Ngebut di Awal 2026 Laba BTN Melonjak 578%, NII Tumbuh Hampir Menyentuh 80%!

- 25 Februari 2026 - 13:35

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membuka 2026 dengan lonjakan laba bersih 578% yoy menjadi Rp230 miliar per Januari, dari Rp34 miliar setahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang pertumbuhan pendapatan bunga 17,08% yoy, penurunan beban bunga 14,53% yoy, serta lompatan Net Interest Income (NII) 79,46% yoy. Dana pihak ketiga (DPK), kredit, dan aset juga tumbuh dua digit, memperkuat optimisme manajemen mengejar kenaikan laba tahunan 22%.


Fokus:

■ Laba bersih Januari 2026 mencapai Rp230 miliar, ditopang kenaikan pendapatan bunga dan efisiensi beban bunga.
■ Penurunan biaya dana dan strategi pricing kredit meningkatkan profitabilitas inti bank.
■ Strategi beyond KPR dan pengembangan superapps menjadi motor pertumbuhan 2026.


Awal tahun menjadi panggung pembuktian bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Di tengah kompetisi likuiditas yang masih ketat, bank spesialis pembiayaan perumahan itu membukukan lonjakan laba bersih 578% secara tahunan pada Januari 2026—sebuah start yang agresif dan memberi sinyal kuat arah kinerja sepanjang tahun.

Laba Melejit, Margin Menguat

Laporan keuangan bulanan menunjukkan laba bersih BTN per Januari 2026 mencapai Rp230 miliar, melonjak dari Rp34 miliar pada Januari 2025. Akselerasi ini bukan semata efek basis rendah, melainkan kombinasi perbaikan margin dan efisiensi biaya dana.

BTN mencetak lonjakan laba 578% yoy pada Januari 2026 menjadi Rp230 miliar. NII tumbuh 79,46%, DPK dan kredit naik dua digit. Transformasi beyond KPR jadi kunci kinerja 2026.

Pendapatan bunga tumbuh 17,08% yoy, sementara beban bunga turun 14,53% yoy. Hasilnya, pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) melesat 79,46% yoy—indikator bahwa strategi pengelolaan struktur pendanaan mulai berdampak pada profitabilitas inti.

Di tengah tren suku bunga global yang masih fluktuatif dan persaingan perebutan dana murah, kemampuan menekan cost of fund menjadi kunci. Kinerja Januari mengindikasikan pergeseran komposisi pendanaan yang lebih efisien dan disiplin pricing kredit.

Likuiditas dan Kredit Sama-Sama Tumbuh

Pertumbuhan tak hanya terjadi di sisi laba. Dana pihak ketiga (DPK) naik 11,52% yoy menjadi Rp362,77 triliun. Sementara penyaluran kredit tumbuh 9,30% yoy menjadi Rp341,45 triliun.
Keseimbangan antara pertumbuhan DPK dan kredit ini menjaga rasio likuiditas tetap terkendali. Di saat sejumlah bank menghadapi tekanan likuiditas akibat kompetisi suku bunga simpanan, BTN relatif mampu menjaga momentum penghimpunan dana.

Total aset pun meningkat 12,26% yoy menjadi Rp448,34 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terukur.

Secara industri, pertumbuhan kredit perbankan nasional berada di kisaran satu digit hingga dua digit rendah dalam setahun terakhir. Dalam konteks itu, pertumbuhan BTN masih sejalan dengan tren industri, namun peningkatan NII menunjukkan kualitas ekspansi yang lebih selektif dan fokus pada margin.

Strategi Beyond KPR dan Transformasi Digital

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sebelumnya menargetkan laba bersih perseroan sepanjang 2026 bisa naik 22%. Optimisme itu bertumpu pada transformasi bisnis yang disebutnya meliputi strategi beyond KPR, penguatan ekosistem perumahan, hingga pengembangan superapps.

“Kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang  dilakukan perseroan,” ujar Nixon.

Strategi beyond KPR menjadi krusial. Selama ini BTN identik dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Diversifikasi ke produk non-KPR, penguatan pembiayaan konstruksi, serta digitalisasi layanan diharapkan memperluas sumber pendapatan berbasis fee dan meningkatkan engagement nasabah.

Transformasi digital melalui superapps juga diarahkan untuk meningkatkan CASA ratio dan memperdalam hubungan dengan nasabah ritel—dua faktor penting dalam menjaga biaya dana tetap kompetitif.

Tantangan dan Prospek 2026

Meski start 2026 impresif, tantangan belum sepenuhnya reda. Ketidakpastian global, volatilitas nilai tukar, dan dinamika suku bunga domestik masih menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

Namun, dengan fondasi DPK yang tumbuh dua digit, NII yang melonjak hampir 80%, serta neraca yang makin solid, BTN memasuki 2026 dengan bantalan yang lebih tebal dibanding setahun lalu.

Jika tren efisiensi dan pertumbuhan kredit produktif terjaga, target kenaikan laba 22% sepanjang tahun bukan ambisi yang berlebihan. Awal tahun ini setidaknya memberi pesan jelas bahwa BTN tidak sekadar bertahan, tetapi mulai mempercepat langkah.



Digionary:

● Aset: Total kekayaan yang dimiliki bank, termasuk kredit dan surat berharga.
● Beyond KPR: Strategi diversifikasi bisnis BTN di luar kredit pemilikan rumah.
● Dana Pihak Ketiga (DPK): Dana yang dihimpun bank dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito.
● Net Interest Income (NII): Selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga bank.
● Superapps: Aplikasi digital terintegrasi yang menyediakan berbagai layanan dalam satu platform.
● Year-on-Year (yoy): Perbandingan kinerja periode tertentu dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

#BTN #BBTN #LabaBank #KinerjaKeuangan #PerbankanIndonesia #NII #DanaPihakKetiga #KreditPerbankan #TransformasiDigital #BeyondKPR #Superapps #SahamBank #LaporanKeuangan #EkonomiIndonesia #IndustriPerbankan #InvestasiSaham #FundamentalSaham #AsetBank #ProfitBank #BeritaEkonomi

Comments are closed.