Peran perempuan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga semakin strategis di tengah kenaikan biaya hidup dan tantangan ekonomi. Literasi finansial kini menjadi bekal penting bagi ibu rumah tangga untuk mengatur pengeluaran, menjaga kesehatan keuangan keluarga, hingga mewujudkan kepemilikan rumah. Melalui diskusi yang digelar Pinhome bersama para perencana keuangan, perempuan didorong menjadi lebih berdaya secara finansial, disiplin mengelola anggaran, dan memahami instrumen pembiayaan rumah secara lebih matang.
DIGI-HIGHLIGHTS:
■ Literasi finansial menjadi fondasi penting bagi perempuan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan merencanakan rumah impian.
■ Pengeluaran kecil yang sering diabaikan dinilai menjadi sumber kebocoran keuangan rumah tangga jika tidak dikontrol disiplin.
■ KPR takeover mulai diminati karena dinilai dapat membantu keluarga menghemat cicilan hingga 40% di tengah tekanan ekonomi.
Perempuan kini tidak lagi sekadar berperan mengatur kebutuhan dapur dan pengeluaran harian keluarga. Di tengah kenaikan biaya hidup, tekanan ekonomi, dan kebutuhan masa depan yang semakin kompleks, kemampuan perempuan mengelola keuangan justru menjadi salah satu fondasi penting ketahanan rumah tangga modern.
Mulai dari menentukan prioritas belanja, menyiapkan dana darurat, mengatur cicilan, hingga merencanakan kepemilikan rumah, perempuan kini memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas finansial keluarga.
Fenomena itu menjadi sorotan dalam diskusi daring bertajuk “Kartini Jaman Now: Pintar Atur Uang, Wujudkan Rumah Impian” yang digelar platform properti digital pinhome.id bersama perencana keuangan Jennittya Fitri Hidayat dan Head of Finance Komunitas Ibu Punya Mimpi, Rizky Amalia.
Dalam diskusi tersebut, Jennittya menilai peran ibu rumah tangga dalam pengelolaan finansial keluarga sering kali justru lebih menentukan dibanding yang terlihat di permukaan.
“Meski tidak selalu menjadi pencari nafkah utama, ibu berperan penting dalam menentukan prioritas pengeluaran agar kebutuhan keluarga terpenuhi dan tujuan besar, termasuk memiliki rumah impian, tetap dapat tercapai. Karena itu, ibu dapat disebut sebagai ‘Menteri Keuangan’ keluarga,” ujar Jennittya.
Tekanan Ekonomi Membuat Pengelolaan Keuangan Makin Penting
Kondisi ekonomi beberapa tahun terakhir membuat banyak keluarga harus semakin selektif mengatur pengeluaran.
Inflasi pangan, biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, hingga cicilan rumah menjadi tantangan yang tidak mudah bagi rumah tangga kelas menengah Indonesia.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia memang terus meningkat. Namun kemampuan pengelolaan keuangan rumah tangga secara praktis masih menjadi tantangan besar, terutama dalam perencanaan jangka panjang.
Dalam praktik sehari-hari, masalah finansial keluarga sering kali bukan berasal dari pengeluaran besar, melainkan kebocoran kecil yang terjadi terus-menerus.
Rizky Amalia menilai banyak keluarga tidak menyadari bahwa biaya-biaya kecil seperti ongkos kirim, parkir, biaya administrasi, hingga belanja impulsif melalui aplikasi digital dapat menggerus kondisi keuangan bulanan.
“Jika diakumulasi, pengeluaran kecil ini bisa cukup besar. Karena itu, penting untuk tetap disiplin terhadap anggaran yang sudah dibuat serta menyiapkan pos khusus untuk kebutuhan tak terduga agar pengeluaran keluarga tetap terkontrol,” kata Rizky.
Rumah Impian Jangan Berubah Menjadi Sumber Stres
Salah satu tantangan terbesar keluarga muda saat ini adalah kepemilikan rumah. Harga properti yang terus naik membuat banyak pasangan harus mengambil cicilan jangka panjang dengan tekanan keuangan yang tidak kecil.
Jennittya mengingatkan agar keputusan mengambil kredit rumah tetap mempertimbangkan kemampuan finansial secara realistis.
Menurut dia, total cicilan utang idealnya tidak melebihi 35% dari penghasilan bulanan. Untuk keluarga dengan penghasilan tunggal atau pendapatan tidak tetap, proporsi cicilan sebaiknya berada di kisaran 20–25%.
“Impian punya rumah itu harus bikin keluarga tenang, jangan sampai setiap tanggal tagihan malah bikin stres,” ujar Jennittya.
Pandangan itu sejalan dengan tren meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya financial wellness atau kesehatan finansial rumah tangga.
Kini banyak keluarga mulai tidak hanya mengejar kepemilikan aset, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan kondisi keuangan dalam jangka panjang.
KPR Takeover Mulai Dilirik
Di tengah tingginya suku bunga dan tekanan ekonomi, skema KPR takeover mulai menjadi pilihan sebagian masyarakat.
Melalui skema ini, nasabah memindahkan fasilitas kredit rumah dari satu bank ke bank lain dengan harapan mendapatkan bunga lebih rendah atau tenor yang lebih sesuai.
CEO dan Founder pinhome.id, Dayu Dara Permata, mengatakan masyarakat kini semakin membutuhkan platform yang tidak hanya membantu mencari rumah, tetapi juga memahami kemampuan finansial sebelum mengambil cicilan.
“Pinhome menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk tidak hanya mencari rumah sesuai budget, tetapi juga memahami kemampuan finansial dan gambaran cicilan sejak awal melalui fitur Pencarian Properti dan Simulasi KPR,” ujar Dayu.
Ia menambahkan, fitur simulasi dan konsultasi KPR takeover kini semakin diminati karena dinilai dapat membantu pengguna menghemat cicilan hingga 40%.
Selain menawarkan simulasi, layanan tersebut juga memungkinkan pengajuan ke banyak bank sekaligus dengan proses digital yang lebih praktis.
Literasi Finansial Perempuan Jadi Investasi Jangka Panjang
Perubahan peran perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga juga menjadi bagian dari perubahan sosial yang lebih besar. Perempuan kini semakin aktif mengambil keputusan finansial, mulai dari investasi, pendidikan anak, pembelian properti, hingga perencanaan pensiun keluarga.
Karena itu, literasi finansial dinilai bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, melainkan kebutuhan dasar rumah tangga modern.
“Perempuan, khususnya ibu dalam keluarga, berperan sebagai pilar dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Karena itu, literasi finansial menjadi hal yang perlu terus ditingkatkan agar kita bisa lebih percaya diri dalam mengatur keuangan dan memahami instrumen finansial,” ujar Rizky.
Menurut dia, akses belajar finansial kini semakin terbuka melalui berbagai platform digital dan komunitas.
Tantangan terbesar bukan lagi kurangnya informasi, melainkan konsistensi untuk mulai belajar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. ●
DIGI-INSIGHT:
Di tengah tekanan ekonomi, naiknya biaya hidup, dan ketidakpastian finansial global, perempuan Indonesia kini memainkan peran yang jauh lebih strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi finansial bukan lagi isu personal, melainkan fondasi stabilitas sosial dan ekonomi rumah tangga. Menariknya, pergeseran tersebut juga mengubah cara industri keuangan dan properti melihat perempuan: bukan lagi sekadar target pasar sekunder, tetapi pengambil keputusan utama dalam konsumsi, tabungan, investasi, hingga pembelian rumah. Ke depan, bank, fintech, dan platform properti yang mampu membangun edukasi finansial yang relevan, sederhana, dan empatik bagi perempuan berpotensi memenangkan loyalitas pasar keluarga muda Indonesia. ●
DIGIONARY:
● Dana darurat: Dana cadangan yang disiapkan untuk kebutuhan mendesak atau situasi tidak terduga.
● Financial planner: Profesional yang membantu individu atau keluarga merencanakan keuangan.
● Financial wellness: Kondisi kesehatan finansial seseorang atau keluarga yang stabil dan terencana.
● KPR takeover: Pemindahan fasilitas kredit rumah dari satu bank ke bank lain untuk mendapatkan skema lebih baik.
● Literasi finansial: Kemampuan memahami dan mengelola keuangan secara efektif.
● Pinhome: Platform properti digital yang menyediakan layanan pencarian rumah, pembiayaan, dan layanan rumah tangga.
● Properti digital: Layanan properti yang berbasis teknologi dan platform online.
● Simulasi KPR: Fitur untuk menghitung estimasi cicilan kredit rumah sesuai kemampuan finansial.
#LiterasiFinansial #PerempuanBerdaya #KeuanganKeluarga #Pinhome #KPR #RumahImpian #IbuRumahTangga #FinancialPlanning #Properti #KPRTakeover #InvestasiProperti #DigitalProperty #Finansial #Keluarga #ManajemenKeuangan #PerempuanIndonesia #FinancialWellness #EkonomiKeluarga #SmartMoney #PropertyTech
