Lonjakan ketegangan di Timur Tengah mendorong investor global memburu aset safe haven, membuat franc Swiss melonjak ke level terkuat terhadap euro sejak 2015. Swiss National Bank (SNB) merespons dengan sinyal keras: siap turun tangan di pasar valuta asing untuk menahan apresiasi berlebihan yang berisiko menyeret inflasi ke wilayah negatif dan memukul ekspor. Namun analis menilai bank sentral belum akan menurunkan suku bunga di bawah 0%.
Fokus:
■ Arus safe haven mendorong euro ke titik terlemah dalam lebih dari satu dekade.
■ Bank sentral meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga stabilitas harga dan daya saing ekspor.
■ Analis menilai intervensi valas lebih realistis dibanding pelonggaran moneter ekstrem.
Ketika konflik di Timur Tengah memanas dan pasar saham global melemah, investor kembali mencari perlindungan. Franc Swiss menjadi pelarian utama. Mata uang itu melonjak ke posisi terkuatnya terhadap euro dalam lebih dari satu dekade—memicu respons tegas dari bank sentral Swiss yang menyatakan siap bertindak jika penguatan dinilai berlebihan.

Franc Menguat, Bank Sentral Angkat Suara
Euro sempat merosot ke 0,9037 franc—level terendah sejak Januari 2015. Meski kemudian sedikit pulih ke sekitar 0,906 franc, tekanan terhadap mata uang tunggal Eropa itu tetap terasa.
Franc Swiss melonjak ke level tertinggi sejak 2015 akibat gejolak geopolitik. Bank sentral Swiss menyatakan siap intervensi untuk menjaga stabilitas harga dan ekonomi.
Penguatan franc yang terlalu cepat berisiko menekan inflasi Swiss hingga negatif dan menggerus daya saing ekspor—sektor vital bagi ekonomi negara tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Swiss National Bank menyatakan: “Dengan mempertimbangkan perkembangan internasional, kesediaan kami untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing telah meningkat. Kami siap melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk melawan apresiasi franc Swiss yang cepat dan berlebihan, yang membahayakan stabilitas harga di Swiss.”
Pernyataan terbuka seperti ini jarang disampaikan SNB sejak gejolak Brexit pada 2016.
Trauma 2015 Masih Membekas
Pasar belum melupakan kejutan besar Januari 2015, ketika SNB secara mendadak mencabut batas nilai tukar franc terhadap euro. Saat itu euro anjlok tajam terhadap franc dan memicu gejolak besar di pasar global.
Kali ini, SNB menolak berkomentar apakah telah melakukan intervensi langsung. Charlotte de Montpellier, ekonom senior ING, menilai pernyataan SNB merupakan langkah strategis. “Mereka mungkin berharap dengan menyatakan secara jelas niat mereka dan keseriusan niat tersebut, hal itu akan berdampak pada pergerakan franc,” ujarnya seperti ditulis Reuters.
Ia juga menambahkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan lebih memahami langkah Swiss dalam konteks gejolak geopolitik saat ini.
Intervensi Lebih Mungkin daripada Suku Bunga Negatif
Sejumlah analis memperkirakan SNB akan memilih intervensi pasar dibandingkan menurunkan suku bunga lebih dalam ke wilayah negatif.
Ekonom UBS Alessandro Bee mengatakan, “Kita bisa memperkirakan akan ada beberapa intervensi oleh SNB untuk memperlambat pergerakan ini, tetapi kami tidak melihat SNB akan mempertahankan level tertentu dan mencegah franc bergerak di bawah level tersebut.”
Ia menambahkan mereka ingin mengurangi momentum penguatan ini, tetapi tidak akan mempertahankan level 0,90, misalnya, karena arus masuk yang kuat ke franc bisa berbalik dengan sangat cepat.
Menurutnya, lonjakan franc kali ini bukan persoalan struktural seperti krisis utang zona euro pada 2011. “Lonjakan franc kali ini bukan masalah struktural di zona euro seperti yang terjadi pada 2011. Ini lebih disebabkan oleh faktor geopolitik dan meningkatnya penghindaran risiko.”
Artinya, SNB kemungkinan akan bersikap pragmatis: cukup meredam gejolak tanpa mengambil langkah ekstrem seperti kembali ke suku bunga negatif—kecuali jika tekanan global berlangsung lebih lama dan meluas.
Digionary:
● Aversi Risiko: Kondisi ketika investor menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap aman.
● Franc Shock 2015: Peristiwa saat SNB mencabut batas nilai tukar euro-franc dan memicu lonjakan tajam franc Swiss.
● Intervensi Valuta Asing: Langkah bank sentral membeli atau menjual mata uang untuk memengaruhi nilai tukar.
● Safe Haven: Aset yang dianggap relatif aman saat terjadi ketidakpastian global.
● Stabilitas Harga: Target bank sentral menjaga inflasi tetap rendah dan terkendali.
● Suku Bunga Negatif: Kebijakan suku bunga di bawah 0% untuk mendorong aktivitas ekonomi.
#SwissNationalBank #FrancSwiss #SNB #SafeHaven #PasarValas #Euro #Geopolitik #Inflasi #EksporSwiss #BankSentral #ForexMarket #KrisisMataUang #FrancShock2015 #SukuBunga #EkonomiGlobal #RiskOff #ZonaEuro #PasarKeuangan #Investasi #BeritaEkonomi
