Siswa Indonesia Terdepan Gunakan AI, Tapi Sistem Pendidikan dan Tata Kelola ASEAN Tertinggal

- 12 Februari 2026 - 05:16

Laporan terbaru ASEAN Digital Outlook dan riset AI Ready ASEAN mengungkap anomali besar dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia: 95% siswa telah menggunakan AI generatif, namun hanya 46% pendidik yang menguasainya. Temuan yang dipaparkan di Manila (11/2) ini menegaskan adanya kesenjangan digital antar generasi dan kerentanan tata kelola di kawasan ASEAN. Di tengah potensi ekonomi digital yang diproyeksikan menembus US$1 triliun pada 2030, integrasi AI yang tidak merata serta lemahnya literasi etis menjadi ancaman serius bagi keamanan siber dan inklusivitas pembangunan di Asia Tenggara.


Fokus:

​■ Kesenjangan Generasi: Penggunaan AI siswa (95,25%) jauh melampaui orang tua (62,19%) dan pendidik (46,20%), menciptakan tantangan dalam pengawasan dan bimbingan akademik.
■ Krisis Kebijakan: Kurang dari separuh institusi pendidikan di Indonesia memiliki panduan kebijakan AI, dukungan keamanan siber, atau pelatihan terstruktur.
■ Risiko Sistemik: Adopsi teknologi melaju lebih cepat dibanding regulasi, meningkatkan risiko penipuan daring, deepfake, dan misinformasi di kawasan berpenduduk 660 juta jiwa.


ASEAN Foundation bersama Google.org resmi merilis dua laporan strategis, ASEAN Digital Outlook dan AI Ready ASEAN, yang memetakan kesiapan digital di Asia Tenggara. Temuan utama riset ini menunjukkan kontradiksi tajam: meski penggunaan AI generatif di kalangan siswa Indonesia hampir mencapai titik jenuh (95,25%), ekosistem pendidikan dan kerangka tata kelola regional belum siap mengimbangi kecepatan adopsi tersebut.

​Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, memperingatkan bahwa penggunaan AI di kawasan berkembang jauh lebih pesat dibandingkan kemampuan sistem untuk mengarahkannya. “Studi ini menggeser fokus pembahasan dari sekadar apakah AI sudah digunakan, menjadi apakah institusi, pendidik, dan masyarakat benar-benar siap,” tegasnya dalam forum 3rd Regional Policy Convening di Manila, Rabu (11/2).

​Indonesia: Literasi AI Pendidik Menjadi Titik Lemah

​Di Indonesia, riset menyoroti kesenjangan penggunaan antar generasi yang mencolok. Sementara siswa menjadi pengguna paling aktif, para pendidik justru melaporkan tingkat kepercayaan diri dan literasi yang jauh lebih rendah. Padahal, peran pendidik sangat krusial dalam membentuk pemahaman etika penggunaan teknologi.

Ketimpangan ini diperparah oleh minimnya dukungan institusional. Laporan tersebut mencatat bahwa kurang dari 50% pendidik memiliki akses terhadap pelatihan terstruktur atau panduan keamanan siber. Fragmentasi kebijakan nasional di negara-negara ASEAN dinilai tidak lagi memadai untuk membendung risiko global seperti kebocoran data dan penipuan berbasis deepfake.

​Target US$1 Triliun dan Risiko ‘Deepfake’

​Ekonomi digital ASEAN diproyeksikan tumbuh dari US$300 miliar saat ini menjadi US$1 triliun pada 2030. Namun, pertumbuhan masif ini dibayangi oleh risiko misinformasi yang kian kompleks. Kesiapan adopsi AI yang bertanggung jawab menjadi faktor penentu apakah transformasi digital akan menciptakan lapangan kerja baru atau justru memperlebar jurang inklusi sosial.

​Marija Ralic, Kepala Google.org Asia Pasifik, menekankan bahwa akses perangkat saja tidak cukup. “Kesiapan yang sesungguhnya menuntut pemahaman tentang cara kerja AI dan batasan-batasannya. Investasi literasi AI bagi pendidik dan komunitas sangat penting agar kemajuan teknologi menjadi peluang inklusif,” ujarnya.

​​Temuan ini menjadi alarm bagi para pengambil kebijakan di Indonesia dan ASEAN. Tanpa standarisasi tata kelola regional yang kuat, kawasan ini berisiko hanya menjadi pasar konsumsi teknologi tanpa perlindungan publik yang mumpuni. Transformasi digital yang sehat menuntut penyelerasan antara kecepatan inovasi dengan kematangan institusional dan keamanan siber yang terintegrasi di seluruh negara anggota ASEAN.


Digionary:

​● AI Generatif: Kecerdasan buatan yang mampu menciptakan konten baru seperti teks, gambar, atau audio berdasarkan data pelatihan.
● Deepfake: Media sintetis (video/gambar/suara) yang dimanipulasi menggunakan AI untuk menyerupai orang lain, sering digunakan untuk misinformasi.
● Digital Maturity (Kematangan Digital): Ukuran sejauh mana organisasi atau wilayah mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan nilai dan inovasi.
● ADGSOM (ASEAN Digital Senior Officials’ Meeting): Pertemuan tingkat pejabat tinggi digital ASEAN yang bertanggung jawab atas kerja sama teknologi informasi kawasan.
● Fragmentasi Kebijakan: Kondisi di mana aturan atau regulasi tidak seragam dan berjalan sendiri-sendiri antar wilayah atau instansi.

​#AIASEAN #DigitalOutlook #IndonesiaDigital #LiterasiAI #ASEANFoundation #GoogleOrg #EkonomiDigital #PendidikanMasaDepan #SiberSecurity #DeepfakeAwareness #TechPolicy #ASEAN2030 #GenerativeAI #MasaDepanPendidikan #InovasiTeknologi

Comments are closed.