Ambisi Revolut di Negeri Paman Sam, Kejar 100 Juta Nasabah Global Lewat Lisensi Bank AS

- 6 Maret 2026 - 07:36

Perusahaan fintech asal Inggris Revolut mengajukan permohonan lisensi bank di Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi ekspansi globalnya. Dengan lebih dari 70 juta pengguna di 40 negara, Revolut berambisi memperkuat posisinya di pasar finansial terbesar dunia dan menargetkan 100 juta nasabah global. Perusahaan juga menunjuk mantan eksekutif Visa, Cetin Duransoy, sebagai CEO untuk operasional di AS serta menyiapkan investasi sekitar US$500 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan.


Fokus:

■ Ekspansi Revolut ke pasar perbankan Amerika Serikat melalui pengajuan lisensi bank kepada regulator AS.
■ Investasi besar hingga US$500 juta untuk memperkuat operasi, pemasaran, dan perekrutan tenaga kerja.
■ Ambisi mencapai 100 juta nasabah global, menjadikan AS sebagai pilar utama pertumbuhan Revolut.


Ambisi perusahaan fintech global untuk menantang dominasi bank tradisional memasuki babak baru. Revolut, perusahaan teknologi finansial asal Inggris yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, resmi mengajukan permohonan lisensi bank di Amerika Serikat.

Langkah ini menandai strategi agresif Revolut untuk menembus pasar keuangan terbesar di dunia—sebuah arena yang selama ini didominasi bank-bank raksasa seperti JPMorgan Chase, Bank of America, hingga Citigroup.

Revolut mengajukan lisensi bank di Amerika Serikat dan menyiapkan investasi US$500 juta untuk ekspansi. Fintech asal Inggris ini menargetkan 100 juta nasabah global dan menantang dominasi bank tradisional.

Selain mengajukan lisensi kepada regulator AS, Revolut juga menunjuk mantan eksekutif Visa, Cetin Duransoy, sebagai CEO baru untuk bisnis perusahaan di Amerika Serikat.

Pendiri sekaligus CEO Revolut, Nik Storonsky, menegaskan pentingnya pasar Amerika bagi ambisi global perusahaan. “Amerika Serikat adalah pilar utama dari strategi pertumbuhan global kami,” kata Storonsky dalam pernyataan resmi.

Menurutnya, kehadiran kuat di pasar AS akan menjadi kunci bagi Revolut untuk mencapai target 100 juta nasabah global dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini Revolut telah memiliki sekitar 70 juta pengguna di lebih dari 40 negara.

Siapkan Investasi Besar

Untuk mendukung ekspansi tersebut, Revolut berencana menggelontorkan investasi sekitar US$500 juta di Amerika Serikat dalam tiga hingga lima tahun mendatang.

Dana ini akan digunakan untuk permodalan bank baru, ekspansi pemasaran, pengembangan produk, dan perekrutan tenaga kerja.

Sid Jajodia, CEO Revolut untuk AS yang akan beralih menjadi Global Chief Banking Officer, mengatakan investasi tersebut merupakan langkah penting untuk membangun fondasi bisnis perbankan di negara tersebut.

Jika lisensi disetujui oleh Office of the Comptroller of the Currency (OCC) dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), Revolut akan dapat menjalankan aktivitas perbankan penuh di AS. Ini termasuk menghimpun dana simpanan, menyalurkan kredit, menerbitkan kartu kredit dan menyediakan layanan pembayaran.

Strategi Fintech: Mulai dari Akun Kedua

Berbeda dengan bank tradisional, Revolut memiliki strategi unik dalam menarik pengguna. Perusahaan biasanya tidak langsung memposisikan dirinya sebagai bank utama, melainkan akun finansial kedua bagi nasabah.

Sid Jajodia menjelaskan bahwa strategi ini terbukti berhasil di berbagai pasar. Nasabah awalnya menggunakan Revolut untuk layanan seperti pembayaran internasional, transaksi valuta asing, dan layanan transfer cepat.

Setelah terbiasa dengan platform tersebut, Revolut kemudian menawarkan layanan tambahan seperti langganan premium, fitur investasi, hingga kartu kredit. Model ini terbukti efektif di Eropa dan beberapa pasar Asia.

Persaingan Neobank di Amerika

Revolut bukan satu-satunya pemain fintech global yang mengincar pasar perbankan Amerika. Sejumlah neobank juga tengah melakukan ekspansi serupa.

Fintech asal Brasil Nubank, misalnya, masih menunggu persetujuan penuh lisensi perbankan di Amerika Serikat.

Sementara bank Spanyol Santander telah meluncurkan bank digital di AS pada 2024 dan bahkan mengakuisisi bank regional Webster Financial untuk memperkuat posisinya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa industri perbankan global sedang mengalami transformasi besar.

Bank digital dan fintech kini tidak hanya menjadi pelengkap sistem keuangan, tetapi mulai menantang dominasi bank konvensional.

Valuasi Revolut Tembus US$75 Miliar

Perjalanan Revolut menuju panggung global tidak terjadi dalam semalam. Perusahaan ini didirikan pada 2015 oleh Nik Storonsky dan Vlad Yatsenko dengan misi menciptakan super app finansial.

Pada November 2025, Revolut menyelesaikan penjualan saham sekunder yang menilai perusahaan tersebut sekitar US$75 miliar.
Valuasi ini menempatkannya sebagai salah satu fintech paling berharga di dunia.

Namun ekspansi Revolut juga tidak lepas dari tantangan regulasi. Bank digital Revolut di Inggris saat ini masih beroperasi dalam fase mobilisation, yaitu tahap awal operasional yang disertai pembatasan tertentu dari regulator karena ukuran perusahaan yang sangat besar.

Regulator juga memantau operasional global Revolut secara ketat mengingat skalanya yang cepat berkembang.

Fintech vs Bank Tradisional

Langkah Revolut masuk ke pasar perbankan AS memperlihatkan bagaimana batas antara fintech dan bank semakin kabur.

Jika dulu fintech hanya berfungsi sebagai penyedia layanan pembayaran atau aplikasi keuangan, kini mereka mulai menjadi bank penuh.Transformasi ini menciptakan persaingan baru dalam industri keuangan global.

Bank tradisional harus berhadapan dengan pemain teknologi yang lebih cepat berinovasi, sementara fintech harus beradaptasi dengan regulasi ketat dunia perbankan.

Ekspansi Revolut di Amerika Serikat kemungkinan akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi model bisnis fintech global.

Meta Deskripsi


Digionary:

● Bank Charter — izin resmi dari regulator yang memungkinkan sebuah institusi menjalankan aktivitas perbankan penuh.
● FDIC — lembaga pemerintah AS yang menjamin simpanan nasabah bank.
● Fintech — perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk menyediakan layanan keuangan.
● Foreign Exchange — transaksi pertukaran mata uang asing.
● Mobilisation Phase — fase awal operasional bank setelah mendapatkan lisensi dengan pembatasan tertentu dari regulator.
● Neobank — bank digital yang beroperasi tanpa jaringan kantor cabang fisik.
● OCC — Office of the Comptroller of the Currency, regulator perbankan nasional di Amerika Serikat.
● Secondary Share Sale — penjualan saham oleh investor lama kepada investor baru.
● Super App Finansial — aplikasi yang menggabungkan berbagai layanan keuangan dalam satu platform.
● Valuation — estimasi nilai perusahaan berdasarkan transaksi investasi atau pasar.

#Revolut #FintechGlobal #BankDigital #Neobank #EkspansiFintech #IndustriPerbankan #LisensiBankAS #FintechVsBank #TransformasiDigitalBanking #StartupFintech #PasarKeuanganGlobal #NikStoronsky #EkonomiDigital #BankMasaDepan #TeknologiKeuangan #InvestasiFintech #FinancialInnovation #SuperAppFinance #BankDigitalGlobal #RegulasiPerbankan

Comments are closed.