Program mudik gratis yang digagas Bank Rakyat Indonesia melalui Kanwil Jakarta II kembali menunjukkan skala besar pada 2026. Sebanyak 2.750 pemudik diberangkatkan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan 55 bus, meningkat dari rencana awal akibat tingginya antusiasme masyarakat. Program ini tak hanya memfasilitasi perjalanan pulang kampung yang aman, tetapi juga menjadi bagian dari strategi sosial BUMN untuk menekan kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran.
Lonjakan peserta memaksa BRI menambah armada dari rencana awal 40 bus menjadi 55 bus. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan keselamatan mudik dan mengurangi kendaraan pribadi.
Antusiasme masyarakat untuk pulang kampung melalui program mudik gratis tahun ini melonjak tajam. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Wilayah Jakarta II bahkan harus menambah armada bus untuk mengakomodasi lonjakan peminat yang ingin kembali ke kampung halaman di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dalam program bertajuk “Mudik Aman Berbagi Harapan”, sebanyak 2.750 pemudik diberangkatkan menggunakan 55 bus dari berbagai titik di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Dari jumlah tersebut, 26 bus dengan 1.300 pemudik dilepas langsung dari titik utama di Menara BRIPens.

Langkah ini mencerminkan tren baru: masyarakat semakin memilih moda transportasi kolektif yang lebih aman dan terorganisir dibandingkan perjalanan mandiri.
Lonjakan Peminat Paksa Penambahan Armada
Awalnya, BRI hanya menyiapkan 40 bus untuk sekitar 2.000 pemudik. Namun jumlah pendaftar yang mencapai 2.750 orang membuat perusahaan harus menambah kapasitas secara signifikan.
Susanto, Regional Micro Banking Head BRI Kanwil Jakarta II, mengakui lonjakan tersebut melampaui ekspektasi. “Animo nasabah sangat tinggi dan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya kami merencanakan 40 bus untuk 2.000 pemudik, namun karena pendaftar mencapai 2.750 orang, kami menambah armada menjadi 55 unit bus,” katanya.
Fenomena ini sejalan dengan data Kementerian Perhubungan yang memperkirakan jumlah pemudik nasional 2026 kembali meningkat seiring pulihnya mobilitas masyarakat pascapandemi dan membaiknya kondisi ekonomi.
Cerita Pemudik: Antara Hemat dan Aman
Bagi banyak peserta, program ini bukan sekadar fasilitas gratis, tetapi solusi nyata untuk perjalanan yang lebih aman dan nyaman.
Endang (60), warga Bekasi yang hendak menuju Kebumen, mengaku terbantu dengan kemudahan pendaftaran. “Sangat senang bisa pulang kampung lagi dengan aman. Pendaftarannya juga dibantu saudara, jadi lebih mudah,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Nahrowi (50), pedagang sembako asal Tebet, yang untuk pertama kalinya membawa keluarganya ikut program ini. “Senang sekali, ini pertama kali saya sekeluarga ikut. Fasilitasnya bagus, kami juga dapat kaos (baju) seragam,” ujar Nahrowi.
Bagi kelompok pekerja informal seperti pedagang dan petani, biaya transportasi sering menjadi kendala utama saat mudik. Program ini menjadi alternatif yang signifikan dalam mengurangi beban tersebut.
Menekan Risiko, Bukan Sekadar Gratis
Lebih dari sekadar layanan sosial, program mudik gratis juga memiliki dimensi strategis: mengurangi kepadatan kendaraan pribadi dan menekan angka kecelakaan.
Menurut berbagai laporan kepolisian, kecelakaan lalu lintas selama periode mudik masih didominasi kendaraan roda dua—yang sering digunakan oleh pemudik karena alasan biaya.
BRI memastikan seluruh armada telah melalui uji kelayakan dan pengemudi dalam kondisi prima. “Program ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitas transportasi tanpa biaya, tetapi juga memperhatikan standar keselamatan mulai dari kelayakan armada hingga kesiapan pengemudi,” imbuh Susanto.
Kontribusi BUMN dalam Ekosistem Mudik Nasional
Secara nasional, BRI menyediakan 100 bus untuk 5.000 pemudik, dengan kontribusi besar datang dari wilayah Jakarta II.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi BUMN dalam mendukung kelancaran arus mudik—sebuah agenda tahunan yang menjadi salah satu mobilitas terbesar di dunia.
Kehadiran BUMN dalam mudik tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam:
– Mengelola arus transportasi
– Menekan kemacetan ekstrem
– Mengurangi risiko kecelakaan massal
BRI Peduli: Dari Mudik ke Bantuan Sosial
Di luar program mudik, BRI juga memperluas dampak sosialnya melalui inisiatif BRI Peduli.
Dalam program “Berbagi Bahagia Bersama BRI”, perusahaan menyalurkan 279 ribu paket sembako secara nasional, termasuk kepada insan media di wilayah Jakarta.
Tak hanya itu, BRI juga memberikan santunan kepada 8.500 anak yatim di berbagai daerah.
Langkah ini menunjukkan bahwa peran BUMN tidak lagi terbatas pada fungsi ekonomi, tetapi juga sebagai aktor penting dalam menjaga stabilitas sosial—terutama di momen krusial seperti Ramadan dan Lebaran.
Digionary:
● CSR (Corporate Social Responsibility) – Program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
● Mudik – Tradisi pulang kampung masyarakat Indonesia saat hari raya besar seperti Lebaran.
● Pemudik – Individu yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
● Transportasi Kolektif – Moda transportasi yang digunakan secara bersama-sama, seperti bus atau kereta.
● Uji Kelayakan Armada – Proses pemeriksaan kendaraan untuk memastikan keamanan operasional.
#Mudik2026 #MudikGratis #BRI #BUMN #Lebaran #ArusMudik #Transportasi #Indonesia #CSR #BRIPeduli #MudikAman #EkonomiIndonesia #Perjalanan #BusMudik #Pemudik #Lebaran2026 #ProgramSosial #KementerianBUMN #MudikNyaman #IndonesiaMaju
