, tantangan tetap ada: fragmentasi sistem, biaya remitansi yang tinggi, serta kompleksitas likuiditas multivaluta. Inilah celah yang coba diisi kolaborasi CIMB–Ant melalui pendekatan blockchain yang lebih terintegrasi.

Kedua pihak menyatakan komitmen agar kerangka kerja baru ini bersifat scalable dan praktis, menyesuaikan kebutuhan treasury institusional di kawasan yang terus berkembang.


Digionary:

● Blockchain: Teknologi buku besar digital terdistribusi yang mencatat transaksi secara transparan dan permanen.
● Cross-Border Payment: Transaksi pembayaran lintas negara dengan mata uang berbeda.
● Distributed Ledger Technology (DLT): Sistem pencatatan data terdesentralisasi yang menjadi dasar blockchain.
● Forward30: Strategi transformasi jangka panjang CIMB untuk memperkuat inovasi dan daya saing.
● Likuiditas: Kemampuan institusi memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset yang tersedia.
● Tokenisasi: Proses mengubah aset menjadi representasi digital berbasis blockchain.
● Treasury: Fungsi pengelolaan kas, likuiditas, dan risiko keuangan perusahaan.
● Wholesale Banking: Layanan perbankan untuk korporasi dan institusi besar.

#CIMB #AntInternational #Blockchain #Tokenisasi #DLT #CrossBorderPayment #DigitalTreasury #FintechASEAN #PerbankanDigital #EkonomiDigital #ASEANFinance #BankingInnovation #Forward30 #AlipayPlus #Antom #BettrTreasury #BankNegaraMalaysia #TransformasiDigital #InfrastrukturKeuangan #FintechNews

Comments are closed.