Perusahaan pembayaran global Mastercard menjalin kemitraan strategis dengan biro kredit swasta CLIK Credit Bureau Indonesia untuk memperkuat kemampuan analitik data bagi bank dan penerbit kartu di Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan teknologi analitik global Mastercard dengan basis data kredit lokal CLIK guna membantu lembaga keuangan meningkatkan kualitas penilaian kredit, memperluas akses pembiayaan secara bertanggung jawab, sekaligus menjaga kesehatan portofolio pinjaman di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan pembiayaan UMKM.
Fokus:
■ Mastercard dan CLIK Indonesia berkolaborasi menyediakan intelijen berbasis data untuk meningkatkan keputusan kredit lembaga keuangan.
■ Kemitraan ini ditujukan untuk membantu bank memperluas akses pembiayaan sambil menjaga manajemen risiko portofolio.
■ Ekosistem kredit berbasis data dinilai penting untuk mendukung pembiayaan bagi 65,5 juta UMKM di Indonesia.
Transformasi digital yang melanda industri keuangan Indonesia tidak hanya mendorong inovasi pembayaran dan layanan perbankan digital. Di balik itu, kebutuhan akan sistem analisis risiko kredit yang lebih canggih juga semakin mendesak.
Menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan pembayaran global Mastercard menjalin kemitraan strategis dengan CLIK Credit Bureau Indonesia untuk menghadirkan layanan konsultasi dan analitik data yang ditujukan bagi bank, penerbit kartu, dan lembaga keuangan di Indonesia.
Kolaborasi ini memadukan keahlian global Mastercard dalam analisis data dan manajemen risiko dengan basis data kredit domestik milik CLIK. Tujuannya jelas: membantu lembaga keuangan membuat keputusan kredit yang lebih presisi, meningkatkan kualitas portofolio pinjaman, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Langkah ini datang pada saat sektor keuangan Indonesia tengah mengalami percepatan digitalisasi yang signifikan.
Tantangan Besar: Akses Kredit bagi UMKM
Di balik pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, persoalan klasik masih membayangi: keterbatasan akses pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha kecil.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja. Kontribusinya terhadap ekonomi nasional pun sangat besar, yakni lebih dari 61% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, akses terhadap kredit masih menjadi hambatan utama bagi banyak pelaku usaha.
Laporan International Monetary Fund dalam Article IV Consultation 2026 mencatat pelaku UMKM di Indonesia kerap menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi serta proses pengajuan kredit yang lebih kompleks dibandingkan negara berkembang lainnya. Dalam konteks inilah pemanfaatan data kredit yang lebih komprehensif menjadi krusial.
Menggabungkan Data Kredit Lokal dan Analitik Global
Melalui kerja sama ini, CLIK menyediakan basis data riwayat kredit yang lebih luas, termasuk pola pembayaran dan indikator perilaku finansial yang tidak selalu tercermin dalam sumber data resmi.
Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan kapabilitas analitik dan konsultasi bisnis dari Mastercard untuk menghasilkan strategi yang lebih tepat dalam penilaian kelayakan kredit (underwriting), pengelolaan portofolio pinjaman, dan peningkatan efektivitas penagihan.
Chief Digital Transformation Officer CLIK Credit Bureau Lucky Herviana mengatakan kemitraan ini diharapkan membantu lembaga keuangan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko yang sehat.
“Kami senang dapat mendukung kemajuan ekosistem keuangan Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Mastercard, yang akan memungkinkan penyediaan layanan konsultasi risiko kredit canggih untuk penerbit kartu dan lembaga keuangan di seluruh negeri. Memanfaatkan keahlian mendalam kami dalam pengembangan skor kredit dan luasnya data kredit nasional kami, kolaborasi ini siap untuk memberikan solusi efektif bagi institusi yang ingin menyelaraskan target pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko yang bijaksana—membuka peluang menjanjikan berbasis portofolio kredit yang sehat dan terkelola dengan baik,” kata Lucky.
Kredit Lebih Cerdas, Risiko Lebih Terkelola
Bagi Mastercard, kolaborasi lintas ekosistem menjadi kunci untuk memperluas akses kredit secara berkelanjutan.
Executive Vice President, Head of Services Asia Pacific Mastercard Matthew Driver mengatakan pendekatan berbasis data memungkinkan lembaga keuangan membuat keputusan yang lebih akurat.
“Memperluas akses ke kredit yang bertanggung jawab membutuhkan kolaborasi yang kuat di seluruh ekosistem. Dengan menyatukan keahlian global Mastercard dalam pengambilan keputusan berbasis data dan manajemen risiko dengan wawasan kredit lokal CLIK yang mendalam, kami membantu lembaga keuangan untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pengalaman Mastercard di berbagai negara Asia menunjukkan pendekatan berbasis data dapat meningkatkan tingkat persetujuan kredit tanpa mengorbankan kualitas portofolio.
Program serupa yang dijalankan Mastercard di kawasan Asia Pasifik tercatat mampu meningkatkan approval rate kartu kredit hingga 45% dan pembiayaan pribadi hingga 30%, dengan profitabilitas tercapai dalam waktu sekitar 24 bulan untuk kartu kredit dan 12 bulan untuk pinjaman pribadi.
Menuju Ekosistem Kredit Berbasis Data
Kolaborasi Mastercard–CLIK mencerminkan perubahan besar dalam industri keuangan: pergeseran dari model penilaian kredit tradisional menuju pendekatan berbasis data dan analitik prediktif.
Dengan semakin banyaknya data transaksi digital, pembayaran elektronik, serta aktivitas ekonomi daring, lembaga keuangan kini memiliki peluang untuk menilai profil risiko nasabah secara lebih akurat.
Jika dimanfaatkan secara optimal, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi industri perbankan, tetapi juga membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat yang sebelumnya sulit mendapatkan kredit formal.
Bagi Indonesia, langkah ini bisa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kredit yang lebih inklusif—sebuah fondasi yang diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital yang diperkirakan mencapai lebih dari US$360 miliar pada 2030, menurut berbagai proyeksi industri teknologi di Asia Tenggara.
Digionary:
● Analitik Data — Proses mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar untuk menemukan pola, tren, dan insight yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis.
● Approval Rate — Tingkat persetujuan aplikasi kredit atau pinjaman yang diajukan oleh nasabah kepada lembaga keuangan.
● Biro Kredit — Lembaga yang mengumpulkan dan mengelola data riwayat kredit individu atau perusahaan untuk membantu lembaga keuangan menilai risiko pinjaman.
● Ekosistem Keuangan — Jaringan institusi, teknologi, dan regulasi yang mendukung aktivitas keuangan seperti perbankan, pembiayaan, dan pembayaran.
● Manajemen Risiko — Proses identifikasi, analisis, dan pengendalian potensi risiko dalam kegiatan bisnis atau keuangan.
● Portofolio Kredit — Kumpulan pinjaman yang dimiliki atau disalurkan oleh suatu lembaga keuangan.
● Underwriting — Proses evaluasi kelayakan calon peminjam sebelum lembaga keuangan memutuskan memberikan kredit.
#Mastercard #CLIKIndonesia #BiroKredit #EkosistemKeuangan #PerbankanDigital #AnalitikData #Underwriting #ManajemenRisiko #UMKMIndonesia #AksesKredit #InklusiKeuangan #FintechIndonesia #DataDrivenBanking #TransformasiDigital #IndustriKeuangan #CreditScoring #LembagaKeuangan #EkonomiDigital #KeuanganIndonesia #InovasiPerbankan
