Digitalisasi KPR Subsidi Jadi Kunci BTN Perluas Akses MBR dan Jangkau Masyarakat Unbanked

- 24 Mei 2026 - 11:27

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat strategi pembiayaan rumah rakyat dengan mengandalkan kombinasi KPR subsidi dan digitalisasi layanan perbankan. Di tengah tingginya jumlah masyarakat unbanked dan backlog perumahan nasional, BTN menilai penetrasi mobile banking dapat menjadi pintu masuk baru untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga kini BTN telah menyalurkan sekitar 6 juta unit KPR subsidi dan mulai mendorong transformasi digital untuk menjangkau kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal.


DIGI-HIGHLIGHTS:

■ BTN telah menyalurkan sekitar 6 juta KPR subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah sejak awal program berjalan.
■ Mobile banking menjadi strategi baru BTN untuk menjangkau masyarakat unbanked yang belum memiliki akses layanan perbankan.
■ Pemerintah dan BTN mulai mengkaji tenor KPR hingga 40 tahun untuk memperluas akses kepemilikan rumah.


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mulai menggabungkan strategi pembiayaan rumah subsidi dan digitalisasi layanan perbankan untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok unbanked di Indonesia.

Di tengah backlog perumahan nasional yang masih tinggi, BTN menilai tantangan utama sektor perumahan saat ini bukan hanya ketersediaan rumah, tetapi juga akses masyarakat terhadap pembiayaan formal.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan BTN telah menyalurkan sekitar 6 juta unit KPR subsidi kepada masyarakat kategori desil 3 sejak awal program berjalan.

“Kalau desil 3 KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,” kata Nixon dalam acara Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (23/5).

Desil 3 sendiri merupakan kelompok masyarakat yang berada di urutan 21% hingga 30% tingkat kesejahteraan terendah secara nasional atau kelompok hampir miskin.

Dirut BTN Nixon LP Napitupulu (Foto: Dok. BTN)

Fokus Menjangkau Kelompok Unbanked

BTN menilai masih besarnya jumlah masyarakat yang belum memiliki akses layanan keuangan formal menjadi tantangan utama dalam pembiayaan rumah nasional.

Menurut Nixon, pemerintah dan BTN saat ini membagi strategi penetrasi perumahan ke dalam dua jalur utama. Untuk masyarakat desil 3 hingga desil 8, intervensi dilakukan melalui program KPR subsidi dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sementara untuk kelompok desil 1 dan 2 yang dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsidi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” jelas Nixon.

Program BSPS pada 2026 disebut menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. “Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan stimulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga,” lanjutnya.

Digitalisasi Jadi Senjata Baru BTN

Selain mengandalkan pembiayaan subsidi, BTN kini mulai menjadikan digitalisasi sebagai strategi utama memperluas inklusi keuangan.

Menurut Nixon, penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank. Karena itu, mobile banking dipandang sebagai jalur distribusi baru yang lebih efektif untuk menjangkau masyarakat unbanked.

“Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile enggak sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking account,” ungkapnya.

Ia menyebut pertumbuhan pengguna mobile banking BTN berkembang jauh lebih cepat dibanding penyaluran KPR. “Menurut saya jumlah KPR di-takeover user mobile,” katanya.

BTN menilai digitalisasi memungkinkan masyarakat membuka rekening dan mengakses layanan keuangan langsung dari rumah tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked,” ujar Nixon.

KPR Tenor 40 Tahun Mulai Dikaji

BTN juga mengungkap pemerintah saat ini tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun guna memperbesar aksesibilitas pembiayaan rumah.

Skema tersebut dinilai dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan cicilan yang lebih ringan, terutama di tengah kenaikan harga properti dan biaya hidup.

“Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR,” kata Nixon.

Model tenor panjang sendiri telah diterapkan di sejumlah negara untuk meningkatkan keterjangkauan rumah, terutama bagi generasi muda dan pekerja informal.

Namun di sisi lain, skema tersebut juga memerlukan pengelolaan risiko jangka panjang yang lebih ketat bagi industri perbankan.
BTN dan Tantangan Backlog Perumahan

Data sektor properti menunjukkan backlog perumahan nasional masih menjadi salah satu tantangan besar pemerintah. Kebutuhan rumah baru terus meningkat setiap tahun seiring pertumbuhan keluarga baru dan urbanisasi.

Di sisi lain, kenaikan harga tanah dan rumah membuat kelompok masyarakat berpenghasilan rendah semakin sulit membeli rumah tanpa dukungan subsidi dan pembiayaan jangka panjang.

Dalam konteks itu, BTN terlihat semakin agresif membangun strategi ganda: memperluas pembiayaan KPR subsidi, sekaligus mempercepat penetrasi digital banking untuk menjangkau masyarakat yang belum masuk ekosistem perbankan formal. ●


DIGI-INSIGHTS:

Strategi BTN menunjukkan bahwa inklusi perumahan dan inklusi keuangan kini semakin sulit dipisahkan. Tantangan terbesar sektor perumahan Indonesia bukan hanya soal pasokan rumah, tetapi kemampuan masyarakat mengakses sistem pembiayaan formal. Dalam konteks ini, KPR subsidi berfungsi bukan sekadar produk kredit, tetapi instrumen intervensi sosial-ekonomi untuk memperluas kepemilikan aset bagi kelompok masyarakat bawah. Karena itu, fokus BTN terhadap masyarakat unbanked menjadi sangat strategis dalam memperbesar basis kepemilikan rumah nasional.

Langkah BTN mendorong mobile banking juga menunjukkan perubahan besar dalam model distribusi layanan perbankan. Selama ini penetrasi pembiayaan rumah sangat bergantung pada jaringan cabang dan ekosistem developer. Namun kini smartphone mulai menjadi pintu masuk baru layanan keuangan. Dengan penetrasi telepon seluler yang jauh lebih tinggi dibanding rekening bank, digitalisasi memungkinkan BTN menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit diakses melalui model perbankan tradisional. Ini membuka peluang ekspansi inklusi keuangan yang lebih murah dan scalable.

Di sisi lain, rencana tenor KPR hingga 40 tahun menunjukkan pemerintah dan perbankan mulai mencari model baru untuk menjaga keterjangkauan rumah di tengah kenaikan harga properti. Skema tenor panjang memang dapat menurunkan cicilan bulanan, tetapi juga meningkatkan risiko kredit jangka panjang. Karena itu, keberhasilan strategi BTN tidak hanya bergantung pada kemampuan menyalurkan KPR, tetapi juga pada kualitas manajemen risiko, keberlanjutan subsidi pemerintah, dan kemampuan membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang sehat dalam jangka panjang. ●


DIGIONARY:

● Backlog Perumahan: Selisih antara kebutuhan rumah dengan jumlah rumah yang tersedia atau dimiliki masyarakat.
● BSPS: Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, program bantuan pemerintah untuk pembangunan atau renovasi rumah masyarakat berpenghasilan sangat rendah.
● Desil: Pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan distribusi pendapatan atau pengeluaran.
● Digitalisasi Perbankan: Transformasi layanan bank ke platform berbasis teknologi digital.
● Inklusi Keuangan: Kondisi ketika masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.
● KPR: Kredit Pemilikan Rumah yang diberikan bank kepada masyarakat untuk membeli rumah dengan sistem cicilan.
● KPR Subsidi: Program pembiayaan rumah dengan dukungan pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
● MBR: Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang menjadi target program bantuan dan subsidi perumahan.
● Mobile Banking: Layanan perbankan melalui aplikasi telepon seluler untuk transaksi dan akses rekening.
● Tenor: Jangka waktu pinjaman atau kredit yang disepakati antara bank dan debitur.
● Unbanked: Kelompok masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal atau rekening bank.

#BTN #KPRSubsidi #KPR #MobileBanking #Unbanked #Perbankan #DigitalBanking #InklusiKeuangan #Perumahan #MBR #RumahSubsidi #BacklogPerumahan #BTNMobile #TransformasiDigital #Properti #KreditRumah #HousingFinance #BSPS #PerumahanNasional #BankBTN

Comments are closed.