Kenanga Investment Bank meluncurkan reksa dana pasar uang pertama di Malaysia yang ditokenisasi berbasis blockchain melalui platform Myrra. Produk ini memungkinkan investor membeli unit reksa dana dalam bentuk token digital berbasis Stellar dengan hak hukum yang setara dengan unit konvensional. Langkah ini menandai percepatan integrasi aset keuangan tradisional dengan teknologi blockchain di tengah dorongan regulator Malaysia terhadap inovasi aset digital.
Transformasi industri keuangan Malaysia memasuki fase baru. Di tengah gelombang digitalisasi aset global, Kenanga Investment Bank resmi meluncurkan reksa dana pasar uang dalam bentuk token—yang diklaim sebagai yang pertama di Malaysia. Bukan sekadar inovasi teknologi, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa integrasi antara keuangan tradisional dan blockchain kini bergerak dari wacana ke praktik nyata.
Fokus:
■ Tokenisasi reksa dana pasar uang pertama di Malaysia melalui platform Myrra berbasis Stellar
■ Ekspansi akses ritel ke produk investasi berbasis blockchain dengan perlindungan hukum setara unit konvensional
■ Bagian dari tren regional dan global tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA)
Grup Kenanga memperkenalkan Myrra, platform tokenisasi yang dibangun di atas blockchain Stellar, dalam ajang Blockchain Summit 2026 saat Japan Fintech Week. Melalui platform ini, dua produk andalan—Kenanga Money Market Fund dan Kenanga Islamic Money Market Fund—kini tersedia dalam bentuk token digital.

Token tersebut merepresentasikan kepemilikan satu banding satu dengan unit reksa dana konvensional. Artinya, investor yang memegang token memiliki hak hukum dan ekonomi yang sama dengan pemegang unit tradisional.
Kenanga resmi meluncurkan reksa dana pasar uang pertama di Malaysia yang ditokenisasi berbasis blockchain Stellar. Inovasi ini membuka era baru investasi digital dengan perlindungan hukum setara unit konvensional.
CEO dan Executive Director Kenanga Investors, Datuk Wira Ismitz Matthew De Alwis, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar eksperimen teknologi. “Implementasi tokenisasi merupakan inisiatif strategis untuk mengembangkan proses distribusi dan operasional kami melalui efisiensi yang ditawarkan teknologi Distributed Ledger. Kami percaya ini akan mendorong partisipasi investor tanpa mengorbankan standar regulasi dan transparansi,” katanya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan hati-hati: inovatif, namun tetap dalam koridor regulasi.
Tokenisasi aset dunia nyata—mulai dari obligasi, deposito, hingga reksa dana—sedang mengalami lonjakan signifikan. Laporan berbagai lembaga riset global memperkirakan nilai pasar tokenisasi aset dapat menembus triliunan dolar AS dalam dekade ini, didorong oleh efisiensi transaksi, transparansi, dan aksesibilitas yang lebih luas.
Blockchain Stellar sendiri dikenal sebagai jaringan yang dirancang untuk mendukung produk keuangan teregulasi dan penerbitan aset digital. Sejumlah institusi global telah memanfaatkannya untuk instrumen keuangan berbasis token.
Di Malaysia, langkah Kenanga bukan berdiri sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah bank besar juga menguji tokenisasi deposito dan sukuk di bawah pengawasan Bank Negara Malaysia dan Securities Commission Malaysia. Artinya, ekosistem regulasi mulai memberi ruang eksperimen terkontrol terhadap inovasi ini.
Produk yang ditokenisasi ini tetap mempertahankan karakter dasar reksa dana pasar uang: fokus pada instrumen pasar uang, deposito, dan surat utang jangka pendek untuk menjaga likuiditas serta stabilitas nilai.
Kenanga Money Market Fund bertujuan memberikan pendapatan reguler dengan tetap menjaga modal. Versi syariahnya memiliki tujuan serupa, namun mengikuti prinsip-prinsip syariah.
Perbedaannya terletak pada mekanisme distribusi dan pencatatan kepemilikan. Melalui Myrra, transaksi dilakukan secara digital via portal web, dengan potensi efisiensi operasional yang lebih tinggi dibanding sistem tradisional. Tokenisasi juga membuka peluang integrasi dengan ekosistem aset digital yang lebih luas di masa depan.
Namun demikian, investor tetap harus memahami bahwa meskipun pasar uang relatif konservatif, risiko tetap ada—terutama terkait suku bunga, likuiditas, dan kondisi pasar.
Bagi industri, tokenisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang perubahan model distribusi. Dengan Distributed Ledger Technology (DLT), proses settlement dapat menjadi lebih cepat, biaya administrasi berpotensi ditekan, dan transparansi meningkat karena pencatatan dilakukan secara terdesentralisasi.
Jika implementasi ini berhasil dan mendapat respons positif dari pasar, bukan tidak mungkin produk investasi lain—seperti obligasi korporasi, dana pendapatan tetap, bahkan instrumen ekuitas—akan mengikuti jejak yang sama.
Malaysia kini secara perlahan menempatkan diri sebagai salah satu laboratorium inovasi aset digital di Asia Tenggara.
Digionary:
● Blockchain: Teknologi pencatatan digital terdesentralisasi yang menyimpan data transaksi secara permanen dan transparan.
● Distributed Ledger Technology (DLT): Sistem pencatatan transaksi digital yang tersebar di banyak node atau komputer dalam jaringan.
● Money Market Fund (Reksa Dana Pasar Uang): Produk investasi yang menempatkan dana pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan surat utang pasar uang.
● Real-World Assets (RWA): Aset dunia nyata seperti obligasi, properti, atau reksa dana yang direpresentasikan dalam bentuk token digital.
● Stellar: Jaringan blockchain yang dirancang untuk mendukung transaksi keuangan dan penerbitan aset digital secara teregulasi.
● Tokenisasi: Proses mengubah kepemilikan aset menjadi token digital di atas jaringan blockchain.
● Unit Trust: Istilah umum untuk reksa dana di beberapa negara, termasuk Malaysia.
#Kenanga #TokenisasiAset #BlockchainMalaysia #ReksaDanaDigital #MoneyMarketFund #WealthTech #FintechMalaysia #AsetDigital #StellarBlockchain #InvestasiDigital #PasarUang #DLT #InovasiKeuangan #IslamicFinance #ShariahFund #DigitalAsset #TransformasiKeuangan #FintechAsia #RegulasiKeuangan #RWA
