​Modernisasi Pembayaran ASEAN: Maybank Uji Coba Tokenisasi Deposit Ringgit

- 13 Februari 2026 - 16:05

Maybank resmi memulai uji coba deposit Ringgit ter-tokenisasi untuk transaksi lintas batas (cross-border) menggunakan teknologi blockchain. Inisiatif di bawah pengawasan Bank Negara Malaysia (BNM) ini melibatkan raksasa infrastruktur energi Yinson Holdings Berhad untuk menguji efisiensi operasional dan pengurangan hambatan penyelesaian transaksi (settlement). Langkah ini menempatkan Maybank sebagai salah satu pionir perbankan ASEAN dalam mengadopsi aset digital guna memodernisasi infrastruktur pembayaran regional.


Fokus:

​■ Efisiensi Transaksi: Penggunaan teknologi permissioned blockchain memungkinkan transaksi hampir real-time, memangkas waktu tunggu yang biasanya memakan waktu berhari-hari.
■ Ekosistem Digital: Selain deposit, Maybank tengah mengkaji instrumen syariah (sukuk) ter-tokenisasi dan pemanfaatan programmable money untuk mendukung pembiayaan UMKM.
■ Sinergi Regional: Program ini berjalan beriringan dengan uji coba serupa oleh CIMB, Standard Chartered, dan Capital A di bawah bendera Digital Asset Innovation Hub BNM.


Maybank mengambil langkah progresif dalam digitalisasi aset dengan memulai uji coba deposit Ringgit ter-tokenisasi untuk pembayaran lintas batas. Melalui ekosistem Digital Asset Innovation Hub milik Bank Negara Malaysia (BNM), Maybank berupaya membuktikan bahwa teknologi tokenisasi mampu merampingkan operasi perbendaharaan (treasury) dan memitigasi risiko volatilitas valuta asing.

​Proyek percontohan ini melibatkan Yinson Holdings Berhad, kelompok infrastruktur energi global, sebagai mitra uji coba. Fokus utamanya adalah mengeksekusi transaksi Ringgit ter-tokenisasi dan token deposit ASEAN lainnya melalui jaringan permissioned blockchain bank sendiri. Keberhasilan uji coba ini diprediksi akan menjadi cetak biru bagi infrastruktur pembayaran masa depan yang lebih inklusif dan efisien di kawasan Asia Tenggara.

​Fokus pada Sukuk dan Pembiayaan UMKM

​Eksplorasi Maybank tidak berhenti pada transaksi korporat besar. Bank terbesar di Malaysia ini juga tengah mempelajari tokenisasi instrumen keuangan Islam, seperti sukuk dan reksa dana, yang memungkinkan partisipasi fraksional (pecahan kecil). Metode ini diharapkan dapat mendemokratisasi akses investasi bagi nasabah ritel dan meningkatkan likuiditas pasar modal syariah.

​Selain itu, Maybank menilai adanya potensi besar pada programmable money untuk mendukung sektor UMKM. Melalui otomatisasi arus pembayaran dari pemerintah atau korporasi besar, transparansi transaksi akan meningkat, yang pada gilirannya mempermudah UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan bank.

​Analisis: Memacu Likuiditas di Tengah Persaingan Ketat

​Keputusan Maybank untuk masuk ke ranah tokenisasi terjadi saat perbankan global mulai beralih dari sekadar spekulasi kripto menuju digitalisasi aset dunia nyata (Real-World Assets atau RWA). Dibandingkan dengan sistem kliring tradisional (SWIFT), tokenisasi menawarkan siklus penyelesaian yang jauh lebih pendek, yang bagi perusahaan seperti Yinson, berarti manajemen modal kerja yang lebih optimal.

​Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, Presiden dan Group CEO Maybank, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam inovasi ini. “Kami akan memperluas inisiatif aset digital dan tokenisasi secara progresif ke bidang-bidang seperti investasi, keuangan Islam, dan dukungan terhadap UMKM. Kami terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi klien seperti Yinson dan ekonomi riil secara luas, sembari menjunjung tinggi standar tata kelola, keamanan, dan integritas regulasi,” jelasnya.

​Dengan BNM yang secara bersamaan memfasilitasi uji coba serupa oleh CIMB dan Standard Chartered, Malaysia kini memposisikan diri sebagai hub inovasi aset digital di ASEAN, menantang dominasi pusat keuangan lain yang lebih dulu mengadopsi regulasi ramah blockchain.


​Digionary:

​● Tokenisasi: Proses digitalisasi aset dunia nyata menjadi token di atas blockchain untuk mempermudah transfer dan perdagangan.
● Permissioned Blockchain: Jaringan blockchain tertutup yang hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang telah mendapatkan izin (biasanya untuk institusi keuangan).
● Programmable Money: Uang digital yang dapat diprogram untuk berpindah tangan hanya jika syarat-syarat tertentu dalam kontrak terpenuhi secara otomatis.
● Fractional Participation: Kemampuan investor untuk membeli sebagian kecil dari suatu aset (misal: sukuk) tanpa harus membeli satu unit utuh yang mahal.
● Settlement Friction: Hambatan atau kelambatan dalam proses penyelesaian transaksi keuangan, seringkali disebabkan oleh perantara yang terlalu banyak.

​#Maybank #Tokenization #Blockchain #DigitalAssets #FintechMalaysia #Ringgit #ASEANPayments #IslamicFinance #SukukDigital #Yinson #Innovation #BankingTech

Comments are closed.