​SeaBank Catat 10 Juta Transaksi Harian di Tengah Kebangkitan Literasi Muda

- 14 Februari 2026 - 11:38

Lanskap bank digital di Indonesia memasuki fase baru di mana fokus beralih dari sekadar kemudahan transaksi menjadi instrumen kedisiplinan finansial. SeaBank mencatat lonjakan aktivitas dengan rata-rata 10 juta transaksi per hari sepanjang awal 2026, yang didominasi oleh segmen Gen Z dan Milenial. Di tengah kenaikan Indeks Literasi Keuangan nasional menjadi 66,46%, SeaBank memosisikan deposito digital sebagai alat bantu kontrol diri bagi anak muda untuk menekan konsumsi impulsif dan memisahkan dana gaya hidup dari simpanan jangka menengah.


■ ​Lonjakan Transaksi: Volume transaksi harian menembus 10 juta, mencerminkan ketergantungan tinggi anak muda pada ekosistem digital.
■ ​Indeks Literasi: Kenaikan literasi ke 66,46% (SNLIK 2025) mendorong pergeseran perilaku dari konsumtif ke pengelolaan sadar (mindful spending).
■ ​Strategi Deposito: Pemanfaatan deposito digital sebagai instrumen “pusat kendali” untuk menjaga stabilitas dana jangka menengah dan panjang.


Di tengah gempuran tren gaya hidup konsumtif—mulai dari budaya kopi harian hingga langganan platform hiburan—generasi muda Indonesia mulai menunjukkan pergeseran perilaku finansial yang lebih terencana. SeaBank Indonesia melaporkan volume transaksi harian telah mencapai lebih dari 10 juta transaksi per hari pada awal 2026, sebuah angka yang menegaskan dominasi perbankan digital dalam keseharian masyarakat urban.

​Lonjakan ini sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang mencatatkan indeks literasi keuangan nasional di angka 66,46%. Peningkatan literasi ini menjadi sinyal bahwa anak muda tidak lagi sekadar menggunakan bank digital untuk belanja daring, tetapi mulai mencari cara untuk menyeimbangkan konsumsi harian dengan stabilitas jangka panjang.

​Pemisahan Dana: Kunci Kebebasan Finansial

​Tantangan utama bagi Gen Z dan Milenial saat ini bukan lagi akses terhadap layanan keuangan, melainkan manajemen arus kas yang sering kali tercampur dalam satu rekening tunggal. Kondisi ini memicu potensi terkurasnya tabungan untuk kebutuhan impulsif.

​“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekedar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” ujar Lindawati Octaviani, Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Jumat (13/2).

​Lindawati menyarankan penggunaan tabungan digital sebagai pusat transaksi rutin, namun tetap menggunakan simpanan berjangka untuk dana cadangan. “Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup,” tambahnya.

​Deposito Digital sebagai Instrumen Disiplin

Berbeda dengan era sebelumnya di mana deposito dianggap sebagai produk “berat” bagi nasabah kaya, inovasi deposito digital kini menjadi primadona segmen muda karena kemudahan akses dan nilai nominal yang fleksibel. Secara konteks pasar, strategi SeaBank ini merupakan respons terhadap persaingan ketat antar bank digital yang kini beralih dari “perang bunga” ke “perang fitur” pengelolaan keuangan (money management).

Kehadiran deposito digital membantu anak muda membangun “tembus pandang” terhadap dana simpanan mereka; dana tersebut tumbuh dengan imbal hasil stabil namun tetap dalam koridor pengawasan OJK dan penjaminan LPS. Langkah ini krusial untuk menjaga kesehatan keuangan nasional, di mana konsumsi rumah tangga tetap terjaga tanpa menciptakan risiko gagal bayar atau utang konsumtif di masa depan. (09)


​Digionary:

● ​SNLIK (Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan): Survei periodik dari OJK untuk mengukur sejauh mana masyarakat memahami dan menggunakan layanan keuangan.
● ​Mindful Spending: Praktik mengelola pengeluaran secara sadar sesuai prioritas, bukan berdasarkan keinginan sesaat.
● ​Deposito Digital: Produk simpanan berjangka yang dapat dibuka langsung melalui aplikasi tanpa perlu ke kantor cabang.
● ​Konsumsi Impulsif: Kebiasaan membeli barang atau jasa secara spontan tanpa pertimbangan matang.
​SEO Highlights:

#SeaBank #LiterasiKeuangan #GenZFinancials #BankDigital #SmartSpending #DepositoDigital #KeuanganMuda #FintechIndonesia #InvestasiDigital

Comments are closed.