​Mencari 800 ‘Pasukan’ Digital Jadi Strategi Besar Bank Indonesia Menguasai Ekonomi Siber 2026

- 29 Januari 2026 - 08:01

Bank Indonesia resmi meluncurkan inisiatif ambisius dengan membuka rekrutmen bagi 800 talenta digital muda pada Februari 2026 sebagai garda terdepan dalam mengakselerasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI). Melalui program pendidikan intensif selama enam bulan yang mencakup pembinaan kewirausahaan, sandboxing, hingga penjajakan modal dengan investor, bank sentral berupaya mencetak inovator lokal yang mampu menghadirkan solusi pembayaran digital mutakhir demi memperkuat kedaulatan ekonomi di era ekonomi siber.


Fokus:

■ ​Rekrutmen Massal Talenta Digital: Bank Indonesia menargetkan 800 anak muda terbaik bangsa untuk bergabung dalam misi mendigitalkan sistem pembayaran nasional.
■ ​Inkubasi Inovasi Tiga Tahap: Peserta akan menjalani pelatihan komprehensif mulai dari aspek manajerial bisnis, uji coba teknologi (sandboxing), hingga akses pendanaan.
■​Penyelarasan dengan BSPI: Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) untuk mengintegrasikan ekonomi digital nasional secara ujung-ke-ujung (end-to-end).


​Bank Indonesia panggil 800 talenta digital! Simak rekrutmen besar-besaran untuk transformasikan sistem pembayaran Indonesia di 2026. Klik untuk detailnya.


​Bank Indonesia (BI) nampaknya tidak ingin setengah hati dalam mengawal transformasi ekonomi digital di tanah air. Menyadari bahwa teknologi hanyalah cangkang tanpa isi jika tidak ditopang sumber daya manusia yang mumpuni, bank sentral mengumumkan rencana rekrutmen besar-besaran: 800 talenta digital akan dibidik pada Februari 2026.

​Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perburuan talenta ini bukan sekadar menambah jumlah staf, melainkan membangun ekosistem. Para anak muda terpilih ini nantinya akan menjadi “otak” di balik inovasi sistem pembayaran nasional yang lebih cepat, murah, aman, dan handal.
​”Kami akan umumkan Februari, dan menyeleksi 800 tim digital Indonesia, dari anak-anak muda kita, dan kami akan didik selama 6 bulan,” ujar Perry saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (28/1).

​Kawah Candradimuka Digital Selama Enam Bulan

Program ini dirancang sangat ketat dan sistematis. BI telah menyiapkan kurikulum khusus yang membagi masa pendidikan menjadi tiga fase krusial, masing-masing berdurasi dua bulan. Dua bulan pertama akan difokuskan pada pengasahan entrepreneurship. Di sini, para talenta muda tidak hanya diajarkan cara membuat kode (coding), tetapi juga cara membangun model bisnis yang berkelanjutan. Fase kedua adalah tahap sandboxing, di mana inovasi yang diciptakan akan diuji coba dalam lingkungan terbatas namun nyata. Ini adalah kunci untuk memastikan keamanan sebelum sebuah sistem pembayaran dilepas ke publik.

Puncaknya, pada dua bulan terakhir, BI berperan sebagai makelar inovasi. Bank sentral akan mempertemukan para inovator ini dengan raksasa perbankan dan pemodal ventura. “Kami undang pada perbankan, investor, untuk investasi digital talenta muda kita untuk mendigitalkan Indonesia ke depannya sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI),” tambah Perry.

Mengejar Target Blueprint 2030

Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI). Berdasarkan data terbaru, transaksi ekonomi digital Indonesia diprediksi akan terus tumbuh di atas 10% setiap tahunnya. Dengan target integrasi ekonomi keuangan digital nasional yang mencakup QRIS, BI-FAST, hingga pengembangan Rupiah Digital, keberadaan 800 tim digital ini menjadi sangat krusial.

Langkah BI ini juga dipandang sebagai respon terhadap penetrasi platform pembayaran global yang kian agresif. Dengan mencetak inovator lokal, BI berupaya memastikan bahwa infrastruktur pembayaran nasional tetap dalam kendali domestik, sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan startup teknologi finansial lokal untuk bersaing di panggung internasional.

Bagi para talenta muda Indonesia, ini adalah panggilan tugas. Pengumuman resmi seleksi diharapkan akan tayang di kanal komunikasi Bank Indonesia dalam hitungan hari ke depan.


​Digionary:

​● BI-FAST: Infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang memfasilitasi pembayaran ritel secara real-time, aman, dan efisien setiap saat.
● Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI): Dokumen arah kebijakan Bank Indonesia dalam menavigasi transformasi sistem pembayaran di era digital.
● Inovasi: Penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, dalam konteks ini berupa teknologi finansial.
● QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard): Penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran menggunakan kode QR.
● Sandboxing: Ruang uji coba terbatas bagi inovator untuk menguji produk, layanan, teknologi, dan model bisnis mereka sebelum diluncurkan secara luas.

#BankIndonesia #TalentaDigital #SistemPembayaran #BSPI #EkonomiDigital #PerryWarjiyo #RekrutmenBI #InovasiKeuangan #RupiahDigital #FintechIndonesia #AnakMudaKreatif #LaporanPerekonomian #Digitalisasi #InvestasiDigital #Sandboxing #Perbankan #InovatorMuda #InfoLokerBI #IndonesiaMaju #KedaulatanEkonomi

Comments are closed.