BofA Siapkan Amunisi US$25 Miliar untuk Serbu Pasar Private Credit

- 20 Februari 2026 - 09:54

Bank of America (BofA) menyiapkan dana jumbo senilai US$25 miliar untuk membiayai transaksi private credit, mempertegas langkah bank-bank besar Wall Street merebut pasar pembiayaan nontradisional yang selama ini didominasi manajer aset alternatif. Langkah ini terjadi di tengah gejolak pasar dan kekhawatiran terhadap kualitas kredit di industri private credit yang kini bernilai lebih dari US$1,7 triliun secara global.


Fokus:

■ BofA menyiapkan US$25 miliar untuk ekspansi private credit, mempertegas strategi penetrasi pasar pembiayaan nonbank.
■ JPMorgan mengalokasikan US$50 miliar, sementara Citi dan Apollo telah meluncurkan program US$25 miliar—kompetisi makin sengit.
■ Saham manajer aset alternatif terkoreksi 4%–6% di tengah kekhawatiran kualitas kredit dan tekanan likuiditas.


Bank of America menyiapkan US$25 miliar untuk private credit, memperketat persaingan dengan JPMorgan dan Goldman Sachs. Di tengah gejolak pasar, siapa akan mendominasi pembiayaan nonbank?


Raksasa perbankan Amerika, Bank of America, menyiapkan dana sebesar US$25 miliar untuk ekspansi ke bisnis private credit. Informasi ini terungkap dari memo internal yang diperoleh Reuters pada Kamis (19/2) waktu setempat.
Langkah tersebut menandai babak baru persaingan antara bank tradisional dan manajer aset alternatif dalam memperebutkan pasar pembiayaan korporasi yang kian menggiurkan.

Private credit—pembiayaan yang disalurkan lembaga nonbank kepada perusahaan, sering kali berisiko tinggi atau untuk kebutuhan leveraged buyout—tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir. Setelah krisis keuangan global 2008, regulasi perbankan yang lebih ketat mendorong banyak perusahaan mencari pendanaan di luar jalur kredit konvensional. Kini, ironisnya, bank-bank besar justru masuk ke wilayah tersebut.

Persaingan Sengit Wall Street

Langkah BofA bukan yang pertama. Tahun lalu, JPMorgan Chase mengumumkan alokasi US$50 miliar dari neracanya untuk private credit. Goldman Sachs juga membentuk divisi baru untuk memperkuat pijakan di bisnis serupa.

Pada 2024, Citigroup bahkan menggandeng Apollo Global Management dalam program private credit dan direct lending senilai US$25 miliar.

Strategi agresif ini mencerminkan besarnya potensi pasar. Data Preqin dan IMF memperkirakan nilai industri private credit global telah melampaui US$1,7 triliun dan berpotensi menembus US$2 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi bank, private credit menawarkan margin lebih tinggi dibanding kredit korporasi tradisional. Namun imbal hasil yang lebih besar selalu datang dengan risiko lebih tinggi.

Bayang-bayang Risiko

Momentum ekspansi BofA terjadi di tengah gejolak pasar. Pada hari yang sama, saham sejumlah manajer aset alternatif terpukul tajam setelah Blue Owl Capital menghentikan penarikan dana (redemption) di salah satu fund-nya dan menjual sebagian aset untuk melunasi utang.
Saham Apollo Global Management, Blackstone, KKR, Ares Management, dan Carlyle Group terkoreksi antara 4% hingga 6% dalam perdagangan reguler.

Tekanan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kualitas aset dan eksposur private credit pada sektor-sektor yang rentan, termasuk perusahaan teknologi dan perangkat lunak yang terpapar disrupsi kecerdasan buatan (AI).

Private credit dikenal lebih fleksibel dan cepat dalam proses pencairan dana. Namun, karena berada di luar sistem perbankan tradisional, pengawasan regulasinya relatif lebih longgar. Kondisi inilah yang selama ini menjadi keunggulan sekaligus potensi kerentanan.

Taruhan Jangka Panjang

Bagi BofA, komitmen US$25 miliar ini ibarat menyiapkan “war chest” untuk memperluas pijakan di segmen pembiayaan alternatif. Dengan skala neraca yang besar dan akses pendanaan murah, bank-bank seperti BofA berpotensi menekan dominasi manajer aset nonbank.

Di sisi lain, masuknya bank besar juga bisa mengubah lanskap industri private credit—mendorong standar manajemen risiko yang lebih ketat sekaligus meningkatkan persaingan harga.
Pasar merespons dengan hati-hati. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Kamis, dengan Dow Jones turun lebih dari 0,5%, mencerminkan sentimen risk-off di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Dengan komitmen dana jumbo tersebut, BofA jelas tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam salah satu segmen pembiayaan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pertanyaannya kini bukan apakah private credit akan terus tumbuh, melainkan siapa yang akan mendominasi pangsa pasarnya dalam lima tahun ke depan.


Digionary:

● Direct Lending: Skema pembiayaan langsung dari pemberi dana ke perusahaan tanpa melalui pasar obligasi publik.
● Leveraged Buyout (LBO): Akuisisi perusahaan menggunakan porsi utang besar sebagai sumber pembiayaan.
● Private Credit: Pinjaman yang diberikan lembaga nonbank kepada perusahaan, biasanya dengan risiko dan imbal hasil lebih tinggi.
● Redemption: Penarikan dana oleh investor dari suatu fund atau produk investasi.
● War Chest: Istilah untuk dana cadangan besar yang disiapkan untuk ekspansi atau akuisisi.

#BankofAmerica #BofA #PrivateCredit #WallStreet #JPMorgan #GoldmanSachs #Citigroup #Apollo #Blackstone #KKR #Ares #Carlyle #BlueOwl #PasarKeuangan #InvestasiGlobal #PerbankanAS #ManajerAset #KreditKorporasi #EkonomiGlobal #BeritaInternasional

Comments are closed.