Israel resmi meluncurkan superkomputer kecerdasan buatan (AI) nasional yang menyediakan akses komputasi berdaya tinggi bagi perusahaan teknologi dan kalangan akademik dengan biaya di bawah harga pasar. Didukung 1.000 akselerator Nvidia B200, proyek ini dirancang untuk mempercepat pengembangan model AI skala besar, memperkuat riset fundamental, dan menjaga daya saing Israel dalam perlombaan teknologi global yang kian intens.
Fokus:
■ Israel menjadikan AI sebagai infrastruktur nasional strategis untuk menjaga keunggulan teknologi global.
■ Akses komputasi murah dan terbuka mendorong kolaborasi industri–akademik dalam pengembangan model AI besar.
■ Dukungan Nvidia dan Nebius memperkuat ekosistem AI Israel di tengah persaingan global yang makin ketat.
Israel kembali menegaskan reputasinya sebagai “startup nation”. Di tengah perlombaan global membangun infrastruktur kecerdasan buatan, negara kecil di Timur Tengah itu resmi mengoperasikan superkomputer AI nasional—sebuah mesin komputasi raksasa yang dirancang untuk mempercepat inovasi, memperkuat riset, dan menjaga keunggulan teknologi di era persaingan AI global.
Otoritas Inovasi Israel (Israel Innovation Authority) pada Minggu (18/1/2026) secara resmi meluncurkan “Israel’s AI Supercomputer”, sebuah superkomputer kecerdasan buatan yang ditujukan bagi industri teknologi dan kalangan akademik. Sistem ini dibangun setelah proses tender nasional, yang memenangkan Nebius sebagai penyedia infrastruktur utama.
Berbeda dari proyek riset tertutup, superkomputer ini sudah aktif dan dapat langsung digunakan. Otoritas Inovasi kini memasuki fase krusial: mengalokasikan sumber daya komputasi kepada perusahaan rintisan, korporasi teknologi, serta peneliti universitas untuk mempercepat pelatihan model AI berskala besar di dalam negeri.
Dalam beberapa pekan ke depan, alokasi juga akan mulai diberikan kepada peneliti akademik yang menjalankan riset dasar di bidang kecerdasan buatan, termasuk pembelajaran mesin, visi komputer, dan model bahasa besar (large language models).
1.000 Akselerator Nvidia, Biaya di Bawah Pasar
Sebagai tulang punggung proyek ini, Israel mengalokasikan kapasitas komputasi setara 1.000 akselerator Nvidia B200 dalam beberapa tahun ke depan. Sekitar 70% dari total sumber daya tersebut diprioritaskan bagi perusahaan teknologi yang mengembangkan dan melatih model AI, sementara 30% dialokasikan untuk kelompok riset akademik.
Skema ini dirancang agar perusahaan dan peneliti memperoleh akses ke superkomputer beravailabilitas tinggi dengan biaya lebih rendah dibandingkan harga pasar global, yang selama dua tahun terakhir melonjak tajam akibat kelangkaan chip AI.
Otoritas Inovasi Israel juga membuka peluang ekspansi kapasitas di masa depan, seiring meningkatnya permintaan dari industri dan dunia akademik.
Langkah ini sejalan dengan tren global. Menurut data Stanford AI Index 2025, biaya pelatihan model AI frontier meningkat lebih dari 10 kali lipat dalam lima tahun terakhir, menjadikan akses ke komputasi sebagai faktor penentu daya saing nasional.
Infrastruktur Strategis, Bukan Sekadar Mesin
CEO Israel Innovation Authority, Dror Bin, menegaskan bahwa superkomputer ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang negara tersebut. “Dimulainya operasi superkomputer untuk kebutuhan industri dan akademik merupakan langkah kunci dalam memperkuat infrastruktur riset dan pengembangan AI Israel. Kini, perusahaan dan peneliti mendapatkan akses langsung ke sumber daya komputasi canggih dengan biaya lebih rendah. Langkah ini bertujuan memungkinkan pengembangan dan pelatihan model besar di Israel, mempercepat inovasi industri dan riset, serta memperkuat posisi Israel sebagai pemimpin dalam perlombaan teknologi global.”
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan Israel yang memandang AI sebagai infrastruktur strategis nasional, setara dengan energi, pertahanan, dan telekomunikasi.
Didukung Nvidia, Diperkuat Ekosistem Lokal
Peluncuran superkomputer ini melengkapi rangkaian investasi Nvidia di Israel. Sebelumnya, raksasa chip asal AS itu mengumumkan investasi US$1,5 miliar untuk membangun pusat server terbesar dalam sejarah Israel—menegaskan peran negara tersebut sebagai salah satu pusat AI global.
Dengan kombinasi talenta lokal, riset universitas yang kuat, serta akses langsung ke komputasi kelas dunia, Israel berupaya memastikan bahwa inovasi AI tidak hanya menjadi produk impor, tetapi tumbuh dan dikembangkan di dalam negeri.
Bagi startup AI, keberadaan superkomputer ini dapat memangkas waktu pengembangan produk dari hitungan bulan menjadi minggu, sekaligus menekan biaya yang selama ini menjadi hambatan utama.
Digionary:
● AI (Artificial Intelligence): Teknologi yang memungkinkan mesin meniru kecerdasan manusia
● Akselerator AI: Chip khusus untuk mempercepat komputasi kecerdasan buatan
● Nvidia B200: Generasi terbaru chip AI Nvidia untuk pelatihan model skala besar
● Nebius: Perusahaan penyedia infrastruktur komputasi dan cloud
● Superkomputer: Sistem komputasi berkapasitas sangat tinggi untuk pemrosesan kompleks
● R&D (Research and Development): Penelitian dan pengembangan teknologi
● Startup Nation: Julukan bagi Israel karena ekosistem startup dan inovasinya
● Model AI Besar: Model kecerdasan buatan dengan parameter sangat besar, seperti LLM
#IsraelAI #SuperkomputerAI #Nvidia #TeknologiGlobal #InovasiDigital #AIInfrastructure #StartupNation #ArtificialIntelligence #EkonomiDigital #RisetTeknologi #ChipAI #GlobalTechRace #IndustriTeknologi #AIResearch #KomputasiAwan #DigitalEconomy #HighTech #InnovationPolicy #FutureTechnology #TechLeadership
